Banner Iklan

Jelang Muktamar NU, Pesantren Luhur Ciganjur Keluarkan 5 Seruan Moral: Kepemimpinan Harus Setia pada Akar Rumput!

Admin JSN
28 Juli 2026 • 18.48 WIB
Sesi foto bersama para narasumber dan peserta Halaqoh Pra-Muktamar NU usai acara di Pesantren Luhur Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (4/7/2026).

JAKARTA | JATIMSATUNEWS.COM: Menjelang perhelatan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU), Pesantren Luhur Ciganjur mengambil langkah proaktif dengan menggelar Halaqoh Pra-Muktamar bertajuk "Quo Vadis NU: Apakah NU Masih Milik Ummat?". Acara yang berlangsung di Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Sabtu malam (4/7/2026) ini secara khusus menyoroti arah gerak jam'iyah ke depan.

Kegiatan tersebut dibanjiri ratusan tamu undangan yang berasal dari lintas organisasi keagamaan, pelajar, hingga mahasiswa, dengan menghadirkan kader-kader muda NU sebagai panelis utama.

Dalam taujihnya, Pengasuh Pesantren Luhur Ciganjur, KH. Arief Rachman Hamid Baidlowi, mengingatkan kembali akar kekuatan jam'iyah yang telah berdiri seabad lamanya ini.

"Jarang ada organisasi yang dapat bertahan lebih dari 100 tahun, namun NU sepertinya bukanlah organisasi biasa karena bersandar pada kebijaksanaan dan barokahnya ulama Founding Father NU," dawuh KH. Arief Rachman.

Kritik Kepemimpinan dan Kembali ke Khittah Pelayanan

Nada yang lebih kritis disuarakan oleh Ketua Alumni Pesantren Luhur Ciganjur, KH. Syaifullah Amin. Ia menegaskan bahwa forum halaqoh ini lahir dari rahim keprihatinan generasi muda Nahdliyin melihat dinamika di tingkat elite pimpinan NU saat ini.

"NU bukan sekadar ajang perebutan posisi jabatan, sehingga pimpinan NU tidak perlu lagi sibuk memikirkan untuk setia kepada siapa, melainkan kesetiaan hanyalah diberikan kepada warga Nahdliyin," tegas pria yang akrab disapa Kang Amin ini.

Senada dengan hal tersebut, Lurah Pesantren Luhur Ciganjur, Muhammad Fadhil Bilad, memastikan bahwa halaqoh ini murni merupakan inisiatif gerak dari para santri dan alumni. Pihaknya ingin mempertanyakan kembali sejauh mana peran nyata NU di tengah masyarakat saat ini.

"Hari ini kita mempertanyakan di mana peran NU bagi masyarakat. Padahal dalam AD/ART NU Bab IV Pasal 9 poin b, c, dan d, sudah sangat jelas tertera amanat untuk membangun kualitas pendidikan, mendorong pemberdayaan kesehatan, advokasi masyarakat terpinggirkan, serta meningkatkan pendapatan masyarakat untuk kemakmuran yang merata," ungkap Bilad.

Lima Butir Seruan Moral Ciganjur

Sebagai konklusi dari diskusi panjang tersebut, Halaqoh Pra-Muktamar ini secara resmi menelurkan 5 butir Seruan Moral yang ditujukan sebagai alarm pengingat bagi arah gerak NU ke depan. Berikut rinciannya:

  1. Ke depan, NU tidak boleh terkooptasi oleh pemerintah.
  2. NU dalam menjalankan fungsinya harus berpegang teguh pada koridor AD/ART.
  3. NU harus lebih mengedepankan fungsi-fungsi kontribusi yang nyata kepada warga Nahdliyin.
  4. Fungsi keberpihakan pada warga Nahdliyin harus ditekankan pada fungsi advokasi, mendorong peningkatan ekonomi, serta pemerataan kemakmuran warga.
  5. Menyerukan agar para pimpinan NU senantiasa bertindak bijak dengan tidak berkonflik, demi terciptanya kondisi yang harmonis di lingkungan akar rumput Nahdliyin.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Jelang Muktamar NU, Pesantren Luhur Ciganjur Keluarkan 5 Seruan Moral: Kepemimpinan Harus Setia pada Akar Rumput!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?