Banner Iklan

Tips Cegah Alat Elektronik Rusak Gegara Mati Listrik Ala Pakar UMM

Admin JSN
25 Juni 2026 | 14.48 WIB Last Updated 2026-06-25T07:48:04Z
Pemadaman listrik yang terjadi secara berulang ditangani oleh pihak PLN 

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Pemadaman listrik yang terjadi secara berulang bukan hanya mengganggu aktivitas harian masyarakat, tetapi juga membawa ancaman fatal yang jarang disadari bagi perangkat elektronik rumah tangga. Pakar Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Dr. Ir. Machmud Effendy, ST., M.Eng., IPM., Asean Eng., menegaskan bahwa kerusakan perangkat elektronik yang paling parah justru terjadi bukan pada saat listrik padam, melainkan ketika aliran listrik kembali menyala akibat adanya lonjakan tegangan yang drastis (power surge).

Machmud sapaan akrabnya menjelaskan bahwa selama ini masyarakat kerap keliru memahami akar penyebab rusaknya barang-barang elektronik mereka. Secara teknis, risiko tertinggi dan paling merusak justru muncul saat pasokan listrik pulih, di mana energi listrik masuk ke dalam komponen dalam jumlah sangat besar di waktu yang amat singkat, sehingga merusak komponen yang dirancang pada rentang tegangan tertentu.

“Secara umum, yang lebih berpotensi merusak alat elektronik adalah saat listrik kembali menyala. Pada saat jaringan listrik dipulihkan, sering terjadi lonjakan tegangan sesaat yang dapat jauh melebihi tegangan normal 220 volt. Kondisi ini berisiko merusak televisi, komputer, charger, router Wi-Fi, mesin cuci, hingga AC,” tegasnya 24 Juni lalu pada Humas UMM.

Selain kerusakan pada komponen keras elektronik rumah tangga, pemadaman mendadak turut berdampak sangat krusial pada perangkat digital seperti komputer dan server, yang dapat memicu hilangnya data secara masif hingga kegagalan sistem saat melakukan proses booting.

“Pada perangkat yang sedang menulis data, dampaknya bisa sangat serius. Tidak hanya kehilangan data, tetapi file dapat menjadi rusak, sistem operasi gagal berjalan, hingga terjadi kerusakan fisik pada media penyimpanan seperti hard disk jika kejadian berlangsung berulang,” jelasnya.

Ia juga menyoroti bahaya spesifik pada kompresor perangkat pendingin seperti AC dan kulkas, serta tingginya risiko latent damage atau kerusakan tersembunyi. Kondisi ini mempercepat penuaan mikroskopis komponen karena perangkat langsung dipaksa bekerja ekstra saat tekanan belum stabil, sehingga kegagalan fungsi sering kali baru muncul berminggu-minggu setelah pemadaman terjadi.

“Banyak perangkat tampak normal setelah listrik kembali menyala. Namun, bisa saja komponen di dalamnya telah mengalami kerusakan mikroskopis yang baru menimbulkan masalah di kemudian hari. Karena itu, setiap gangguan listrik sebaiknya dianggap sebagai peristiwa yang serius,” paparnya.

Kejadian mati listrik sebaiknya tidak lagi dianggap sebagai hal sepele yang berlalu begitu saja saat lampu kembali menyala. Sebagai langkah antisipasi yang bijak, masyarakat diimbau untuk segera mencabut steker perangkat elektronik sensitif ketika pemadaman terjadi. Biasakan memberi jeda dua hingga lima menit sebelum menyalakan alat-alat rumah tangga secara bertahap pasca listrik pulih. Selain itu, menginvestasikan dana pada perangkat surge protector berkualitas merupakan perlindungan dasar yang wajib dimiliki setiap rumah tangga guna menyerap lonjakan tegangan, menjaga keamanan aset digital, dan memastikan perangkat elektronik berumur panjang.(*)


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Tips Cegah Alat Elektronik Rusak Gegara Mati Listrik Ala Pakar UMM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now