Banner Iklan

Gebrakan Program JAGA NIKAH Hantarkan Pemerintah Kota Malang Raih PPA Award 2026

25 Juli 2026 | 17.42 WIB Last Updated 2026-07-25T10:42:02Z

Gelaran Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat Kota Malang yang berlangsung meriah di Gedung Malang Creative Center (MCC), Sabtu (25/7/2026), menjadi panggung apresiasi tinggi bagi Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang. Instansi vertikal ini dinilai menjadi aktor krusial di balik kesuksesan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyabet Juara I Penilaian Kinerja Pencegahan Perkawinan Anak (PPA Award) Provinsi Jawa Timur Tahun 2026.

Sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi nyata tersebut, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyerahkan secara langsung penghargaan apresiasi kepada Kepala Kantor Kemenag Kota Malang di hadapan ratusan undangan dan perwakilan anak-anak se-Kota Malang.

Penghargaan PPA Award tingkat Jatim itu sejatinya telah diserahkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifah Fauzi, didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya pada akhir Juni lalu (29/6/2026). Namun, bagi Pemkot Malang, trofi tersebut tidak akan bisa dibawa pulang tanpa adanya kerja keras jajaran Kemenag dalam membentengi moral remaja di Kota Pendidikan ini.

Kemenag Kota Malang sukses memikat tim juri berkat gebrakan radikalnya lewat program "JAGA NIKAH" (Gerakan Bersama Pencegahan Perkawinan Anak). Melalui program ini, Kemenag secara masif menerjunkan timnya setiap hari Rabu untuk menggelar Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) dan Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) langsung ke sekolah-sekolah dan madrasah secara bergiliran.

Langkah preventif ini terbukti efektif menekan angka permohonan dispensasi nikah. Para siswa diberikan edukasi mendalam mengenai pembangunan karakter, kesehatan reproduksi, hingga bahaya pergaulan bebas. Pola pikir para remaja distimulasi agar lebih fokus menggapai mimpi dan menuntaskan wajib belajar 12 tahun, ketimbang terburu-buru mengambil keputusan untuk menikah di usia dini.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan, intervensi pencegahan pernikahan dini memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen, tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah semata.

"Keberhasilan meraih Juara I PPA Award ini adalah buah sinergi yang kokoh dengan instansi vertikal seperti Kemenag dan Pengadilan Agama, hingga ormas keagamaan dan komunitas di tingkat RT/RW. Kemenag telah luar biasa menjadi garda terdepan lewat edukasi di sekolah-sekolah," ujar pria yang akrab disapa Pak Mbois tersebut.

Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito W., S.STP, M.Si., menambahkan bahwa dalam proses verifikasi lapangan oleh Tim Penilai Provinsi Jatim, keselarasan program Kemenag di sekolah serta penguatan edukasi parenting berbasis ormas keagamaan seperti Muslimat NU dan Aisyiyah menjadi poin plus yang mengukuhkan Kota Malang sebagai daerah dengan kinerja terbaik di Jatim.

Selain program di sekolah, kolaborasi Kemenag bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) dalam merintis Rumah Ibadah Ramah Anak (Masjid Ramah Anak) dengan pelabelan khusus juga mendapat apresiasi tinggi.

Apresiasi terhadap ekosistem perlindungan anak di Kota Malang ini juga diakui oleh Kepala Kantor UNICEF Perwakilan Wilayah Jawa, Tubagus Arie Rukmantara, yang hadir langsung di MCC. UNICEF berharap capaian ini memicu Kota Malang untuk naik kelas meraih predikat Kota Layak Anak (KLA) tingkat Utama yang terintegrasi secara global.

"Kota Pendidikan dan Kota Layak Anak adalah dua identitas yang saling menguatkan. Lingkungan yang aman bagi anak akan melahirkan kualitas pendidikan yang unggul," imbuh Wahyu Hidayat menyambut tantangan UNICEF.

Acara yang mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depanmu" ini juga diwarnai dengan penyerahan 10 butir aspirasi "Suara Anak Kota Malang" serta pembatasan penggunaan gadget di lingkungan sekolah melalui tindak lanjut Surat Edaran Wali Kota.

Di penghujung acara, Wali Kota Malang menyuntikkan motivasi kepada anak-anak yang hadir agar bijak memanfaatkan ruang digital dan fokus membangun karakter. "Kalian adalah masa depan kota ini. Teruslah belajar, berani bermimpi tinggi, dan jadilah generasi berakhlak mulia yang siap membawa Kota Malang semakin berkelas di masa depan," pungkasnya.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Gebrakan Program JAGA NIKAH Hantarkan Pemerintah Kota Malang Raih PPA Award 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now