![]() |
| Pengukuhan 987 siswa baru SMK PGRI 3 Malang 2026/27 yang disertai deklarasi dukungan program Jawa Timur Bebas Sampah Plastik./dok.istimewa |
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Sebanyak 987 peserta didik baru SMK PGRI 3 Malang tahun ajaran 2026/2027 dikukuhkan sebagai bagian dari keluarga besar Skariga Muda dalam Upacara Pengukuhan Kegiatan Cinta Sekolah (KCS) Angkatan ke-39 bertema Garda Swarna Skariga Muda nan Gemilang, Menganyam Budaya Menembus Cakrawala.
Pengukuhan ini diselenggarakan di Lapangan Upacara Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Malang, Kamis (9/7/2026).
Prosesi pengukuhan menjadi puncak rangkaian pembinaan karakter yang telah dijalani para peserta sebelum memasuki tahun ajaran baru 2026/2027.
Kegiatan tersebut menjadi penutup masa orientasi, serta menjadi simbol lahirnya generasi muda yang diharapkan memiliki karakter kuat, disiplin, berbudaya, serta mampu bersaing di tingkat global.
Upacara Pengukuhan Dihadiri Figur Penting
Upacara dihadiri Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Tatang Muttaqin, S.Sos., M.Ed., Ph.D., serta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M.
Kehadiran mereka sekaligus menutup secara resmi KCS Angkatan 39 dan mengukuhkan siswa baru SMK PGRI 3 Malang 2026/27.
Aries Agung Paewai memberikan apresiasi atas konsistensi SMK PGRI 3 Malang yang tiap tahun menyelenggarakan Kegiatan Cinta Sekolah sebagai bagian dari proses pembentukan karakter peserta didik sebelum dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Menurutnya, pendidikan karakter menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi penerus bangsa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, disiplin, dan kepedulian terhadap sesama.
"Selama beberapa hari ini kalian telah belajar bekerja sama, menghargai perbedaan, mengenal lingkungan sekolah, sekaligus mulai membangun karakter. Ini adalah bekal awal yang sangat penting untuk perjalanan pendidikan selama tiga tahun ke depan," ungkap Aries.
Aries menilai KCS merupakan inovasi pendidikan yang patut diapresiasi karena mampu membangun budaya sekolah sejak hari pertama peserta didik menginjakkan kaki di lingkungan pendidikan.
Pendidikan Vokasi Tak Lagi Kalah Pamor dan Pentingnya Adaptasi di Era AI
Ia juga menegaskan, paradigma terhadap pendidikan vokasi telah berubah. Jika dahulu SMK kerap dipandang sebelah mata, kini justru menjadi salah satu penopang utama pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
"Kalau dulu banyak yang mengatakan SMK tidak punya masa depan, sekarang justru sebaliknya. SMK adalah masa depan bangsa. Lulusannya menjadi tenaga profesional, penggerak industri, bahkan banyak yang menjadi pahlawan devisa melalui dunia kerja," tegasnya.
Di hadapan ratusan murid baru, Aries berpesan agar mereka menjaga nama baik sekolah, menghormati guru, menyayangi teman, serta memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijaksana.
Menurutnya, era Artificial Intelligence (AI) menghadirkan peluang besar bagi generasi muda untuk meningkatkan kompetensi, asalkan digunakan sebagai sarana belajar dan berinovasi, bukan sekadar untuk kemudahan instan.
"Gunakan teknologi dengan bijak. AI akan membantu kalian belajar, tetapi keberhasilan tetap ditentukan oleh kerja keras, disiplin, dan kemauan untuk terus meningkatkan kompetensi," imbau Aries.
Ia mengingatkan bahwa tidak ada keberhasilan yang diraih dengan jalan mudah. Kesuksesan hanya dapat dicapai melalui proses panjang yang dipenuhi semangat belajar, kedisiplinan, dan ketekunan.
Aries juga mengajak seluruh elemen pendidikan, mulai dari pemerintah, guru, dunia usaha, hingga orang tua, untuk bergandengan tangan membangun pendidikan yang berkualitas.
"Pendidikan bukan hanya urusan pemerintah. Pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama agar lahir generasi yang cerdas, berkarakter, berprestasi, siap bekerja, siap melanjutkan pendidikan, sekaligus siap berwirausaha membawa nama baik Jawa Timur dan Indonesia," tegasnya.
Pesan motivasi juga diberikan kepada seluruh peserta didik.
"Masa depan tidak ditentukan oleh siapa dirimu hari ini, tetapi oleh kebiasaan baik yang mulai kamu bangun sejak sekarang. Disiplin adalah kunci, karakter adalah fondasi, sedangkan prestasi merupakan perpaduan keduanya," tandasnya.
Pengukuhan dan Deklarasi Dukungan Program Jawa Timur Bebas Sampah Plastik
Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat. Secara simbolis, perwakilan peserta KCS maju ke depan mimbar untuk melepas kartu identitas peserta orientasi, kemudian mengenakan seragam resmi SMK PGRI 3 Malang yang dipakaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
Prosesi tersebut menjadi simbol berakhirnya masa orientasi sekaligus penegasan bahwa para peserta kini resmi menyandang status sebagai siswa SMK PGRI 3 Malang yang siap ditempa menjadi tenaga profesional sesuai bidang keahliannya.
Selain menitikberatkan pada pembinaan fisik dan mental, KCS Angkatan 39 juga menunjukkan kepedulian terhadap isu lingkungan.
SMK PGRI 3 Malang mendeklarasikan dukungan terhadap program Jawa Timur Bebas Sampah Plastik melalui aksi nyata berupa penyerahan 987 tumbler kepada perwakilan SMP di wilayah Malang.
Gerakan tersebut diharapkan mampu membangun budaya penggunaan botol minum isi ulang sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap plastik sekali pakai sejak usia sekolah.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemberian penghargaan kepada tiga kompi terbaik yang dinilai memiliki kedisiplinan, kekompakan, kepemimpinan, dan semangat kerja sama paling menonjol selama mengikuti pembinaan karakter di Lanal Malang.
Melalui penyelenggaraan KCS Angkatan 39, SMK PGRI 3 Malang kembali menegaskan komitmennya sebagai sekolah vokasi yang tidak hanya menghasilkan lulusan kompeten di bidang keahlian, tetapi juga membangun karakter, kepemimpinan, kepedulian sosial, serta wawasan kebangsaan.
Seluruh nilai tersebut menjadi fondasi lahirnya Garda Swarna, generasi emas Skariga yang berakar pada budaya bangsa dan siap menembus persaingan dunia kerja di era global. ***
Dokumentasi kegiatan (dok.istimewa):
***
Editor: YAN









Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?