Banner Iklan

Jaga Jati Diri Bangsa, Sri Untari Dorong Penuh Aksara Jawa Jadi Mulok Wajib SMA/SMK Jatim

Admin JSN
15 Juli 2026 | 19.27 WIB Last Updated 2026-07-15T12:27:51Z

 

Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP., saat menerima kunjungan audiensi dari pengurus Paguyuban Aksara Jawa beserta perwakilan Dinas Pendidikan dan Disbudpar Jatim di ruang kerjanya.

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Upaya pelestarian warisan budaya adiluhung Nusantara di Jawa Timur mendapat angin segar. Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP., menyatakan komitmen dan dukungan penuhnya agar pembelajaran aksara Jawa (Hanacaraka) kembali dioptimalkan menjadi materi muatan lokal (Mulok) wajib bagi siswa-siswi jenjang SMA dan SMK di seluruh Jatim.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Sri Untari usai menerima kunjungan audiensi pengurus Paguyuban Aksara Jawa dari Kota Surabaya di ruang kerjanya, tepat setelah agenda Rapat Paripurna DPRD Jatim selesai digelar. Rombongan paguyuban tersebut dipimpin langsung oleh tokoh seni kenamaan yang juga mantan Ketua Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT), Mas Taufik Monyong.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh gagasan itu, Sri Untari memberikan apresiasi tinggi atas riset mendalam yang dipaparkan Mas Taufik mengenai rahasia di balik ketangguhan negara-negara maju, khususnya di kawasan Asia Timur.

"Negara-negara seperti Jepang, Korea, Cina, India, hingga Rusia bisa tumbuh menjadi bangsa yang sangat tangguh karena mereka teguh mempertahankan identitasnya. Mereka tidak mau menggunakan aksara yang bukan milik asli leluhur mereka," tutur Sri Untari mengutip intisari riset tersebut.

Berpijak dari fakta tersebut, politisi perempuan inspiratif asal Malang ini menilai sudah saatnya masyarakat Jawa mengenali kembali huruf-huruf asli peninggalan leluhur. Menurutnya, aksara Jawa bukanlah sekadar deretan simbol kuno, melainkan representasi kuat dari identitas budaya, pembentuk karakter, dan bukti peradaban tinggi yang telah mengakar ratusan tahun di Nusantara.

Inovasi Kartu Permainan Hanacaraka

Guna menjawab tantangan zaman dan mempermudah generasi milenial serta Gen Z dalam belajar, Paguyuban Aksara Jawa turut memamerkan metode pembelajaran yang inovatif dan jauh dari kesan membosankan.

Mereka menciptakan media belajar berupa kartu permainan yang dikonsep menyerupai kartu tarot maupun kartu remi. Di dalam lembaran kartu-kartu tersebut, disisipkan huruf-huruf Hanacaraka lengkap dengan simbol-simbol pendukungnya.

"Metode bermain ini sangat bagus karena membuat proses belajar menjadi jauh lebih mudah, cepat, dan interaktif bagi anak-anak kita," puji Sri Untari dengan antusias.

Selaras dengan Pergub Jatim No. 36/2024

Langkah Komisi E DPRD Jatim untuk mengawal kelestarian bahasa dan aksara Jawa ini rupanya tidak bertepuk sebelah tangan. Dalam audiensi yang juga dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jatim tersebut, terungkap bahwa payung hukum terkait hal ini sudah dipersiapkan oleh pemerintah provinsi.

"Pihak Dinas Pendidikan Jatim menyampaikan bahwa langkah ini sebenarnya sudah sangat selaras (matching) dengan regulasi kita, yaitu Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 36 Tahun 2024," jelas Sri Untari.

Sebagai informasi, regulasi tersebut secara spesifik mengatur tentang penerapan kurikulum muatan lokal bahasa dan aksara Jawa agar dapat diajarkan secara terstruktur di sekolah-sekolah se-Jawa Timur.

Di penghujung perbincangan, legislator yang juga aktif di ranah pemberdayaan ekonomi masyarakat ini kembali mengingatkan bahwa kemampuan menulis dan membaca aksara daerah adalah indikator utama kemajuan peradaban suatu bangsa.

"Seni tulis adalah bukti autentik bahwa suatu bangsa memiliki kebudayaan yang sangat tinggi. Dengan mengenali kembali aksara kita, kita menjaga agar jati diri, karakter, dan kebudayaan kita tidak mudah bergeser atau hilang tergerus derasnya perkembangan zaman," pungkas Sri Untari dengan optimis.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Jaga Jati Diri Bangsa, Sri Untari Dorong Penuh Aksara Jawa Jadi Mulok Wajib SMA/SMK Jatim

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now