Banner Iklan

UPN Veteran Jawa Timur Gelar Pelatihan Ecobricks sebagai Upaya Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Desa Jombatan

JSN Admin 2
27 Juni 2026 | 17.22 WIB Last Updated 2026-06-27T10:22:53Z
Dosen dan mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur menggelar pelatihan ecobricks sebagai upaya pengelolaan sampah berkelanjutan di Desa Jombatan, Jombang./dok.UPN Jatim

JOMBANG | JATIMSATUNEWS.COM - Persoalan sampah rumah tangga masih menjadi tantangan yang dihadapi banyak daerah di Indonesia. Kebiasaan membakar sampah, minimnya pemilahan sejak dari rumah, serta rendahnya pemanfaatan kembali sampah anorganik menjadi faktor yang memperburuk kualitas lingkungan.

Berangkat dari kondisi tersebut, Tim dosen dan mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional UPN Veteran Jawa Timur, kembali menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat bertajuk 'Trash to Treasure: Perubahan Perilaku Masyarakat Dusun Jombatan, Jombang melalui Pengolahan Sampah Menjadi Maggot dan Ecobricks' di Balai Desa Jombatan, Kabupaten Jombang. 

Kegiatan yang didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPN Veteran Jawa Timur ini menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pemberdayaan masyarakat.

Mengusung semangat Trash to Treasure, program yang merupakan lanjutan dari kegiatan pada tahun 2025 ini mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap sampah, dari yang semula dianggap sebagai limbah menjadi sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali melalui pendekatan ekonomi sirkular.

Pelaksanaan kegiatan mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Desa Jombatan dan masyarakat setempat. Puluhan peserta yang didominasi ibu rumah tangga mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan antusias.

Hal tersebut terlihat dari tingginya partisipasi peserta dalam sesi diskusi maupun praktik pengolahan sampah. Tidak hanya mendengarkan materi, warga juga secara langsung mempraktikkan berbagai teknik pengelolaan sampah yang dapat diterapkan di lingkungan rumah tangga.

Kegiatan dirancang secara partisipatif melalui dua sesi utama agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh pengalaman praktik secara langsung.

Pada sesi pertama, peserta mendapatkan sosialisasi mengenai pengelolaan sampah rumah tangga secara mandiri dan berkelanjutan. Materi tersebut membahas pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumber, dampak negatif pembakaran sampah terhadap kesehatan dan lingkungan, serta berbagai alternatif pengelolaan sampah bernilai ekonomi yang dapat dilakukan di tingkat rumah tangga. Sesi ini bertujuan menumbuhkan kesadaran dan membangun komitmen partisipatif dari warga.

Selanjutnya, pada sesi kedua peserta mengikuti pelatihan praktik upcycle ecobricks, pembuatan sapu berbahan botol plastik bekas, serta pembuatan keset dari kain perca. Seluruh praktik dilakukan secara berkelompok dengan pendampingan langsung dari narasumber sehingga setiap peserta dapat memahami setiap tahapan proses pembuatan secara benar.

Salah satu fokus utama kegiatan adalah pengenalan ecobricks sebagai solusi sederhana dalam mengurangi timbulan sampah plastik rumah tangga. Ecobricks merupakan teknik memanfaatkan botol plastik bekas yang diisi padat menggunakan limbah plastik bersih dan kering hingga membentuk material yang kuat dan tahan lama. Material tersebut kemudian dapat dimanfaatkan sebagai bahan penyusun kursi, meja, pot tanaman, pembatas taman, hingga berbagai fasilitas publik lainnya.

Narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup Jombang, Anny Mustikaningrum, menjelaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan fasilitas, tetapi juga perubahan kebiasaan masyarakat dalam memperlakukan sampah.

"Pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah. Prinsip yang perlu diterapkan adalah 3R, yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle. Reduce berarti mengurangi penggunaan barang sekali pakai, Reuse adalah menggunakan kembali barang yang masih layak, sedangkan Recycle dilakukan dengan mengolah sampah menjadi produk yang memiliki nilai guna. Ecobricks menjadi salah satu contoh penerapan prinsip tersebut karena mampu mengurangi sampah plastik sekaligus menghasilkan produk yang bermanfaat," jelas Anny.

