Banner Iklan

H.Indra Permana Tentang Pelibatan Kantin Sekolah dalam Program MBG, Yang Penting Siap dalam Segala Hal

Admin JSN
07 Juli 2026 | 14.08 WIB Last Updated 2026-07-07T07:08:34Z
Anggota DPRD Kota Malang, H. Indra Permana, SE., MM.

MALANG |JATIMSATUNEWS.COM: Pemerintah terus mematangkan rencana pelibatan kantin sekolah dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memastikan makanan yang diterima peserta didik tetap aman, bergizi, dan memenuhi standar kualitas. Saat ini, skema tersebut masih dalam tahap penyusunan dengan mengedepankan standar operasional, keamanan pangan, serta kesiapan setiap sekolah sebelum diimplementasikan secara luas.

Anggota DPRD Kota Malang, H. Indra Permana, SE., MM., menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah tersebut. Menurutnya, pelibatan kantin sekolah merupakan gagasan yang layak dikembangkan karena tidak hanya mendukung kelancaran Program MBG, tetapi juga berpotensi menggerakkan ekonomi di lingkungan sekolah.

"Program Makan Bergizi Gratis merupakan investasi besar pemerintah untuk meningkatkan kualitas generasi muda Indonesia. Karena itu, saya mendukung apabila kantin sekolah dilibatkan, selama seluruh prosesnya dipersiapkan dengan matang dan mengutamakan kepentingan peserta didik," ujar Indra Permana.

Ia menilai pelibatan kantin sekolah dapat menjadi solusi untuk mempercepat distribusi makanan sekaligus memberdayakan pelaku usaha yang berada di lingkungan sekolah. Namun, menurutnya, keberhasilan program sangat bergantung pada kesiapan setiap satuan pendidikan.

"Kita tidak boleh terburu-buru. Keamanan pangan, kualitas makanan, kebersihan, dan kecukupan gizi harus menjadi syarat utama. Jangan sampai tujuan baik program ini justru terganggu karena kesiapan yang belum maksimal," katanya.

Indra menjelaskan bahwa kantin sekolah yang akan menjadi bagian dari Program MBG harus memenuhi standar higiene, sanitasi, keamanan pangan, dan kecukupan gizi sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, diperlukan pengawasan yang melibatkan sekolah, pemerintah daerah, dinas terkait, serta tenaga ahli gizi agar kualitas makanan tetap terjamin.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam seluruh proses pengelolaan, mulai dari pengadaan bahan baku, penyusunan menu, hingga penggunaan anggaran. Menurutnya, tata kelola yang akuntabel akan meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan program berjalan sesuai tujuan.

Lebih lanjut, Indra Permana mengingatkan bahwa kondisi setiap sekolah berbeda-beda. Tidak semua kantin memiliki fasilitas, sumber daya manusia, maupun kapasitas produksi yang sama sehingga kebijakan tersebut tidak dapat diterapkan secara seragam.

"Karena itu, saya mendukung apabila pemerintah menerapkannya secara bertahap berdasarkan hasil asesmen kesiapan masing-masing sekolah. Sekolah yang sudah memenuhi standar dapat menjadi percontohan, sedangkan sekolah lainnya diberikan pendampingan hingga benar-benar siap. Dengan demikian, pelaksanaan Program MBG akan lebih efektif, aman, dan berkelanjutan," jelasnya.

Menurut Indra, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah, tenaga kesehatan, ahli gizi, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan Program MBG. Ia optimistis, dengan perencanaan yang matang dan pengawasan yang baik, pelibatan kantin sekolah akan memberikan manfaat besar, baik bagi peningkatan kualitas gizi peserta didik maupun pemberdayaan ekonomi di lingkungan sekolah.

"Yang terpenting adalah bagaimana kebijakan ini mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi anak-anak kita. Jika dipersiapkan dengan baik, saya yakin Program MBG akan menjadi salah satu program yang membawa dampak positif bagi dunia pendidikan dan masa depan generasi Indonesia," pungkasnya.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • H.Indra Permana Tentang Pelibatan Kantin Sekolah dalam Program MBG, Yang Penting Siap dalam Segala Hal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now