Banner Iklan

Bawa IKM Bojonegoro Go Internasional! FEB UMM Gandeng Dekranasda Latih Pelaku Usaha Tembus Pasar Global

Anis Hidayatie
23 Juli 2026 | 14.19 WIB Last Updated 2026-07-23T07:21:26Z

 

Sesi foto bersama jajaran FEB UMM dan pengurus Dekranasda Bojonegoro dalam rangkaian acara pelatihan peningkatan kapasitas IKM di Ballroom Eastern Hotel.

BOJONEGORO | JATIMSATUNEWS.COM:  Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengambil langkah taktis dengan menggandeng Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bojonegoro. Kolaborasi esensial ini bertujuan kuat untuk mendongkrak daya saing Industri Kecil dan Menengah (IKM) lokal agar siap unjuk gigi di pasar global.

Langkah konkret ini direalisasikan melalui program pelatihan peningkatan kapasitas bagi para IKM binaan Dekranasda yang dilangsungkan di Ballroom Eastern Hotel Bojonegoro, Selasa (21/7/2026). Agenda ini menjadi bukti nyata sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam memfasilitasi transformasi pelaku usaha untuk beradaptasi dengan tren pasar internasional.

Selama kegiatan berlangsung, tim dosen ahli dari FEB UMM turun langsung memberikan materi krusial yang berorientasi pada penguatan kapasitas bisnis. Beberapa materi dan pendampingan intensif yang diberikan meliputi:

Strategi membangun daya saing usaha di era modern.

Inovasi pengembangan produk untuk menciptakan nilai tambah tinggi.

Teknik penguatan branding produk lokal.

Optimalisasi pemasaran digital dan pemanfaatan platform e-commerce lintas negara.

Simulasi strategi memasuki pasar ekspor yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing usaha.

Wujud Nyata Pengabdian Masyarakat

Wakil Dekan I FEB UMM, Dr. Yuni Latifah S.E., M.AK., menjelaskan bahwa kerja sama dengan Dekranasda Bojonegoro ini merupakan wujud nyata implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya di bidang pengabdian masyarakat. UMM berkomitmen untuk terus hadir memberikan solusi aplikatif berbasis keilmuan demi kemandirian pelaku usaha.

"Potensi produk kerajinan dan IKM Bojonegoro ini sangat besar. Dengan penguatan kapasitas, inovasi, dan strategi pemasaran yang tepat, produk-produk lokal memiliki peluang yang semakin luas untuk memasuki pasar internasional," tegas Dr. Yuni di hadapan para peserta.

Apresiasi Dekranasda: Elevasi Kualitas SDM

Senada dengan hal tersebut, Ketua Dekranasda Kabupaten Bojonegoro, Dr. Hj. Cantika Wahono, memberikan apresiasi penuh atas keterlibatan Kampus Putih UMM. Ia menilai sinergi ini adalah langkah strategis untuk mengelevasi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) IKM agar tidak tertindas oleh pesatnya persaingan industri kreatif global.

"Sinergi bersama FEB UMM ini sangat luar biasa. Langkah ini diharapkan tidak hanya sekadar meningkatkan kualitas produk kerajinan, tetapi juga secara pasti memperluas akses pasar sehingga mampu memberikan nilai tambah yang nyata bagi perputaran perekonomian daerah Bojonegoro," ungkap Dr. Cantika.

Selain pemaparan materi, acara ini juga diperkaya dengan sesi diskusi interaktif yang melibatkan akademisi, perwakilan pemerintah, dan pelaku IKM. Sesi ini membedah berbagai tantangan riil di lapangan, mulai dari minimnya standardisasi kualitas, hambatan inovasi, hingga perlunya adaptasi teknologi pemasaran digital.

Kolaborasi ini membawa pesan penting bahwa pengembangan IKM memerlukan ekosistem yang terintegrasi. Kini, para pelaku IKM Bojonegoro didorong untuk membuang keraguan, terus berinovasi, dan memanfaatkan literasi digital secara maksimal agar tidak hanya jago kandang, tetapi juga tangguh di pasar dunia.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bawa IKM Bojonegoro Go Internasional! FEB UMM Gandeng Dekranasda Latih Pelaku Usaha Tembus Pasar Global

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now