MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Koperasi Setia Budi Wanita (SBW) Jawa Timur kembali membuktikan komitmennya dalam mengembangkan ekonomi dan kesejahteraan anggota. Tidak main-main, koperasi yang dikenal dengan sistem tanggung renteng ini resmi memulai pembangunan (groundbreaking) unit usaha ke-6 mereka di bidang kesehatan, yakni Klinik BPJS Kesehatan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Klinik Kecantikan.
Fasilitas kesehatan terpadu ini berlokasi strategis di kawasan kantor pusat Koperasi SBW, Jalan Teluk Etna, Kota Malang. Menariknya, gedung yang akan digunakan merupakan hasil revitalisasi area yang sebelumnya hanya difungsikan sebagai gudang dan ruang arsip.
Ketua Koperasi SBW Jawa Timur, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP., menjelaskan bahwa ekspansi bisnis ini bukanlah langkah yang mendadak, melainkan amanat resmi dari Rapat Anggota Rencana Kerja (RARK) Koperasi SBW yang telah diputuskan pada bulan November tahun lalu.
"Hari ini kita laksanakan peletakan batu pertama untuk pengembangan usaha SBW di bidang kesehatan. Kenapa baru sekarang? Karena kita harus melengkapi seluruh administrasi terlebih dahulu secara matang, dan tentunya mencari hari baik setelah bulan Suro," ungkap Sri Untari saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Berdayakan Anggota, Target Rampung Desember
Pengerjaan fisik klinik ini ditargetkan selesai pada akhir Desember mendatang. Sri Untari memproyeksikan, grand launching fasilitas kesehatan ini akan menjadi kado istimewa karena digelar bertepatan dengan Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Koperasi SBW pada 30 Desember nanti. Pihaknya juga tengah menyiapkan soft launching agar pelayanan kepada masyarakat bisa segera berjalan secara bertahap selama proses finalisasi.
Klinik ini melengkapi daftar panjang kesuksesan portofolio bisnis Koperasi SBW. Sebelumnya, koperasi ini telah sukses mengelola lima lini bisnis utama, antara lain:
- Unit Simpan Pinjam (SP)
- Toko/Ritel
- Kavling Tanah
- Kafe
- Transportasi/Rental Mobil
Dalam operasionalnya nanti, SBW akan memprioritaskan pemberdayaan anggota sendiri yang berprofesi sebagai tenaga medis, mulai dari dokter umum hingga dokter gigi. Khusus untuk Klinik Kecantikan, SBW akan menggandeng praktisi ahli dan dokter umum bersertifikat estetika medis guna menjamin mutu pelayanan.
Buka untuk Umum, Anggota Tetap Prioritas SHU
Meski berstatus sebagai unit usaha koperasi, layanan klinik kesehatan dan kecantikan ini nantinya terbuka lebar untuk masyarakat umum. Namun, Sri Untari menegaskan bahwa anggota koperasi akan tetap mendapatkan keistimewaan.
"Layanan ini terbuka untuk masyarakat umum. Namun khusus bagi anggota Koperasi SBW, seluruh transaksi penggunaan layanan—baik di klinik, toko, hingga rental mobil—akan dicatat dan dikembalikan manfaatnya dalam bentuk Sisa Hasil Usaha (SHU)," tegas legislator asal Malang Raya tersebut.
Kinerja Keuangan Melesat Tajam di 2026
Selain inovasi di bidang kesehatan, Koperasi SBW juga mencatatkan torehan kinerja keuangan yang sangat positif. Sepanjang semester pertama tahun 2026 ini, ketercapaian target omset diklaim melesat tajam dibandingkan tahun sebelumnya.
"Alhamdulillah kinerja usaha berjalan sangat baik. Jika pada tahun 2025 ketercapaian target omzet berada di angka 84 persen, maka di semester pertama tahun 2026 ini sudah menembus angka 96 persen. Kita sangat optimis sisa target 4 persen dapat terlampaui dengan mudah di semester berikutnya," pungkas Sri Untari dengan penuh optimisme. (Red)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?