BANGKALAN | JATIMSATUNEWS.COM: Sektor pertanian di Kabupaten Bangkalan kini tak lagi hanya sekadar rutinitas tradisi turun-temurun. Di bawah kepemimpinan Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, sektor ini telah bertransformasi pesat menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus penopang kesejahteraan masyarakat petani.
Langkah strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan ini menuai apresiasi langsung dari Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Daerah Pemilihan Jawa Timur, yang terkenal dengan tagline Cantik Cerdas Kreatif dan Inovatif Dr. Lia Istifhama atau akrab dipanggil Ning Lia. Apresiasi tersebut disampaikan saat senator yang akrab disapa Ning Lia ini melangsungkan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Pendopo Kabupaten Bangkalan.
"Bangkalan saat ini telah membuktikan diri sebagai salah satu lumbung pangan strategis. Bahkan untuk sektor urban farming di Jawa Timur, Bangkalan berhasil menduduki posisi kelima," ungkap Ning Lia saat berbincang langsung dengan Bupati Lukman.
Dalam lawatannya, keponakan Khofifah Indar Parawansa ini hadir didampingi oleh C. Henry Kusuma Karya Dinata dan Ketua Program Penggerak Urban Farming, Sri Sudarwati, S.E.
Menurut Ning Lia, keberhasilan Bangkalan dalam menyulap sektor pertanian menjadi penggerak ekonomi dapat dilihat dari bukti nyata di lapangan. Hal ini ditandai dengan lahirnya 15 merek beras lokal yang siap edar di pasaran, hingga gencarnya diversifikasi di sektor perikanan melalui budidaya lele dan bandeng.
Berdasarkan capaian tersebut, Ning Lia meyakini bahwa Bangkalan memegang peranan yang sangat krusial dalam menjawab tantangan isu strategis nasional, khususnya yang berkaitan erat dengan ketahanan pangan dan energi.
Fokus pada Manajemen Rantai Pasok Terintegrasi
Merespons apresiasi dari DPD RI, Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, mengungkapkan bahwa Pemkab Bangkalan memiliki komitmen kuat untuk terus mengubah paradigma sektor pertanian lokal agar memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan kompetitif.
Lukman memaparkan, fokus utama Pemkab Bangkalan saat ini adalah membangun sistem manajemen rantai pasok (*supply chain*) pangan yang terintegrasi dengan baik, dari hulu hingga ke hilir.
"Langkah ini menjadi tonggak perubahan penting bagi sektor pertanian lokal kita. Jika semula mungkin hanya dijalankan sebagai kebiasaan atau tradisi turun-temurun, kini orientasinya beralih penuh pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan para petani kita," tegas Lukman.
Sebagai penutup, Lukman menambahkan bahwa selain bertujuan mendongkrak roda perekonomian daerah, berbagai inovasi di bidang pertanian dan peternakan—mulai dari pembibitan lele hingga produksi masif beras lokal—juga diselaraskan secara khusus. Tujuannya tak lain untuk mendukung stabilitas ketahanan pangan serta menjamin pemenuhan gizi yang baik bagi generasi muda di Kabupaten Bangkalan.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?