![]() |
| FK UMM mendatangkan pakar dari AS untuk mengupas tuntas rahasia eskalasi karier kedokteran./dok.UMM |
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Fakultas Kedokteran UMM menyoroti tentang esensi menjadi dokter yang sukses di kancah global yang ternyata tidak cukup hanya mengandalkan keterampilan klinis yang mumpuni, tetapi juga strategi pengembangan karier melalui jejaring profesional yang kuat.
Visi ini disampaikan langsung melalui kehadiran pakar dari Johns Hopkins University School of Medicine, Amerika Serikat, Che Matthew Harris, MD, MS, FACP.
Narasumber dari Amerika Serikat ini hadir dalam International Guest Lecture Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (FK UMM) yang dihadiri ratusan mahasiswa pada Rabu (8/7) pekan lalu.
Melalui pemaparannya, Harris menyoroti bahwa mahasiswa kedokteran harus mulai menyadari perbedaan fundamental antara peran pendidik, mentor, dan sponsor demi menunjang eskalasi karier medis mereka di masa depan.
"Bimbingan, pelatihan, dan sponsor adalah hal-hal yang akan Anda lihat saat Anda melanjutkan karir di bidang kedokteran. Pada akhirnya, Anda akan menjadi seorang mentee yang menerima masukan serta sumber daya untuk mencapai tujuan karir, dan di saat yang sama, Anda juga akan mengajarkan generasi dokter berikutnya agar mereka bisa sukses dan berkembang," tegas Harris dalam rilis UMM Senin (13/7).
Ia merinci bahwa seorang mentor akan selalu mendampingi pertumbuhan profesional dalam jangka panjang serta memberikan umpan balik yang jujur, sementara pendidik lebih berfokus pada pelatihan keterampilan medis yang bersifat teknis dalam jangka waktu yang lebih pendek.
"Seorang mentor ingin melihat pertumbuhan profesional Anda berkembang seiring berjalannya waktu, ini adalah hubungan jangka panjang. Di sisi lain, pendidik adalah seseorang yang berada dalam hubungan jangka pendek, yang hadir untuk membantu Anda mengembangkan keterampilan klinis tertentu," paparnya.
Selain kedua peran tersebut, Harris juga menjelaskan tingkatan tertinggi yakni dukungan, yang merupakan tokoh di posisi strategis untuk mengadvokasi dan merekomendasikan seorang dokter pada peran kepemimpinan atau proyek riset.
Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan mendapatkan relasi prestisius ini sangat bergantung pada proaktivitas, inisiatif, dan cara mahasiswa membawa diri saat berdiskusi.
"Ingatlah sebagai mentee, Anda berada di kursi pengemudi untuk kesuksesan Anda sendiri. Tidak ada yang bisa melakukannya tanpa Anda. Anda harus menetapkan kesepakatan dengan mentor, siapkan agenda yang padat, dan datanglah dengan membawa solusi, bukan sekadar masalah," imbuhnya.
Selain pentingnya bimbingan dari senior, Harris juga mendorong mahasiswa untuk membiasakan bimbingan teman sebaya untuk saling bertukar ide dan menjaga akuntabilitas dalam mencapai target akademik sehari-hari.
Pesan krusial dari kuliah tamu ini adalah bahwa kepakaran medis akan jauh lebih berdampak jika didukung oleh kemampuan komunikasi yang efektif dan ekosistem interaksi sosial yang solid. Mahasiswa diharapkan tidak hanya cerdas di ruang kelas, tetapi proaktif membangun jejaring dan memegang kendali penuh atas tujuan karir profesionalnya.
Dokumentasi kegiatan kuliah tamu internasional FK UMM (dok.UMM):
***
Editor: YAN






Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?