Banner Iklan

Dua Dosen FITK UIN Malang Jajaki Kolaborasi Riset Internasional dan Pengabdian Masyarakat Bersama PCI NU Taiwan

M. Kholilur Rohman
21 Juli 2026 | 10.28 WIB Last Updated 2026-07-21T03:28:54Z

 

Foto: Dokumentasi bersama

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Setelah menyelesaikan rangkaian penelitian kolaboratif internasional sekaligus pengabdian kepada masyarakat di Jepang pada 8–13 Juli 2026, dua dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melanjutkan agenda internasional dengan melakukan penjajakan kerja sama bersama Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU) Taiwan. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 14–15 Juli 2026, di Kantor PCI NU Taiwan yang berlokasi di 1F, No. 13, Alley 10, Lane 40, Chang’an West Road, Zhongshan District, Taipei City 10491, Taiwan.

Delegasi FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terdiri atas Abu Bakar, M.Pd.I., dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), dan Angga Teguh Prastyo, M.Pd., dosen Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI). Pertemuan tersebut menjadi langkah awal dalam membangun sinergi internasional yang berorientasi pada pengembangan tridarma perguruan tinggi, khususnya di bidang penelitian kolaboratif dan pengabdian kepada masyarakat yang menyasar komunitas muslim minoritas di Taiwan.

Delegasi diterima secara langsung oleh Sekretaris PCI NU Taiwan, H. Ahmad Nur Riza, Ph.D., bersama jajaran pengurus lainnya, di antaranya Helmi Son Haji, Ph.D., serta Gus Ulil. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan produktif dengan pembahasan berbagai peluang kerja sama yang dapat diwujudkan dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Dalam diskusi tersebut, kedua institusi membahas sejumlah agenda strategis. Selain penjajakan penelitian kolaboratif antara FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan PCI NU Taiwan, pembahasan juga diarahkan pada penguatan program pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada pemberdayaan keluarga muslim minoritas di Taiwan. Program tersebut dipandang penting mengingat komunitas muslim Indonesia dan muslim internasional di Taiwan menghadapi tantangan yang khas sebagai kelompok minoritas, baik dalam aspek pendidikan, pembinaan keluarga, maupun penguatan identitas keislaman di tengah masyarakat multikultural.

Menurut para peserta pertemuan, perguruan tinggi tidak hanya memiliki fungsi menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga berkewajiban menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan yang berbasis hasil penelitian. Oleh karena itu, kerja sama yang dirintis tidak berhenti pada kegiatan akademik semata, melainkan diarahkan menjadi kemitraan yang memberikan dampak sosial secara berkelanjutan.

Sekretaris PCI NU Taiwan, H. Ahmad Nur Riza, Ph.D., menyampaikan apresiasi atas inisiatif FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam membangun jejaring internasional bersama organisasi diaspora Nahdlatul Ulama di Taiwan. Menurutnya, kolaborasi tersebut membuka peluang besar untuk menghadirkan berbagai program yang lebih konkret dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat muslim minoritas. Ia menilai bahwa penguatan kelembagaan melalui kemitraan dengan perguruan tinggi merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan organisasi kepada warga negara Indonesia maupun komunitas muslim yang berada di Taiwan. Melalui dukungan akademisi, PCI NU Taiwan berharap dapat mengembangkan program-program berbasis riset yang mampu menjawab berbagai persoalan sosial, pendidikan, dan keagamaan yang dihadapi masyarakat.

Selain membahas penelitian dan pengabdian masyarakat, kedua belah pihak juga menyepakati pentingnya pengembangan kajian mengenai fikih minoritas (fiqh al-aqalliyyāt). Kajian tersebut dipandang relevan dengan kondisi umat Islam di Taiwan yang hidup sebagai kelompok minoritas sehingga memerlukan pemahaman keagamaan yang adaptif terhadap konteks sosial tanpa meninggalkan prinsip-prinsip syariat Islam. Pengembangan kajian fikih minoritas direncanakan menjadi salah satu fokus penelitian bersama pada masa mendatang. Hasil kajian diharapkan dapat menjadi referensi akademik sekaligus panduan praktis bagi masyarakat muslim di Taiwan dalam menjalankan kehidupan beragama secara moderat, inklusif, dan sesuai dengan dinamika masyarakat setempat.

Dosen Program Studi Manajemen Pendidikan Islam FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Angga Teguh Prastyo, M.Pd., menjelaskan bahwa kolaborasi internasional dengan PCI NU Taiwan merupakan bagian dari strategi internasionalisasi perguruan tinggi melalui penguatan jejaring akademik dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kerja sama ini menjadi titik balik yang penting. Di satu sisi, dosen-dosen FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memperoleh ruang akselerasi penelitian yang lebih luas sehingga mampu meningkatkan daya saing akademik dan reputasi internasional. Di sisi lain, PCI NU Taiwan menjadi mitra strategis yang menjembatani kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan masyarakat muslim Indonesia dan komunitas muslim minoritas di Taiwan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keberadaan organisasi diaspora seperti PCI NU Taiwan memiliki posisi yang sangat strategis sebagai mitra perguruan tinggi dalam mengembangkan penelitian berbasis kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, hasil penelitian tidak hanya berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menghasilkan rekomendasi kebijakan maupun model pemberdayaan yang dapat diterapkan secara langsung.

Sementara itu, Abu Bakar, M.Pd.I., menilai bahwa kolaborasi ini selaras dengan semangat tridarma perguruan tinggi yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, pengalaman berinteraksi langsung dengan komunitas muslim minoritas akan memperkaya perspektif akademik dosen sekaligus memberikan pengalaman empiris bagi pengembangan penelitian-penelitian internasional pada masa mendatang.

Melalui penjajakan kerja sama tersebut, FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap dapat menyusun nota kesepahaman dan berbagai program implementatif, seperti penelitian kolaboratif internasional, seminar bersama, publikasi ilmiah bereputasi internasional, pelatihan pemberdayaan keluarga muslim, pendampingan pendidikan keagamaan, hingga pengembangan kajian fikih minoritas yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat muslim di Taiwan.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dua Dosen FITK UIN Malang Jajaki Kolaborasi Riset Internasional dan Pengabdian Masyarakat Bersama PCI NU Taiwan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now