Banner Iklan

Afshiena Chuancantya Tuai Apresiasi, CEO Cilik BloomBite Raih Best Healthy Food Innovation Award 2026 di Unisma Malang

JSN Admin 2
10 Juli 2026 | 20.46 WIB Last Updated 2026-07-10T13:48:23Z
Afshiena Chuancantya menuai apresiasi, CEO cilik BloomBite meraih Best Healthy Food Innovation Award di Unisma Malang./dok.Unisma

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Afshiena Chuancantya, yang baru menginjak delapan tahun, mendapat sorotan positif dari kampus Universitas Islam Malang (Unisma).

Meski masih belia, dengan kemampuan berbahasa Inggris yang sangat lancar, ia dapat mempresentasikan produk yang diperkenalkan. Ini membuktikan bahwa usia bukanlah batas untuk melahirkan inovasi.

Afshiena yang merupakan siswi SD Islam Al Ma'arif 02 Singosari, sukses mencuri perhatian dalam ajang International CEO Talks, MoU Signing & Startup Innovation Forum 2026 di Hall KH Abdurrahman Wahid, Universitas Islam Malang (Unisma), Jumat (10/7).

Afshiena tampil sebagai Founder & CEO BloomBite Healthy Cookies, sekaligus berhasil meraih penghargaan bergengsi Best Healthy Food Innovation Award.

Penghargaan ini merupakan apresiasi atas inovasi pangan sehat yang diusungnya untuk mendorong gaya hidup sehat sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap pencegahan diabetes tipe 2 sejak usia dini.

Penghargaan tersebut diberikan oleh kolaborasi SBDI Center, Global Kids and Youth for United Nations (GKUN), Universitas Islam Malang (UNISMA), Tauros Media, dan mitra internasional sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi Afshiena dalam menghadirkan produk makanan sehat yang memiliki dampak sosial dan sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs).

Pada sesi Young CEO Talk: Showcase Session, Afshiena tampil percaya diri mempresentasikan BloomBite di hadapan akademisi, CEO internasional, mahasiswa, dosen, serta puluhan peserta dari kalangan pelajar SD, SMP hingga mahasiswa.

Presentasinya mendapat apresiasi karena mampu mengidentifikasi persoalan kesehatan anak, menawarkan solusi, hingga menyusun konsep bisnis yang berorientasi pada keberlanjutan.

BloomBite merupakan produk healthy cookies yang dibuat menggunakan gula aren organik, susu almond organik, serta bahan bebas gluten.

Produk ini dirancang sebagai camilan sehat yang aman dikonsumsi anak-anak maupun keluarga dengan kandungan gula yang lebih rendah dibandingkan makanan ringan pada umumnya.

Ibunda Afshiena, Rahayu Ningtyasworo, mengungkapkan bahwa seluruh ide usaha tersebut lahir dari putrinya sendiri. Menurutnya, peran orang tua bukan memaksakan cita-cita, melainkan mendampingi dan memfasilitasi minat anak agar berkembang sesuai potensinya.

"Kami tidak ingin memaksakan keinginan orang tua. Anak juga harus didengar. Tugas kami adalah mencari lingkungan belajar yang sesuai dengan karakter Shiena agar ia belajar dengan senang hati," ungkap Rahayu dalam keterangan resmi Unisma.

Rahayu menjelaskan, Afshiena sejak kecil terbiasa menerapkan pola hidup sehat, sehingga ia memahami betul produk yang dipresentasikan untuk memberi dampak positif kepada lebih banyak orang.

Ketika mengikuti program Young Entrepreneur yang digagas Sustainable Business Development and Innovation (SBDI) Center bersama mitra internasional dari Belanda, Afshiena memilih mengembangkan bisnis yang selaras dengan kebiasaannya mengonsumsi makanan sehat.

Melalui program yang diikuti, para peserta tidak hanya dituntut mampu menghasilkan keuntungan, tetapi juga diwajibkan menciptakan usaha yang memiliki nilai manfaat bagi masyarakat.

"Shiena melihat banyak anak sekarang mulai terkena diabetes tipe 2. Dari situ muncul keinginannya membuat cookies sehat agar anak-anak lebih peduli terhadap kesehatan sejak dini," lanjut Rahayu.

