Banner Iklan

Doktor MPI UIN Malang Lahirkan Model ISCE: Inovasi Manajemen Kemitraan Sekolah untuk Mewujudkan Keunggulan Pendidikan Islam

Anis Hidayatie
01 Juli 2026 | 06.25 WIB Last Updated 2026-06-30T23:25:25Z

 

Doktor MPI UIN Malang Syaiful Arifin Lahirkan Model ISCE: Inovasi Manajemen Kemitraan Sekolah untuk Mewujudkan Keunggulan Pendidikan Islam

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Malang, 29 Juni 2026 – Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menorehkan kontribusi penting bagi pengembangan keilmuan Manajemen Pendidikan Islam melalui lahirnya sebuah model baru dalam bidang manajemen kemitraan sekolah. Dalam Ujian Promosi Doktor yang diselenggarakan di Gedung Rumah Singgah Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Syaiful Arifin berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul "Manajemen Kemitraan Sekolah untuk Mewujudkan Keunggulan Sekolah di SD Muhammadiyah 4 Surabaya (Mudipat)."

Penelitian tersebut menghasilkan sebuah temuan ilmiah berupa ISCE Partnership Management Model, sebuah model manajemen kemitraan sekolah yang dikonstruksi dari temuan empiris lapangan dan menawarkan paradigma baru dalam membangun keunggulan lembaga pendidikan Islam melalui pengelolaan kemitraan yang sistematis, strategis, dan berbasis nilai-nilai Islam.

Menjawab Tantangan Pendidikan Islam di Era Kolaborasi

Penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa berbagai lembaga pendidikan telah menjalin kerja sama dengan masyarakat, orang tua, dunia usaha, perguruan tinggi, maupun berbagai institusi lainnya. Namun demikian, praktik kemitraan selama ini lebih banyak dipahami sebagai aktivitas administratif atau hubungan sosial semata, belum diposisikan sebagai sistem manajemen strategik yang mampu menjadi penggerak utama terciptanya sekolah unggul.

Padahal, keunggulan sekolah tidak hanya ditentukan oleh kualitas pembelajaran, kepemimpinan, maupun sarana prasarana, tetapi juga oleh kemampuan lembaga membangun jejaring kolaboratif yang produktif, adaptif, berkelanjutan, dan saling menguatkan. Melalui studi kasus intrinsik di SD Muhammadiyah 4 Surabaya (Mudipat), penelitian ini berhasil mengungkap bagaimana kemitraan sekolah dikelola secara sistematis sehingga mampu meningkatkan mutu pendidikan, memperluas jejaring, memperkuat kepercayaan masyarakat, sekaligus meningkatkan reputasi lembaga.

Lahirnya ISCE Partnership Management Model

Temuan utama penelitian ini adalah lahirnya ISCE Partnership Management Model, yaitu model manajemen kemitraan sekolah yang dibangun melalui integrasi empat dimensi utama, yakni Internal Solidity, Systemic Engagement, Contextual Control, dan Excellence Orientation.

Model ini menjelaskan bahwa keunggulan sekolah dibangun melalui suatu siklus manajemen yang dimulai dari Internal Solidity, yakni kekokohan atau kesolitan internal organisasi sekolah sebagai fondasi utama kemitraan. Internal Solidity tidak dimaknai sebagai solidaritas semata, tetapi sebagai kondisi organisasi yang memiliki komitmen kuat, konsistensi, integrasi peran, budaya kolaboratif, kepedulian antarsumber daya insani, pemetaan kebutuhan sekolah, optimalisasi jejaring, serta penguatan hubungan dengan wali murid melalui wadah IKWAM (Ikatan Wali Murid Muhammadiyah).

Tahap berikutnya adalah Systemic Engagement, yaitu pelibatan secara menyeluruh seluruh sumber daya insani—kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, orang tua, masyarakat, hingga berbagai mitra eksternal—dalam siklus manajemen kemitraan melalui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengembangan program secara kolaboratif.

