Wamendag Dyah Roro dialog interaktif dengan siswa Sekolah Garuda Transformasi MAN 2 Kota Malang dalam bahasa Inggris
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Prestasi gemilang yang terus ditorehkan MAN 2 Kota Malang di tingkat nasional hingga internasional mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah pusat, diantaranya Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Republik Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri, B.A., M.Sc.. Dalam sambutan ia menegaskan bahwa MAN 2 Kota Malang merupakan contoh nyata lembaga pendidikan yang mampu mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Kunjungan Wamendag disambut hangat oleh Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang H. Achmad Shampton, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Malang Dr. Eko Sri Yuliadi, Kepala MAN 2 Kota Malang Dr. Samsudin, M.Pd., para guru, serta ratusan siswa.
Dalam arahannya, Wamendag menegaskan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tengah memprioritaskan pembangunan kualitas SDM melalui berbagai program strategis, salah satunya Sekolah Garuda.
Menurutnya, Indonesia saat ini berada pada momentum bonus demografi dengan sekitar 68 persen penduduk berada pada usia produktif. Kondisi tersebut harus dimanfaatkan melalui peningkatan kualitas pendidikan, pemenuhan gizi, serta layanan kesehatan yang memadai.
"Sekolah Garuda merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang dilandasi perhatian besar terhadap masa depan generasi muda. Hingga tahun 2029 pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 100 Sekolah Garuda yang tersebar merata dari Sabang sampai Merauke," ujar Wamendag.
Ia menjelaskan, pembangunan SDM unggul tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur pendidikan, tetapi juga melalui penyediaan fasilitas pembelajaran yang mampu melahirkan generasi berdaya saing global.
Wamendag Dyah Roro dan Walikota Wahyu bersama para siswi MAN 2 Kota MalangWamendag pun memberikan apresiasi atas berbagai prestasi yang berhasil diraih siswa MAN 2 Kota Malang hingga level internasional.
Selain berbicara mengenai penguatan kualitas pendidikan di hadapan ribuan siswa Wamendag juga memberikan pembekalan karakter kepada para siswa.
Ia menyampaikan tiga kunci sukses yang harus dimiliki generasi muda, yakni selalu memulai hari dengan rasa syukur, bersikap proaktif dalam belajar, serta berani keluar dari zona nyaman untuk berkembang.
"Pertama, kita harus mengawali hari dengan rasa syukur. Kedua, harus selalu proaktif mengambil peluang belajar. Ketiga, berani keluar dari zona nyaman agar bisa terus bertumbuh," pesannya.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kecerdasan akademik saja tidak cukup tanpa didukung karakter yang baik, kecerdasan emosional (EQ), serta integritas.
Secara khusus, Wamendag mengajak seluruh siswa menjaga budaya saling menghormati dan menghentikan segala bentuk perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.
"Tinggikan budi pekerti dan sopan santun. Kakak kelas harus membimbing dan merangkul adiknya, tidak boleh ada lagi bullying. Keberhasilan masa depan sangat ditentukan oleh kemampuan bekerja sama dan menghargai keberagaman," tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wamendag juga mengaitkan pentingnya peningkatan kualitas SDM dengan pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurutnya, SDM yang unggul akan meningkatkan produktivitas sehingga mampu menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap berada di atas lima persen.
Karena itu, Kementerian Perdagangan berencana memperluas program pembekalan kewirausahaan hingga jenjang sekolah menengah, sebagai pengembangan dari program Campuspreneur yang selama ini diterapkan di perguruan tinggi.
"Kita ingin melahirkan semakin banyak wirausahawan muda dari lingkungan sekolah agar generasi Indonesia semakin mandiri, kreatif, dan siap bersaing di pasar global," katanya.
Kepala Kemenag Kota Malang Gus Achmad Shampton dan Kepala MAN 2 Kota Malang H. SamsudinSementara itu, Kepala MAN 2 Kota Malang Dr. H Samsudin, M.Pd. memaparkan perjalanan panjang madrasah yang dipimpinnya.
Ia menjelaskan, lembaga tersebut berdiri sejak 1956 sebagai Pendidikan Guru Agama (PGA), berubah menjadi MAN 3 Malang pada 1992, hingga resmi menjadi MAN 2 Kota Malang pada 2018.
Saat ini, MAN 2 Kota Malang memiliki 1.572 siswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai Aceh hingga Papua. Sebanyak 700 siswa tinggal di Ma'had Al-Qalam, dengan pembinaan yang didukung 217 guru dan tenaga kependidikan.
Prestasi yang diraih pun sangat membanggakan. Sepanjang 2025, MAN 2 Kota Malang berhasil mengoleksi 1.139 trofi dan penghargaan, sehingga memperoleh penghargaan dari Kementerian Agama RI sebagai madrasah penyumbang medali internasional terbanyak selama tiga tahun berturut-turut.
Madrasah ini juga sukses menjadi Juara Umum Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan Juara Umum Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) selama dua tahun berturut-turut, termasuk OPSI 2026.
Tak hanya itu, MAN 2 Kota Malang kini telah ditetapkan sebagai Sekolah Garuda Transformasi Indonesia serta menjadi sekolah mitra Bridge Australia, program kerja sama pendidikan Indonesia-Australia.
H. Samsudin juga mengungkapkan sederet capaian terbaru para siswanya di tingkat dunia.
"Baru tiga hari lalu siswa kami menyelesaikan International Chemistry Olympiad (IChO) di Uzbekistan dan berhasil meraih medali perunggu atas nama Ananda Khasan," ujarnya.
Selain itu, siswa MAN 2 Kota Malang juga meraih medali perak pada ajang riset internasional di Lithuania dan telah diterima melanjutkan pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Dalam waktu dekat, siswi bernama Salma akan mengikuti olimpiade internasional JINR di Italia, sementara tim MAN 2 Kota Malang juga bersiap berlaga pada International Junior Science Olympiad (IJSO) Global di London pada 2–6 Oktober mendatang.
Berbagai capaian tersebut semakin mengukuhkan MAN 2 Kota Malang sebagai salah satu madrasah unggulan Indonesia yang berhasil melahirkan generasi berprestasi, berkarakter, dan siap menjadi bagian dari SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045. ANS






Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?