Banner Iklan

Lailatul Ijtima MWCNU Widodaren Semarakkan Hari Jadi Ngawi, Ratusan Jamaah Ikuti Istighosah dan Mauidhoh Hasanah

Admin Cyber
07 Juli 2026 | 14.12 WIB Last Updated 2026-07-07T07:13:04Z

Ratusan jamaah memadati kegiatan Lailatul Ijtima dan Istighosah Spesial Hari Jadi Kabupaten Ngawi yang digelar MWCNU Widodaren pada bulan Muharram 1448 H.Foto/Dok:Qony.


NGAWI | JATIMSATUNEWS.COM

Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Ngawi sekaligus mengisi keberkahan bulan Muharram 1448 Hijriah, MWCNU Widodaren menggelar kegiatan Lailatul Ijtima dan Istighosah yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, Senin malam (7/7/2026). Kegiatan yang dipusatkan di wilayah Ranting NU Gendingan tersebut menghadirkan Ustadz Muhammad Nur Fathoni serta penampilan Hadrah As Syakeer dan dihadiri ratusan jamaah Nahdliyin dari berbagai desa di Kecamatan Widodaren.

Acara diawali dengan pembacaan istighosah, sholawat Al Barzanji, serta lantunan hadrah yang menambah suasana religius dan menyejukkan hati para jamaah. Kegiatan rutin warga Nahdlatul Ulama ini menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menjalankan roda organisasi dan pengabdian kepada masyarakat.

Kyai Supriyanto selaku Ketua Tanfidziyah Ranting NU Gendingan yang bertindak sebagai shohibul bait menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara, khususnya Hadrah As Syakeer serta para jamaah yang hadir dengan penuh antusias.

 Antusias jamaah hadir di acara Lailatul Ijtima penuh barokah MWCNU Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi Jawa Timur


Sementara itu, Ketua Tanfidziyah MWCNU Widodaren, Kyai Daud Sunaryo, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga persatuan, kebersamaan, serta saling menghormati peran masing-masing dalam perjuangan organisasi. Menurutnya, kemajuan organisasi tidak dapat dicapai tanpa adanya sinergi dan kekompakan seluruh elemen Nahdlatul Ulama.

Memasuki sesi Mauidhoh Hasanah, Ustadz Muhammad Nur Fathoni dari Kebakkramat, Karanganyar, berhasil mencairkan suasana dengan parikan khas Jawa yang mengundang senyum para jamaah.

“Ngaji yang semangat njih, siji tambah papat sama dengan lima. Sing ngajine semangat, tak dongakne ahli swarga. Tapi nak ngajine ora semangat tak dongakne bojone rabi maneh,” ujarnya yang langsung disambut gelak tawa dan tepuk tangan jamaah.

Dalam ceramahnya, dai muda kelahiran tahun 1996 tersebut mengajak jamaah untuk memahami hakikat takdir dengan benar. Menurutnya, setiap manusia wajib berikhtiar semaksimal mungkin, namun tetap harus memiliki sikap menerima dan berserah diri terhadap ketentuan Allah SWT setelah usaha dilakukan.

Ia juga mengingatkan bahwa bulan Muharram merupakan salah satu bulan mulia yang memiliki banyak keutamaan. Oleh karena itu, momentum tersebut hendaknya dimanfaatkan untuk memperbanyak amal ibadah, memperkuat silaturahmi, dan meningkatkan kualitas diri menjadi pribadi yang lebih baik.

“Pengajian sing kadhos ngeteniki manfangate gedhe banget. Sop wonge niat silaturahim, niku dowo umur jembar rezekine. Kuncine wong seda khusnul khotimah niku, gesange istiqomah,” tutur Ustadz Muhammad Nur Fathoni.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh warga Nahdliyin agar menjadikan kegiatan pengajian sebagai sarana memperbaiki diri secara berkelanjutan. Setiap hari harus menjadi lebih baik daripada hari sebelumnya sehingga termasuk golongan orang-orang yang beruntung sebagaimana diajarkan dalam ajaran Islam.

Menurutnya, ilmu yang diperoleh dalam majelis taklim tidak cukup hanya didengar, tetapi harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari agar memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat luas.

Kegiatan Lailatul Ijtima yang rutin digelar setiap Senin malam Selasa Kliwon oleh MWCNU Widodaren tersebut senantiasa dirangkai dengan istighosah dan pembacaan sholawat Al Barzanji sebagai ikhtiar membersihkan hati dan mempersiapkan diri untuk menerima ilmu yang bermanfaat.

Acara berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh khidmah hingga selesai. Seluruh badan otonom (Banom) NU turut hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut, sementara pengamanan dilakukan oleh Banser Widodaren sehingga seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar dan penuh keberkahan.(Qony)

Editor:SM


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Lailatul Ijtima MWCNU Widodaren Semarakkan Hari Jadi Ngawi, Ratusan Jamaah Ikuti Istighosah dan Mauidhoh Hasanah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now