Banner Iklan

Evaluasi Hari Pertama Operasional MBG, BGN Tekankan Data Valid Hingga Kualitas Plating

Eko Rudianto
13 Juli 2026 | 18.13 WIB Last Updated 2026-07-13T11:14:14Z

JAKARTA | JATIMSATUNEWS.COM : Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Mayjen TNI Trenggono melakukan evaluasi setelah hari pertama operasional kembali Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sejumlah arahan strategis disampaikan untuk memastikan program berjalan optimal, tepat sasaran, dan berdampak pada ekonomi lokal.

Evaluasi digelar pada Senin, 13 Juli 2026 pukul 14.30 WIB dan dihadiri jajaran SPPG serta mitra pelaksana di lapangan.


Penekanan Data dan Distribusi Tepat Sasaran

Dalam arahannya, Mayjen TNI Trenggono meminta Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib memastikan seluruh penerima manfaat valid dan tidak ada data fiktif. 

"Kepala SPPG harus mengetahui secara pasti jumlah serta identitas penerima manfaat yang menjadi tanggung jawab SPPG," ujarnya. 

Ia juga menegaskan pendistribusian MBG harus tepat sasaran ke sekolah yang telah ditetapkan. Untuk menjaga kualitas, makanan diupayakan sudah diterima di sekolah maksimal satu jam sebelum waktu makan.

Proses di sekolah juga diatur. Setelah selesai makan, ompreng diminta dikumpulkan dan diletakkan di depan kelas agar mempermudah penjemputan petugas.


Standar Menu Hingga Plating Diperketat

BGN menetapkan sejumlah standar baru terkait menu. Menu harian wajib mengandung sumber protein sesuai standar gizi. Daging juga harus tetap disajikan minimal dua minggu sekali. 

Untuk ayam, standar pemotongan ditetapkan minimal 10–11 potong per kilogram agar ukuran porsi lebih seragam. Seluruh SPPG juga diwajibkan menggunakan buah-buahan lokal dalam penyusunan menu.

Selain kandungan gizi, tampilan makanan menjadi perhatian. "Tampilan atau plating makanan harus menarik sehingga dapat meningkatkan selera makan peserta didik," kata Trenggono.

Preferensi siswa juga akan dievaluasi melalui survei di kantin sekolah dan observasi sisa makanan yang dikembalikan. Jadwal menu mingguan diminta sudah disusun dan disampaikan ke seluruh pihak terkait paling lambat Sabtu atau Minggu sebelum pelaksanaan.


Dorong Ekonomi Lokal dan Koordinasi Mitra

BGN berharap MBG tidak hanya memenuhi gizi, tetapi juga menggerakkan perekonomian di sekitar SPPG. Program ini diarahkan memperkuat ekosistem pangan lokal melalui pemanfaatan produk dan pelaku usaha wilayah setempat.

Kepala SPPG juga diminta menjaga komunikasi intensif dengan Mitra/Yayasan dan pihak sekolah guna mendukung kelancaran program.

Direktur Tauwas II BGN, Bapak Donny, menambahkan dua poin penting. Pertama, variasi menu terutama sayuran perlu ditingkatkan agar siswa lebih tertarik dan sisa makanan berkurang. Kedua, porsi makanan yang didistribusikan ke seluruh penerima manfaat harus seragam sesuai standar.


Komitmen Perbaikan Berkelanjutan

Menutup evaluasi, Wakil Kepala BGN menekankan seluruh jajaran agar melaksanakan tugas maksimal dan terus melakukan perbaikan berkelanjutan di setiap aspek operasional MBG.

"Harapan utama kami adalah adanya peningkatan kualitas pelayanan dan perubahan yang lebih baik pada pelaksanaan operasional MBG di masa mendatang," tegasnya.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan program prioritas pemerintah untuk pemenuhan gizi anak sekolah dan masyarakat rentan, sekaligus penguatan ketahanan pangan berbasis produk lokal.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Evaluasi Hari Pertama Operasional MBG, BGN Tekankan Data Valid Hingga Kualitas Plating

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now