Banner Iklan

Malang Fashion Runway 7 2026 Diikuti 58 Desainer, Model Cilik Antusias Jalan di Panggung Catwalk

JSN Admin 2
11 Juli 2026 | 21.06 WIB Last Updated 2026-07-11T14:06:47Z
Deretan model cilik juga ikut Malang Fashion Runway 7 2026 yang menampilkan beragam karya dari 58 desainer tanah air./dok.istimewa

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Malang Fashion Runway Series 7 Fantastica digelar pada Sabtu dan Minggu, 11–12 Juli 2026 di Grand Hall Malang Town Square (Matos).

Terselenggaranya agenda fesyen ini menunjukkan bahwa Kota Malang terus terlibat dalam mendukung kreativitas karya busana dari desainer lokal hingga nasional.

Bahkan, bakat-bakat peraga busana cilik pun terwadahi dalam Malang Fashion Runway 7 Fantastica ini.

Selain menjadi ruang bagi para desainer untuk menampilkan kreativitas, sektor ini juga berkembang sebagai salah satu penggerak ekonomi kreatif yang mampu membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, sekaligus memperkuat identitas budaya lokal.

Memasuki tahun ketujuh, MFR menghadirkan 58 desainer dari Kota Malang, berbagai kota/kabupaten di Jawa Timur, hingga sejumlah kota di Indonesia.

Tema yang diusung adalah Fantastica dengan misi mengajak para desainer menghadirkan karya yang memadukan kebebasan berimajinasi dengan keindahan estetika.

Konsep tersebut diwujudkan melalui tiga filosofi utama, yakni The Unbound Imagination, The Refined Beauty, dan The Sacred Seven, yang menjadi simbol perjalanan tujuh tahun MFR sebagai wadah tumbuhnya industri fashion kreatif.

Agenda ini turut dihadiri Regional Mall Director Lippo Malls Jawa Timur, Fifi Trijanti. Dalam sambutannya, ia mengatakan Malang Fashion Runway tidak sekadar menghadirkan pertunjukan busana, tetapi menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan desainer, pelaku industri kreatif, UMKM, brand, hingga masyarakat dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

"Industri fashion memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus memperkuat identitas budaya Indonesia melalui karya-karya yang inovatif dan berdaya saing," ungkap Fifi (11/7).

"Melalui MFR, kami ingin menghadirkan panggung yang mampu melahirkan talenta-talenta baru sekaligus memperluas peluang kolaborasi bagi para pelaku industri fashion," imbuhnya.

Menurut Fifi, Malang Town Square selain menjadi pusat perbelanjaan, juga menjadi ruang berkembangnya komunitas kreatif. Terbukti dengan berbagai kegiatan telah digelar di Matos dan diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi sekaligus mengukuhkan Kota Malang sebagai salah satu destinasi industri kreatif di Indonesia.

Di dalam rangkaian acara MFR Series #7 juga menghadirkan Bazaar Fashion pada 8–12 Juli 2026 di Hall Lobby Utama Matos.

Beragam produk fesyen, kosmetik, karya desainer, tenant Matos, hingga produk UMKM lokal ditampilkan di bazar tersebut, sehingga masyarakat tidak hanya menikmati peragaan busana, tetapi juga dapat berbelanja langsung produk kreatif karya anak bangsa.

Penyelenggaraan tahun ini turut dimeriahkan berbagai pertunjukan pendukung, seperti History Maker Dancer, Theatrical Dance by Patricia Dancer, hingga Fashion Kids, yang seluruhnya dikemas secara profesional di bawah arahan koreografer Agoeng Soedir Poetra.

Kemudian, salah satu desainer yang menampilkan karyanya adalah Zizi dengan menghadirkan koleksi bernama Eclipse.

Eclipse karya Feyzion by Zizi dari Dekranasda Kota Malang mengusung tema yang terinspirasi dari makna gerhana yang bukan diartikan sebagai hilangnya cahaya, melainkan perpaduan harmonis antara sisi gelap dan terang yang melahirkan karakter baru.

"Kami berani memadukan kontras antara gelap dan terang menjadi satu karakter baru. Unsur gelap diwujudkan melalui leather hitam dengan teknik jahit sashiko, sedangkan sisi terang menggunakan upcycled denim yang dipadukan cotton shimmer bernuansa light, gold, dan blue," ungkap Zizi.

Saat ini Zizi mengaku telah memasuki tahun keempat berkarya dengan menghasilkan sekitar 10 hingga 12 seri koleksi yang mencakup hampir 200 busana. Seluruh desain dibuat secara one piece, sehingga tidak diproduksi ulang setelah terjual.

Koleksi yang masih tersedia juga dapat disewa melalui Fashion Room di Malang Creative Center (MCC).

Menurut Zizi, tantangan terbesar bukan hanya menciptakan desain baru, tetapi menjaga konsistensi karakter merek sekaligus mengubah pandangan masyarakat terhadap limbah jeans.

"Kami ingin menunjukkan bahwa limbah denim bukan sampah, tetapi bisa menjadi karya fesyen premium yang memiliki nilai artistik tinggi," bebernya.

Feyzion by Zizi menjaga keberlanjutan bahan baku dengan rutin mengadakan program Regeneration, yakni pengumpulan donasi limbah jeans sebanyak tiga kali setiap tahun sebagai bahan utama proses produksi.

Koleksi mereka dipasarkan dengan harga mulai Rp1,5 juta hingga Rp2,5 juta per set dan banyak digunakan oleh MC, penyanyi, penari, duta wisata, musisi, hingga artis.

Ada juga kalangan muda menyewa koleksi Feyzion by Zizi untuk kebutuhan pertunjukan, pemotretan, maupun acara khusus karena desainnya yang eksklusif dan tidak diproduksi massal.

Selain deretan lini busana yang ditampilkan peraga-peraga remaja dan dewasa muda yang salah satunya ditampilkan oleh Feyzion by Zizi, ada pula karya busana yang diperuntukkan anak-anak.

Peraganya pun tentu anak-anak yang sesuai dengan usia sasaran dari karya busana tersebut.

Keberadaan edisi ketujuh MFR ini diharapkan oleh pihak Matos mampu terus melahirkan desainer-desainer baru, memperluas apresiasi masyarakat terhadap karya fesyen Indonesia, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia usaha, pemerintah, dan pelaku industri kreatif.

Konsistensi MFR juga menjadi bagian dari upaya mengukuhkan Kota Malang selain sebagai kota pendidikan dan pariwisata, juga sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri fesyen dan ekonomi kreatif di tingkat nasional.

Dokumentasi Malang Fashion Runway Series 7 Fantastica 2026 di Matos (dok.istimewa):







***

Editor: YAN


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Malang Fashion Runway 7 2026 Diikuti 58 Desainer, Model Cilik Antusias Jalan di Panggung Catwalk

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now