Banner Iklan

Peluru Nyasar Kembali Terjang Permukiman Warga Alastlogo, BEMPAS Soroti Dugaan Intimidasi Saat Warga Cari Kejelasan

Anis Hidayatie
23 Juli 2026 | 16.00 WIB Last Updated 2026-07-23T09:00:40Z

 

Proyektil peluru yang dilaporkan menghantam tembok, menghancurkan genting, hingga merusak kandang kambing warga. 

PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Tragedi peluru nyasar kembali menghantui warga Desa Alastlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan. Pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, ketenangan warga di siang hari mendadak pecah oleh rentetan suara benturan keras akibat proyektil yang menembus sejumlah bangunan di area permukiman.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sedikitnya empat rumah warga dilaporkan terdampak insiden ini. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Namun, kerusakan material tak dapat dihindari. Proyektil peluru dilaporkan menghantam tembok, menghancurkan genting, hingga merusak kandang kambing. Salah satu titik kerusakan terpantau di kediaman warga Desa Alastlogo, di mana sebuah proyektil ditemukan menembus atap rumahnya.

Kejadian yang berulang ini kontan memicu kepanikan luar biasa. Warga yang trauma berhamburan keluar dan berbondong-bondong memeriksa lokasi terdampak. Di tengah situasi yang penuh kecemasan tersebut, masyarakat berinisiatif mendatangi pihak Pusat Latihan Pertempuran (Puslatpur) terdekat untuk menanyakan kejelasan terkait peluru yang mengancam ruang hidup mereka.

Namun, iktikad warga untuk meminta penjelasan ke pihak Puslatpur justru diwarnai kejadian yang kurang mengenakkan. Berdasarkan laporan yang diterima di lapangan, diduga terjadi tindakan intimidasi secara verbal berupa bentakan dengan nada tinggi oleh oknum TNI berpangkat Mayor terhadap masyarakat yang datang. Sikap arogansi kepada warga sipil yang sedang ketakutan ini sangat disesalkan, mengingat kedatangan mereka murni didorong oleh kepanikan atas keselamatan nyawa dan keluarga.

Hingga berita ini diturunkan, meski proyektil peluru tersebut diduga kuat berasal dari aktivitas latihan militer TNI di kawasan sekitar, kepastian asal muasal peluru tersebut masih dalam tahap penyelidikan pihak berwenang dan belum ada kesimpulan akhir secara resmi. Pihak Puslatpur 3 Grati, melalui Paur PAM Lettu Marinir Sutikno, menyatakan bahwa institusinya masih mendalami dan melakukan pengecekan menyeluruh di lapangan, mengingat informasi awal yang diterima dinilai masih simpang siur.

Menyikapi dinamika di lapangan, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Pasuruan terus melakukan pemantauan ketat. BEMPAS menggarisbawahi bahwa, terlepas dari proses investigasi kepemilikan peluru yang masih berjalan, segala bentuk dugaan arogansi dan intimidasi verbal terhadap warga sipil yang sedang panik sama sekali tidak dapat dibenarkan.

Peristiwa ini juga secara tidak langsung kembali membuka luka lama masyarakat terkait sengketa agraria berkepanjangan di kawasan Lekok dan Nguling yang tak kunjung menemukan titik terang dari pemerintah pusat. BEMPAS mendorong agar insiden peluru nyasar ini diusut secara transparan, obyektif, dan komprehensif, sembari memastikan bahwa keamanan warga sipil di sekitar area latihan harus selalu menjadi prioritas utama, tanpa ada lagi ruang bagi pendekatan yang mengintimidasi rakyat.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Peluru Nyasar Kembali Terjang Permukiman Warga Alastlogo, BEMPAS Soroti Dugaan Intimidasi Saat Warga Cari Kejelasan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now