Banner Iklan

Jelang Muktamar NU ke-35, DPD RI Ning Lia Napak Tilas ke Ponpes Canga'an Bangil: Sebut Sebagai 'Rumah Besar' Nahdlatul Ulama

Admin JSN
25 Juli 2026 | 06.45 WIB Last Updated 2026-07-24T23:45:21Z
Lia Istifhama (Ning Lia), Anggota DPD RI, saat memberikan sambutan dalam kunjungan napak tilas sejarah ke Pondok Pesantren Canga'an, Bangil, Pasuruan.

PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Menjelang perhelatan akbar Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Tambakberas, Jombang, Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Jawa Timur, Lia Istifhama, melakukan napak tilas sejarah ke Pondok Pesantren Canga'an, Bangil, Kabupaten Pasuruan, pada Rabu (22/7/2026).

Pesantren yang didirikan oleh Syekh Jalaluddin atau Mbah Lowo Ijo pada tahun 1710 Masehi ini memiliki akar sejarah yang sangat kuat. Oleh perempuan yang akrab disapa Ning Lia tersebut, Ponpes Canga'an bahkan dijuluki sebagai 'Rumah Besar' Nahdlatul Ulama.

Julukan ini bukan tanpa alasan. Pondok pesantren tua ini pernah menjadi kawah candradimuka tempat para muassis (pendiri) NU menimba ilmu. Nama-nama besar seperti Syaikhona Kholil Bangkalan, Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy'ari, hingga KH. Hasbullah (ayahanda KH. Wahab Hasbullah) tercatat pernah nyantri di tempat ini.

"Pondok Pesantren Canga'an ini punya nilai sejarah yang tinggi. Pondok ini bukan sekadar tua, tapi tempat menimba ilmu para pendiri NU. Jadi bisa dibilang titik awal NU berasal dari Pondok Canga'an," ungkap Ning Lia di sela-sela kunjungannya.

Lebih lanjut, Senator Jatim ini memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para dzurriyah (keturunan) pengasuh Pondok Pesantren Canga'an. Ia memuji komitmen teguh keluarga besar pondok dalam mempertahankan orisinalitas bangunan kuno serta eksistensi pendidikan santri.

Menurutnya, menjaga kelestarian pesantren tertua di tengah gerusan arus modernisasi dan lokasinya yang berada di jantung kota Bangil adalah sebuah perjuangan yang luar biasa.

"Saya sangat mengapresiasi keluarga besar Pondok Pesantren Canga'an yang tetap konsisten mempertahankan pesantren ini. Merawat Pesantren Canga'an sama dengan merawat sejarah NU. Sebab benang merah NU berasal dari sini," terang tokoh perempuan inspiratif Jatim ini.

Menariknya, kunjungan ini tak sekadar napak tilas organisasi bagi Ning Lia, melainkan juga sebuah perjalanan batin yang emosional. Pasalnya, sang ayah, almarhum KH. Masykur Hasyim, adalah salah satu alumni santri Ponpes Canga'an.

Ia mengaku hatinya bergetar hebat saat melangkahkan kaki memasuki Jerambah KH. Hasyim Asy'ari, sebuah aula bersejarah tempat sang ayah dulu mendaras kitab. Batinnya bahkan tertaut pada sebuah kamar—tepatnya kamar nomor dua sebelah kiri—yang ia yakini sebagai tempat tidur ayahnya semasa nyantri.

"Masyaallah, Pesantren Canga'an ini bukan saja bersejarah bagi Nahdlatul Ulama, tapi juga sangat personal bagi saya. Di sinilah ayah saya pernah menimba ilmu, sebelum akhirnya melanjutkan belajar ke Pesantren Tambakberas Jombang, yang kebetulan akan menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 NU nanti," pungkas Ning Lia dengan nada haru. 


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Jelang Muktamar NU ke-35, DPD RI Ning Lia Napak Tilas ke Ponpes Canga'an Bangil: Sebut Sebagai 'Rumah Besar' Nahdlatul Ulama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now