Banner Iklan

Bupati Malang Dukung Kolaborasi Riset UIN Maliki dan Dunia Industri untuk Penguatan Koperasi Merah Putih

Admin JSN
11 Juli 2026 | 06.46 WIB Last Updated 2026-07-10T23:46:20Z

   

Momen pertemuan Bupati Malang dengan tim peneliti UIN Malang dan Satgas Nasional Koperasi Merah Putih di Pendopo Kabupaten Malang

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Upaya menjembatani hasil riset perguruan tinggi dengan kebutuhan pembangunan daerah memasuki babak baru. Setelah melalui serangkaian diskusi intensif, tim peneliti yang dipimpin Prof. Dr. M. Fauzan Zenrif, M.Ag., Guru Besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, bersama Oetomo Sapto Amien (Bung Tomo), GM Regional DBMWork Solusi Indonesia sekaligus Ketua Satgas Nasional Koperasi Merah Putih, melakukan audiensi dengan Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., di Pendopo Kabupaten Malang.

Pertemuan tersebut membahas peluang kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan dunia industri dalam mengembangkan model penguatan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang lahir dari penelitian UIN Malang.

Dalam kesempatan itu, Prof. Fauzan memaparkan hasil penelitiannya mengenai Model Segitiga Emas yang mengintegrasikan BUMDes, KDMP, dan UMKM sebagai tiga pilar utama pembangunan ekonomi desa berbasis Quranic Community Development (QCD). Model tersebut diproyeksikan menjadi kerangka kelembagaan yang menghubungkan pengelolaan aset desa, distribusi hasil produksi, dan hilirisasi usaha masyarakat dalam satu ekosistem ekonomi.

Menurut Prof. Fauzan, kolaborasi dengan DBMWork diharapkan memperkuat implementasi model tersebut melalui dukungan teknologi digital, khususnya pada sistem pendataan, monitoring, dan pengawasan koperasi.

"Kami ingin hasil riset ini tidak berhenti sebagai konsep akademik. Melalui dukungan pemerintah daerah dan dunia industri, model yang kami rumuskan dapat diimplementasikan secara bertahap dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat desa," kata Prof. Fauzan.

Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M. menyambut positif gagasan tersebut. Menurut Sanusi, Pemerintah Kabupaten Malang memang terus mendorong penguatan Koperasi Desa Merah Putih sebagai instrumen pembangunan ekonomi kerakyatan.

Dalam audiensi itu, Sanusi menjelaskan bahwa pembentukan KDMP di Kabupaten Malang telah berkembang melalui beberapa pola sesuai kondisi desa masing-masing. Secara umum, terdapat tiga model pembentukan yang berkembang di lapangan, yakni membentuk koperasi baru, mengembangkan koperasi yang sudah ada menjadi KDMP, serta melakukan revitalisasi atau transformasi koperasi yang sebelumnya kurang aktif agar menjadi KDMP. Ketiga pendekatan tersebut dipilih agar setiap desa memiliki fleksibilitas dalam menyesuaikan dengan kondisi kelembagaan dan potensi lokal.

Suasana audiensi berlangsung hangat. Dalam berbagai tanggapannya, Sanusi beberapa kali mengutip ayat Al-Qur'an dan hadis untuk menegaskan pentingnya amanah, gotong royong, serta keadilan dalam membangun ekonomi masyarakat. Gaya penyampaiannya yang kerap mengaitkan kebijakan publik dengan nilai-nilai keislaman membuat diskusi berlangsung seperti forum keilmuan bersama seorang kiai.

"Kalau ekonomi dibangun dengan kejujuran, amanah, dan semangat saling membantu, insya Allah manfaatnya akan dirasakan masyarakat," ujar Sanusi dalam pertemuan tersebut.

Setelah mendengarkan paparan dan rencana kolaborasi antara tim peneliti UIN Malang dengan DBMWork Solusi Indonesia, Bupati Malang menyatakan dukungannya terhadap pengembangan model tersebut.

Sebagai tindak lanjut, Sanusi meminta agar pembahasan teknis segera dilakukan bersama Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Malang beserta jajaran dinas agar konsep hasil penelitian dapat diselaraskan dengan program pengembangan koperasi yang sedang dijalankan Pemerintah Kabupaten Malang. Dinas Koperasi dan Usaha Mikro merupakan perangkat daerah yang menangani urusan kelembagaan, pemberdayaan, dan pengawasan koperasi di Kabupaten Malang.

Sementara itu, Bung Tomo menilai hasil penelitian Prof. Fauzan memiliki kekuatan karena tidak hanya menawarkan konsep pemberdayaan masyarakat, tetapi juga membuka ruang integrasi dengan teknologi digital.

Menurut dia, sistem digital yang tengah disiapkan DBMWork dapat digunakan untuk mendukung pendataan anggota, pemetaan aset desa, pengawasan aktivitas koperasi, hingga evaluasi kinerja secara real time.

"Kalau model kelembagaan yang disusun UIN Malang dipadukan dengan sistem digital, maka tata kelola koperasi akan semakin transparan, akuntabel, dan mudah direplikasi ke daerah lain," ujarnya.

Audiensi tersebut menjadi langkah awal menuju sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan dunia usaha dalam memperkuat implementasi Koperasi Desa Merah Putih. Bagi tim peneliti, dukungan pemerintah daerah menjadi modal penting agar hasil riset tidak berhenti sebagai dokumen akademik, melainkan berkembang menjadi model pembangunan ekonomi desa yang dapat diterapkan secara luas.





Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bupati Malang Dukung Kolaborasi Riset UIN Maliki dan Dunia Industri untuk Penguatan Koperasi Merah Putih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now