Selanjutnya, Contextual Control menempatkan evaluasi sebagai proses reflektif yang adaptif terhadap karakter setiap kegiatan, bukan sekadar pengawasan administratif yang formalistik. Hasil evaluasi kemudian menjadi dasar perbaikan berkelanjutan (continuous improvement).

Seluruh rangkaian tersebut bermuara pada Excellence Orientation, yaitu terciptanya keunggulan sekolah yang ditandai oleh meningkatnya reputasi lembaga, kepercayaan masyarakat, inovasi kelembagaan, keberlanjutan organisasi, serta daya saing sekolah Islam yang semakin kuat.

Memperluas Teori Manajemen Kemitraan Sekolah

Secara akademik, penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap pengembangan Body of Knowledge Manajemen Pendidikan Islam. Model ISCE memperluas teori kemitraan sekolah yang selama ini lebih banyak dipahami sebagai hubungan sosial antarlembaga menjadi pendekatan manajemen strategik berbasis budaya organisasi. Dengan demikian, kemitraan tidak lagi dipandang sebagai program pendukung, melainkan sebagai strategi inti dalam membangun keunggulan lembaga pendidikan Islam secara berkelanjutan.

Perspektif Islam: Kemitraan sebagai Implementasi Ta'awun

Dalam perspektif Islam, model ISCE dibangun di atas nilai-nilai ukhuwah, amanah, ta'awun, syura, muhasabah, ihsan, dan itqan.

Allah SWT berfirman: "Wa ta'āwanū 'alal birri wat taqwā..."

"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa."

(QS. Al-Mā'idah: 2).

Nilai Internal Solidity merepresentasikan kokohnya persatuan organisasi (ukhuwah), Systemic Engagement mencerminkan budaya musyawarah (syura) dan kerja kolektif, sedangkan Contextual Control merupakan implementasi muhasabah, ihsan, dan itqan sebagai budaya evaluasi berkelanjutan. Seluruh proses tersebut diarahkan menuju falah dan barakah, yaitu keberhasilan lembaga yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan kemanfaatan yang luas bagi umat dan masyarakat.

Ketua Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Sutiah, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan promovendus yang telah menghadirkan inovasi konseptual dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam.

Menurut beliau, lahirnya ISCE Partnership Management Model menunjukkan bahwa disertasi doktor tidak berhenti pada pemenuhan syarat akademik memperoleh gelar doktor, tetapi harus mampu melahirkan teori, model, atau konsep baru yang memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik pendidikan Islam.

"Kami menyampaikan selamat kepada Dr. Syaiful Arifin atas keberhasilannya mempertahankan disertasi dan melahirkan model ISCE Partnership Management Model. Temuan ini memperkaya khasanah keilmuan Manajemen Pendidikan Islam sekaligus memberikan alternatif model pengelolaan kemitraan sekolah yang relevan dengan tantangan pendidikan abad ke-21. Kami juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Promotor, Kopromotor, serta seluruh Dewan Penguji yang telah membimbing, mengarahkan, mengkritisi, dan menyempurnakan penelitian ini sehingga menghasilkan karya akademik yang memiliki kontribusi teoretis maupun praktis bagi pengembangan pendidikan Islam," ungkap Prof. Sutiah.

Beliau berharap model ISCE tidak hanya menjadi kontribusi ilmiah pada tingkat akademik, tetapi juga dapat diimplementasikan di berbagai sekolah, madrasah, maupun lembaga pendidikan Islam sebagai salah satu strategi membangun budaya kemitraan yang kokoh, adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada keunggulan lembaga.

Dengan lahirnya ISCE Partnership Management Model, Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan keilmuan Manajemen Pendidikan Islam yang mampu melahirkan teori, model, dan inovasi berbasis riset yang tidak hanya memperkaya khazanah akademik, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi pengembangan mutu pendidikan Islam di Indonesia maupun di tingkat global.







Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Doktor MPI UIN Malang Lahirkan Model ISCE: Inovasi Manajemen Kemitraan Sekolah untuk Mewujudkan Keunggulan Pendidikan Islam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now