Ia menambahkan bahwa sebelum dimasukkan ke dalam botol, seluruh sampah plastik harus dipastikan dalam kondisi bersih dan kering agar kualitas ecobricks tetap terjaga. Sampah kemudian dipotong kecil-kecil dan dipadatkan menggunakan tongkat hingga mencapai kepadatan tertentu. Semakin padat isi botol, semakin kuat pula ecobricks yang dihasilkan sehingga aman digunakan sebagai material alternatif dalam berbagai kebutuhan.

Selain pelatihan ecobricks, peserta juga memperoleh keterampilan upcycle, yaitu mengubah barang bekas menjadi produk baru yang memiliki nilai guna lebih tinggi. Dalam sesi tersebut, peserta membuat sapu dari botol plastik bekas dan keset dari kain perca yang sudah tidak terpakai. Kedua produk tersebut menjadi contoh bahwa limbah rumah tangga dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat tanpa membutuhkan biaya produksi yang besar.

Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur mendampingi warga Desa Jombatan untuk pelatihan./dok.UPN Jatim

Melalui praktik tersebut, masyarakat diajak memahami bahwa pengelolaan sampah tidak selalu identik dengan teknologi yang rumit. Dengan kreativitas dan kemauan untuk memilah sampah sejak dari rumah, berbagai jenis limbah dapat dimanfaatkan kembali sehingga mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir maupun dibakar secara terbuka.

Ketua tim pengabdian masyarakat, Januari Pratama Nurratri T., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun perubahan perilaku masyarakat menuju pengelolaan sampah yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Tujuan utama kegiatan ini bukan hanya mengajarkan cara membuat ecobricks, tetapi membangun kesadaran bahwa setiap rumah tangga memiliki peran penting dalam mengurangi timbulan sampah. 

Melalui pendekatan edukasi dan praktik langsung, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan sampah rumah tangga, tetapi juga memperkuat keterampilan dalam mengolah sampah plastik menjadi produk yang bernilai guna dan bernilai ekonomi.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu mendorong terbentuknya budaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang lebih mandiri, sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi sirkular di tingkat desa melalui pemanfaatan limbah sebagai sumber daya.

Tim akademisi UPN Veteran Jawa Timur di Desa Jombatan, Jombang./dok.UPN Jatim

Program pengabdian ini juga menjadi bagian dari kontribusi UPN Veteran Jawa Timur dalam mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, khususnya IKU 5 melalui pemanfaatan hasil kerja dosen oleh masyarakat dan IKU 7 melalui pembelajaran kolaboratif yang melibatkan mahasiswa dalam penyelesaian persoalan nyata di masyarakat. 

Kegiatan ini juga sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui daur ulang sampah/upcycle, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), melalui pemberdayaan masyarakat, peningkatan literasi lingkungan, pengembangan ekonomi sirkular, dan kolaborasi multipihak. 

Lebih jauh, program ini turut mendukung implementasi Asta Cita, khususnya Asta Cita ke-3 tentang peningkatan kualitas sumber daya manusia, Asta Cita ke-5 mengenai penguatan penguatan ekonomi berbasis potensi lokal, serta Asta Cita ke-6 yang menekankan pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan.

Sebagai wujud komitmen dalam menjaga keberlanjutan program, tim pengabdian kepada masyarakat turut menyerahkan sejumlah fasilitas pendukung kepada masyarakat Desa Jombatan.

Bantuan tersebut berupa dua set perangkat budidaya maggot, tong sampah khusus botol untuk mendukung pemilahan sampah anorganik, papan infografis edukatif mengenai tata kelola sampah rumah tangga, serta sebuah kursi berbahan dasar material daur ulang yang menjadi contoh konkret bagaimana limbah dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomi.

Melalui kegiatan ini, UPN Veteran Jawa Timur berharap masyarakat Dusun Jombatan dapat menjadi contoh penerapan pengelolaan sampah berbasis komunitas yang mengedepankan prinsip keberlanjutan.

Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, mitra, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan budaya baru dalam pengelolaan sampah rumah tangga, di mana limbah tidak lagi dipandang sebagai masalah, melainkan sebagai sumber daya yang dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan maupun kesejahteraan masyarakat. Jombang, 24 Juni 2026

Penulis: Walda Okvi Juliana Ningsih, Shinta Nur Sa'diyah, Ayu Syawal Linda, dan Dimas Akbar Tjakra Wijaya

***

Editor: YAN


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • UPN Veteran Jawa Timur Gelar Pelatihan Ecobricks sebagai Upaya Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Desa Jombatan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now