Banner Iklan

Bikin Bangga! Tim Sri Redjo FTAB UB Malang Unjuk Gigi Bawa Inovasi AI "PhytoTracker" di Taiwan

Admin JSN
27 Juli 2026 | 18.29 WIB Last Updated 2026-07-27T12:27:35Z
Momen membanggakan bagi Tim Sri Redjo FTAB Universitas Brawijaya (UB) Malang saat mempresentasikan inovasi mereka di ajang bergengsi 2026 ASEAN Regional Forum di Taipei, Taiwan.

TAIPEI | JATIMSATUNEWS.COM: Prestasi membanggakan berskala internasional kembali ditorehkan oleh talenta-talenta muda dari Universitas Brawijaya (UB) Malang. Tim Sri Redjo dari Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) sukses mempresentasikan inovasi cemerlang mereka di ajang bergengsi 2026 ASEAN Regional Forum di Taipei, Taiwan, pada Sabtu (25/07/2026).

Berlaga dalam rangkaian Investigation and Remediation Research Competition, tim kebanggaan UB ini digawangi oleh tiga mahasiswa kreatif, yakni Faisal Adi Pambukotomo, M. Raihan Fithra Jannnatan, dan Egant Zanuar.

Di bawah tangan dingin dosen pembimbing Aulia Nur M., delegasi dari Malang ini tampil percaya diri mewakili Indonesia dengan membawa gagasan bertajuk "PhytoTracker: AI-Based Monitoring of Sunflower Phytoremediation in Contaminated Brownfields".

Solusi Cerdas Berbasis AI

Lantas, apa kehebatan dari PhytoTracker ini? Inovasi tersebut merupakan sistem pemantauan mutakhir berbasis *Artificial Intelligence* (AI) atau kecerdasan buatan. Sistem ini dirancang khusus untuk mengawal proses fitoremediasi—yakni pemulihan lahan tercemar—menggunakan medium tanaman bunga matahari.

Dengan memadukan fitur pengambilan citra, teknologi *computer vision*, dan analisis AI, PhytoTracker mampu mendeteksi kondisi serta gejala stres pada tanaman dengan jauh lebih cepat, objektif, dan tentunya berkelanjutan.

Teknologi canggih karya Arek-Arek UB ini lahir sebagai solusi atas kelemahan metode pemantauan konvensional. Selama ini, pengecekan lahan kerap bergantung pada observasi visual manual atau uji laboratorium yang memakan waktu lama serta menelan biaya operasional yang tak sedikit. Belum lagi susahnya mendapatkan data secara *real-time*.

Melalui sentuhan teknologi PhytoTracker, kondisi tanaman kini bisa dipantau secara langsung sebagai indikator akurat untuk mengevaluasi progres pemulihan lahan yang tercemar.

**Ajang Kumpul Pakar ASEAN**

Forum internasional yang digelar di Songshan Cultural and Creative Park, Taipei City ini bukanlah sembarang acara. Ajang ini mempertemukan para pakar, akademisi, dan delegasi dari berbagai negara seperti Indonesia, Thailand, Vietnam, serta negara ASEAN lainnya. Fokus utamanya adalah mencari solusi dan strategi penanganan terkait tantangan pencemaran tanah dan air tanah di kawasan Asia Tenggara.

Keikutsertaan Tim Sri Redjo di kancah global ini menjadi bukti nyata komitmen FTAB Universitas Brawijaya dalam mendorong mahasiswanya untuk peka dan menciptakan inovasi teknologi yang menjawab persoalan lingkungan global.

Lebih dari sekadar kompetisi, momen ini sukses menjadi panggung emas bagi mahasiswa UB Malang untuk memperkenalkan gagasan inovatif mereka ke mata dunia, sekaligus memperluas jejaring akademik dan kolaborasi riset di kawasan ASEAN. Maju terus, generasi muda Jawa Timur!


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bikin Bangga! Tim Sri Redjo FTAB UB Malang Unjuk Gigi Bawa Inovasi AI "PhytoTracker" di Taiwan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now