Menurut ibu dari Afshiena ini, hampir seluruh konsep BloomBite merupakan hasil kreativitas Afshiena. Dimulai dari ide produk, bentuk cookies hingga konsep desainnya. Orang tua hanya membantu melakukan riset bahan baku dan proses produksi agar kualitas produk tetap terjaga.

Selain menjadi CEO cilik, Afshiena juga memiliki segudang pengalaman dan prestasi. Ia aktif mengikuti kelas Public Speaking, English Class, Archery, Qur'an Class, Pastry Class, Science Food Class, Pottery Class, penyiar radio muda, hingga menjadi bagian dari Global Kids and Youth for United Nations (GKUN).

Deretan prestasinya antara lain Juara III TDA Kidspreneur 2025, Bronze Medal Spirit World Education 2025 kategori Bahasa Inggris dan Sains, Grand Finalist Indonesian Student Champion Competition 2025 dan 2026, serta berbagai penghargaan akademik lainnya.

Kepala SD Islam Al Ma'arif 02 Singosari, Hj. Luluk Ernawati, S.Ag., M.Pd., menyampaikan rasa bangga atas pencapaian siswinya.

"Prestasi yang diraih Ananda Shiena menjadi kebanggaan sekolah. Kami sangat mengapresiasi semangatnya hingga berhasil memperoleh penghargaan pada event internasional. Terima kasih kepada orang tua yang terus memberikan bimbingan dan dukungan sehingga Shiena mampu menjadi inspirasi bagi teman-temannya dan membangun jejaring hingga tingkat internasional," ujar Luluk Ernawati.

Adapun forum internasional tersebut turut menghadirkan sejumlah tokoh dunia, di antaranya Prof. Dr.-Ing. Hendro Wicaksono dari Constructor University Bremen Jerman, Mr. Jeroen Rijneberg, Mr. Guido Lassally, dan Mr. Dorotheus Wisman dari Belanda.

Acaranya juga dirangkai dengan penandatanganan kerja sama internasional untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan dan inovasi di lingkungan perguruan tinggi.

Co-Founder dan Co-Director Global Kids and Youth for United Nations (GKUN), Imam Wahyudi Karimullah, S.S., M.A., mengatakan program tersebut dirancang untuk mencetak generasi muda yang mampu menjadi pencipta lapangan kerja sejak usia dini.

"Anak-anak kami bangun jiwa kepemimpinan, diplomasi, kewirausahaan, serta kepedulian terhadap SDGs. Mereka dipertemukan dengan mentor dan CEO dunia agar memiliki jejaring internasional sejak kecil," beber Imam Wahyudi.

Menanggapi agenda ini, Rektor Unisma Prof. Drs. Junaidi, M.Pd., Ph.D., mengaku kagum dengan kemampuan para Young CEO, termasuk Afshiena.

"Presentasinya sangat runtut. Mereka mampu memulai dari analisis masalah, menemukan solusi, mengembangkan ide bisnis, hingga menawarkan peluang investasi. Ini membuktikan bahwa jiwa entrepreneur dapat ditanamkan sejak usia dini," puji Junaidi.

Rektor Junaidi menegaskan Unisma akan terus memperkuat inkubator bisnis, memperluas kolaborasi dengan mitra internasional, serta membuka akses bagi UMKM dan startup Indonesia agar mampu menembus pasar global.

Penghargaan Best Healthy Food Innovation Award yang diraih Afshiena juga menjadi bukti bahwa inovasi besar dapat lahir dari tangan anak-anak. Dengan semangat belajar, kreativitas, kepedulian terhadap kesehatan, serta dukungan keluarga, sekolah, dan komunitas, CEO cilik BloomBite ini berhasil membawa nama Malang ke panggung internasional sekaligus menginspirasi generasi muda untuk berani berkarya sejak dini.

Dokumentasi kegiatan (dok.Unisma):





***

Editor: YAN

Baca juga: Rektor Unisma Apresiasi Agenda Internasional dan Inovasi Pengusaha Muda Malang


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Afshiena Chuancantya Tuai Apresiasi, CEO Cilik BloomBite Raih Best Healthy Food Innovation Award 2026 di Unisma Malang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now