Banner Iklan

Siapkan SDM Unggul Hadapi Era AI, Komisi II DPRD Pasuruan Dorong Pelatihan Vokasi, Investasi dan Penguatan UMKM

Anis Hidayatie
11 Juni 2026 | 11.20 WIB Last Updated 2026-06-11T04:20:46Z


Siapkan SDM Unggul Hadapi Era AI, Komisi II DPRD Pasuruan Dorong Pelatihan Vokasi, Investasi dan Penguatan UMKM

PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Pemerintah terus mendorong peningkatan keterampilan tenaga kerja dan pembukaan lapangan pekerjaan baru agar masyarakat Indonesia siap menghadapi tantangan dunia kerja masa depan. Penguatan pelatihan vokasi, program magang, perlindungan pekerja digital, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai alat bantu kerja menjadi bagian dari strategi nasional membangun sumber daya manusia (SDM) unggul dan berdaya saing.

Semangat tersebut sejalan dengan pandangan Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan yang menilai peningkatan kualitas SDM harus berjalan beriringan dengan penguatan sektor UMKM, investasi, serta optimalisasi potensi daerah untuk mendongkrak perekonomian dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

 Jagongan Wakil Rakyat (Jawara) yang menghadirkan Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan Agus Setya Wardana, Anggota Komisi II H. Arifin, dan Anggota Komisi II H. Heru Very Nurcahya, Selasa (9/6/2026) menyampaikan hal tersebut.

Para legislator menegaskan bahwa kualitas SDM menjadi faktor utama dalam menghadapi perubahan ekonomi global, termasuk perkembangan teknologi digital dan AI yang kini mulai masuk ke berbagai sektor industri.

Menurut H. Arifin, dorongan pemerintah untuk menjadikan UMKM naik kelas tidak akan berhasil tanpa peningkatan kapasitas pelaku usaha itu sendiri.

"Kalau kita mendorong UMKM untuk naik kelas tetapi pelaku bisnisnya tidak dididik dengan tepat maka target pemerintah daerah tidak akan terpenuhi. Artinya sumber daya manusianya harus dididik dan sumber daya alamnya juga harus dikelola dengan baik," tegas Arifin.

Ia menilai pelatihan keterampilan, pendidikan vokasi, serta pendampingan usaha menjadi kebutuhan mendesak agar pelaku UMKM mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, termasuk pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan sebagai sarana meningkatkan produktivitas usaha.

Dalam podcast tersebut, UMKM disebut sebagai salah satu benteng utama perekonomian masyarakat. Saat kondisi ekonomi mengalami tekanan, keberadaan UMKM terbukti mampu menjaga aktivitas ekonomi tetap berjalan.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, Agus Setya Wardana, mengungkapkan bahwa jumlah UMKM di Kabupaten Pasuruan terus menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Data per Juni 2026 mencatat terdapat sekitar 237.352 usaha mikro, 10.564 usaha kecil, dan 885 usaha menengah yang sebagian telah mampu menembus pasar nasional.

"Hari ini data UMKM di Kabupaten Pasuruan yang mikro mencapai 237.352. Kemudian usaha kecil 10.564 dan usaha menengah sebanyak 885 UMKM yang sudah mulai go nasional. Karena jumlahnya besar, maka perlu strategi pendampingan yang serius," ujarnya.

Wardana menegaskan, penguatan UMKM harus dibarengi dengan peningkatan kompetensi pelaku usaha melalui pelatihan, pendampingan, digitalisasi usaha, serta akses pasar yang lebih luas.

Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang terus memperkuat pelatihan vokasi dan program magang sebagai upaya menciptakan tenaga kerja yang siap bersaing di era modern.

Meski UMKM menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat, Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan menilai peningkatan PAD tidak bisa hanya mengandalkan sektor tersebut.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, H. Heru Very Nurcahya, mengatakan Kabupaten Pasuruan masih sangat terbuka terhadap investasi nasional maupun internasional yang berpotensi menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Ia mengungkapkan adanya ketertarikan investor asal Korea Selatan untuk menanamkan modal di Kabupaten Pasuruan sebagai sinyal positif terhadap iklim investasi daerah.

"Pasuruan sejatinya masih sangat terbuka terhadap investasi besar meski sudah banyak industri berdiri. Tempat untuk pengembangan kawasan industri masih tersedia luas dan sangat berpotensi," ungkap Heru.

Menurutnya, posisi geografis Kabupaten Pasuruan yang strategis, didukung akses jalan tol, kawasan industri, serta potensi sumber daya alam yang melimpah menjadi daya tarik tersendiri bagi investor.

Masuknya investasi baru diyakini akan membuka peluang kerja yang lebih luas sekaligus mendukung program nasional dalam menciptakan lapangan pekerjaan bagi generasi muda.

Selain investasi dan pengembangan SDM, Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan juga menyoroti pentingnya optimalisasi aset daerah sebagai sumber peningkatan PAD.

Arifin mengungkapkan masih banyak aset daerah yang belum dimanfaatkan secara maksimal sehingga belum memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan pemerintah daerah.

Ia juga menyoroti kebocoran pendapatan di sektor pasar tradisional akibat praktik parkir tanpa karcis dan pengelolaan retribusi yang belum optimal.

Menurutnya, penerapan sistem tiket elektronik atau e-ticketing dapat menjadi solusi untuk meningkatkan transparansi dan mencegah kebocoran pendapatan daerah.

"Di daerah lain sudah bisa menggunakan sistem elektronik. Mengapa kita tidak bisa? Ini terus kami sampaikan kepada dinas terkait agar segera direalisasikan," katanya.

Ia menambahkan bahwa sekitar 80 persen pemasukan daerah masih bergantung pada sektor pajak sehingga diperlukan pembenahan menyeluruh terhadap berbagai sektor ekonomi agar PAD dapat meningkat secara berkelanjutan.

Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan menilai tantangan ekonomi ke depan tidak hanya membutuhkan investasi dan infrastruktur, tetapi juga kualitas SDM yang unggul, terampil, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Pemanfaatan AI sebagai alat bantu produktivitas, peningkatan keterampilan kerja melalui pendidikan vokasi, perlindungan pekerja digital, serta penguatan UMKM dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun ekonomi daerah yang tangguh.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, pelaku UMKM, dan masyarakat, Kabupaten Pasuruan diyakini memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur sekaligus menciptakan lapangan kerja yang lebih luas bagi masyarakat.

"SDM unggul adalah kunci. Ketika keterampilan masyarakat meningkat, investasi masuk, UMKM berkembang, dan aset daerah dikelola dengan baik, maka kesejahteraan masyarakat dan PAD Kabupaten Pasuruan akan ikut meningkat," ucap Arifin. Ans


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Siapkan SDM Unggul Hadapi Era AI, Komisi II DPRD Pasuruan Dorong Pelatihan Vokasi, Investasi dan Penguatan UMKM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now