![]() |
| Dokumentasi Tanda Tangan Peresmian Migrant Center |
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mengukuhkan posisinya sebagai pionir dalam pengembangan sumber daya manusia di kancah nasional. Pada Selasa (7/7/2026), Kampus Putih resmi meluncurkan UMM Migrant Center yang dinobatkan sebagai pusat pelatihan pekerja migran paling lengkap, besar, dan komprehensif di Indonesia.
Fasilitas mutakhir ini diresmikan langsung oleh Wakil Menteri (Wamen) Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Dzulfikar Ahmad Tawalla, S.Pd., M.Ikom. Kehadiran UMM Migrant Center diproyeksikan bakal menjadi pilot project sekaligus pilar utama dalam menyukseskan program direktif Presiden untuk menyiapkan tenaga kerja luar negeri yang kompeten dan prosedural.
Dalam kunjungannya, Dzulfikar menegaskan bahwa dari total 24 migrant center yang tersebar di Indonesia, infrastruktur milik UMM merupakan yang paling siap dengan kurikulum kelas atas (next level). Pihaknya sangat mengapresiasi kelengkapan fasilitas di sana, termasuk ketersediaan kelas bahasa Jepang spesifik hingga level N3 dan N4.
"Dari berbagai migrant center yang kami datangi, UMM Migrant Center jadi salah satu dari PTS paling lengkap, besar, dan komprehensif. Saya beserta tim sangat merasa terbantu dengan hadirnya UMM Migrant Center ini," tegas Dzulfikar Ahmad Tawalla.
Lebih lanjut, Wamen P2MI menyoroti keunggulan utama UMM dibandingkan pusat pelatihan lain, yakni keberhasilan dalam menjalin jejaring korespondensi langsung ke Jepang yang sudah terbukti berjalan nyata, bukan sekadar rintisan baru. Oleh karena itu, sistem komprehensif yang telah terbangun kokoh di UMM ini nantinya akan diduplikasi oleh kementerian untuk diterapkan pada pusat-pusat pelatihan lainnya di seluruh daerah.
![]() |
| Dokumentasi Wamen P2MI di Ruang Migrant Center |
Fasilitas ini dinilai sangat krusial untuk membantu kementerian mengejar target besar peningkatan keterampilan bagi 40.000 pekerja migran pada tahun ini, serta mencapai target setengah juta orang secara bertahap hingga tahun 2029 mendatang.
"Kita berharap UMM menjadi penopang utama dari kesuksesan program direktif dari Bapak Presiden. Ini yang sudah existing dan sisa kita upgrade lagi supaya sampai ke visa engineer," tambah Dzulfikar.
Pengarusutamaan migrasi yang aman dan tersistem ini juga sekaligus menjadi strategi jitu pemerintah untuk menghapus citra negatif pekerja migran Indonesia yang selama ini kerap dipicu oleh maraknya pekerja ilegal. Dzulfikar meyakinkan bahwa pekerja yang prosedural dan dibekali orientasi pra-pemberangkatan yang matang justru selalu mendapatkan apresiasi yang sangat tinggi dari negara-negara pengguna.
Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., memaparkan bahwa pendirian Migrant Center ini merupakan respons visioner pihak kampus terhadap dinamika perubahan global yang sangat cepat. Pusat kajian transdisiplin ini sengaja dirancang untuk menghadapi era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) dan BANI (Brittle, Anxious, Non-linear, Incomprehensible) yang menuntut perpaduan ketat antara keilmuan akademis dan praktik di lapangan.
"Hal ini memerlukan upaya-upaya pengembangan diri melalui tempaan pengalaman langsung di lapangan, pendidikan karakter, pembentukan disiplin, manajemen waktu, dan penguatan ketangguhan mental," jelas Prof. Nazaruddin Malik.
Kehadiran UMM Migrant Center menjadi wujud nyata komitmen penuh Kampus Putih dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Bagi UMM, prestasi sejati institusi pendidikan bukanlah sekadar deretan trofi pajangan, melainkan kemampuan para alumninya untuk memenangkan ujian kehidupan yang nyata. Melalui fasilitas baru ini, UMM berharap dapat memberikan kontribusi sebesar-besarnya bagi kemajuan bangsa agar tenaga kerja Indonesia mampu bekerja profesional di kancah global sekaligus mengharumkan nama baik tanah air.


.jpeg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?