MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Sebuah permata tersembunyi berwujud hamparan sawah hijau dan aliran sungai yang tenang menanti untuk dikembangkan di Desa Panggungrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Kawasan asri ini dinilai menyimpan prospek cemerlang untuk disulap menjadi destinasi wisata alam terpadu, yang menggabungkan asyiknya memancing, ketenangan untuk healing, serta edukasi pertanian.
Potensi besar ini mencuat usai tim peneliti dan jajaran perangkat Desa Panggungrejo menggelar survei lapangan pada Minggu (26/7/2026). Dalam blusukan tersebut, tim meninjau langsung kondisi lingkungan, denyut aktivitas warga, dan memetakan peluang ekonomi desa yang bersumber dari kekayaan alam sekitar.
Pantauan di lokasi, suasana di sepanjang aliran Kali Panggungrejo terasa sangat sejuk dan masih perawan. Aliran airnya yang tenang tampak membelah areal persawahan produktif penyokong utama pangan warga. Sebagai fasilitas pendukung alami, di beberapa titik bantaran sungai sudah berdiri gazebo-gazebo sederhana serta warung kopi milik warga lokal yang kerap menjadi jujugan tempat beristirahat.
Khairul, salah satu perangkat Desa Panggungrejo, menuturkan bahwa tanpa promosi besar-besaran pun, kawasan ini sejatinya sudah menjadi spot favorit warga sekitar untuk menyalurkan hobi memancing.
"Kalau malam Minggu, di sini bisa puluhan orang datang untuk memancing. Bahkan banyak yang memilih menginap sampai pagi karena suasananya tenang dan ikannya cukup banyak," ungkap Khairul saat mendampingi kegiatan survei.
Melihat animo tersebut, ia optimistis jika area ini dipoles dan ditata dengan fasilitas yang lebih representatif, Kali Panggungrejo bisa bertransformasi menjadi destinasi wisata minat khusus yang mampu memutar roda ekonomi kerakyatan.
Dukungan serupa juga dilontarkan oleh perangkat desa lainnya, Alvin. Menurutnya, pihak pemerintah desa saat ini tengah serius memetakan seluruh potensi kawasan untuk mematangkan konsep wisata berbasis pemberdayaan masyarakat (komunitas).
"Keunggulan utama tempat ini adalah suasananya yang benar-benar alami, akses jalan yang mudah dijangkau, dan lokasinya yang berada tepat di tengah kawasan pertanian. Pengunjung nantinya bisa menikmati view sawah, leyeh-leyeh di gazebo, jajan di warung warga, sambil asyik memancing," beber Alvin.
Sempat Menjadi Area Mina Padi
Menariknya, kawasan pengairan ini rupanya menyimpan jejak sejarah pertanian yang inovatif. Sebelumnya, lokasi ini pernah dijadikan area *pilot project program mina padi—sebuah metode cerdas yang memadukan tanam padi dan budidaya ikan dalam satu lahan. Program ini sempat mendulang sukses dengan meningkatnya hasil panen dan pundi-pundi rupiah petani.
Sayangnya, inovasi tersebut terpaksa mandek akibat serangan hama berang-berang liar yang kerap memangsa ikan budidaya. Tingginya angka kerugian membuat para petani akhirnya memutuskan untuk kembali menggarap lahan dengan sistem konvensional.
Kendati demikian, rekam jejak ekosistem yang baik ini menjadi modal berharga. Ke depan, kawasan ini akan dikonsep menjadi *"Healing Village"*. Nantinya, para pelancong tidak hanya bisa memancing, tetapi juga diajak menyusuri pematang sawah, melepas penat di gazebo, hingga mencicipi kuliner otentik pedesaan.
Langkah strategis pengembangan kawasan ini diproyeksikan tidak hanya akan mengangkat pamor pariwisata Desa Panggungrejo, tetapi juga siap menjadi katalisator kebangkitan UMKM, memberdayakan kelompok tani, serta membuka keran lapangan kerja baru bagi para pemuda dan pelaku usaha lokal.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?