BALIKPAPAN | JATIMSATUNEWS.COM: Upaya memperkuat ketahanan iklim berbasis masyarakat terus digencarkan di Kota Balikpapan. Lewat tradisi cangkrukan dan ngopi bareng, para penggiat Program Kampung Iklim (Proklim) menggelar diskusi awal guna merumuskan pembentukan forum komunikasi dan aksi lingkungan pada Rabu (8/7).
Bertempat di Proklim Muara, tepatnya di kediaman Bapak Prayitno, diskusi informal ini terbukti menjadi sarana brainstorming yang sangat efektif. Meski jauh dari kesan formal, ajang kumpul warga ini dinilai sangat strategis dalam menelurkan ide-ide segar serta solusi nyata penanganan isu lingkungan langsung dari tingkat tapak.
Founder Kampung Bungas yang juga Anggota DPRD Kota Balikpapan, Suwanto, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut sengaja dirancang dengan suasana yang cair. Tujuannya tak lain agar partisipasi warga dan para aktivis lingkungan dapat terjalin akrab tanpa adanya sekat birokrasi.
"Pertemuan yang kita lakukan ini merupakan wadah awal untuk forum diskusi Proklim Kota Balikpapan. Dari sekadar ngopi dan ngumpul santai seperti ini, justru muncul banyak ide dan gagasan konkret tentang bagaimana kita menjaga lingkungan bersama," tutur Suwanto di sela-sela diskusi.
Lebih lanjut, Suwanto menggarisbawahi pentingnya aksi teknis yang langsung menyentuh keberlanjutan hidup di pemukiman warga. Ia memaparkan, salah satu kunci utama keberhasilan program pertanian perkotaan (urban farming) di kawasan Proklim adalah tata kelola sumber daya air yang mandiri. Hal ini dapat diwujudkan melalui penggalakkan Gerakan Pemanenan Air Hujan (Rain Water Harvesting).
Masukan cerdas mengenai pemanenan air hujan yang dikombinasikan dengan penguatan urban farming ini, kata Suwanto, akan menjadi pilar utama yang terus didorong oleh Forum Proklim Balikpapan ke depannya.
Langkah swadaya masyarakat ini diharapkan mampu menciptakan sinergi yang kuat dengan kebijakan pembangunan lingkungan hidup dari Pemerintah Kota Balikpapan. Ke depan, hasil gagasan dari pertemuan di Proklim Muara ini tidak hanya akan berhenti di meja diskusi, melainkan segera ditindaklanjuti dalam bentuk rencana aksi terpadu guna membangun kesadaran ekologis warga yang berkelanjutan.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?