Banner Iklan

Empat Kali Bootcamp Digelar, MCEBI PTMA Temukan Tren Mahasiswa Beralih ke Produk Lokal dan Bisnis Halal-Thayyib

Anis Hidayatie
17 Juli 2026 | 08.49 WIB Last Updated 2026-07-17T01:50:08Z

 


Empat Kali Bootcamp Digelar, MCEBI PTMA Temukan Tren Mahasiswa Beralih ke Produk Lokal dan Bisnis Halal-Thayyib

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Muhammadiyah Center for Entrepreneurship and Business Incubator Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (MCEBI PTMA) kembali menggelar Studentpreneur Bootcamp 2026 sebagai upaya mencetak generasi wirausaha muda yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing. Mengusung tema "Entrepreneurial Mindset and Business Networking, Strategi Mengelola Bisnis Berkelanjutan", kegiatan berlangsung pada 17–19 Juli 2026 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Taman Rekreasi Sengkaling, Malang.

Pembukaan kegiatan yang digelar pada Jumat (17/7/2026) di Hall GKB IV Lantai 9 UMM menghadirkan sejumlah tokoh nasional, di antaranya Menteri Pertanian RI Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., serta Ketua MCEBI PTMA Dr. Endang Rudiatin, M.Si.

Program ini diikuti studentpreneur dari 40 Lembaga Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan PTMA bersama perwakilan perguruan tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah dari berbagai daerah di Indonesia. Setiap kampus mengirimkan dua unit usaha mahasiswa beserta seorang dosen pendamping untuk mengikuti pelatihan intensif, kompetisi bisnis, hingga business matching.

Ketua MCEBI PTMA, Dr. Endang Rudiatin, M.Si., mengungkapkan bahwa penyelenggaraan Studentpreneur Bootcamp yang kini memasuki tahun keempat memberikan banyak pelajaran mengenai arah perkembangan usaha mahasiswa.

Menurutnya, sebagian besar produk yang dikembangkan mahasiswa masih didominasi sektor kuliner dan pangan. Namun, yang menggembirakan adalah munculnya kecenderungan baru berupa pemanfaatan bahan baku lokal sebagai inovasi produk.

"Dari empat kali penyelenggaraan bootcamp, kami melihat produk mahasiswa banyak bergerak di bidang kuliner. Tetapi sekarang mulai berkembang menjadi produk yang lebih kreatif dengan memanfaatkan potensi lokal, seperti ubi ungu, jagung, dan bahan pangan daerah lainnya. Mereka tidak lagi hanya bergantung pada tepung terigu," ujarnya.

Ia menilai tren tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran mahasiswa dalam menciptakan produk yang tidak hanya inovatif, tetapi juga mendukung ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan sumber daya lokal.

Lebih lanjut, Endang mengatakan peserta perempuan masih mendominasi dunia usaha mahasiswa, terutama pada sektor pangan. Kondisi ini dinilai menjadi kekuatan tersendiri karena perempuan memiliki kepedulian tinggi terhadap kualitas produk yang aman dikonsumsi.

"Perempuan memiliki kelebihan dalam membangun bisnis berbasis halal dan thayyib. Tidak hanya pada makanan, tetapi juga kosmetik, minuman herbal, hingga produk kesehatan. Mereka cenderung lebih peduli terhadap aspek keamanan, kualitas, dan kehalalan produk," jelasnya.

Menurutnya, konsep halal dan thayyib kini menjadi nilai tambah penting dalam dunia usaha. Konsumen tidak lagi hanya mencari produk yang halal, tetapi juga sehat, aman, berkualitas, dan diproduksi secara bertanggung jawab.

Karena itu, MCEBI PTMA terus mendorong mahasiswa agar tidak sekadar mengejar keuntungan bisnis, melainkan membangun usaha yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selama tiga hari pelaksanaan bootcamp, peserta memperoleh berbagai materi strategis, mulai dari branding dan packaging untuk agripreneur muda, peluang industri pariwisata dan ekonomi kreatif, digital marketing, content creator, hingga strategi menjadi eksportir. Mereka juga mengikuti mentoring bersama praktisi, seminar inspiratif, penjurian proposal bisnis, video promosi, serta pameran produk.

Selain meningkatkan kompetensi, kegiatan ini menjadi ajang memperluas jejaring bisnis melalui pertemuan dengan pelaku industri, investor, pemerintah, dan sesama entrepreneur muda.

Endang juga mengungkapkan bahwa MCEBI PTMA menjadi organisasi yang relatif baru dalam lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah. Awalnya, pembinaan kewirausahaan berada di bawah Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis PTMA. Namun, seiring berkembangnya mata kuliah kewirausahaan yang kini diajarkan hampir di seluruh fakultas, pengelolaannya kemudian berada di bawah Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah.

"Ini menjadi kekuatan baru bagi PTMA. Kewirausahaan tidak lagi menjadi domain Fakultas Ekonomi dan Bisnis saja, tetapi menjadi gerakan bersama lintas disiplin ilmu. Karena itu, pembinaan entrepreneur mahasiswa juga semakin luas dan terintegrasi," katanya.

Melalui Studentpreneur Bootcamp 2026, MCEBI PTMA berharap lahir lebih banyak entrepreneur muda yang mampu menghadirkan inovasi berbasis potensi lokal, mengembangkan bisnis berkelanjutan, memperkuat ekonomi masyarakat, sekaligus berkontribusi mewujudkan Indonesia Emas 2045. Program ini juga diharapkan semakin memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun ekosistem kewirausahaan nasional yang tangguh dan berdaya saing global.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Empat Kali Bootcamp Digelar, MCEBI PTMA Temukan Tren Mahasiswa Beralih ke Produk Lokal dan Bisnis Halal-Thayyib

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now