Banner Iklan

Senator Lia Istifhama Bagikan Pengalaman Nafar di Mina, Puncak Ibadah Haji yang Melatih Kesabaran

Admin JSN
02 Juni 2026 | 22.34 WIB Last Updated 2026-06-02T15:34:38Z
Senator Lia Istifhama membagikan salah satu momen dalam ibadah haji yang dijalani yakni nafar awal./dok.istimewa

MINA | JATIMSATUNEWS.COM - Anggota DPD RI, Lia Istifhama menjadi salah satu jemaah haji Indonesia 2026, sehingga ia pun dapat membagikan pengalamannya saat menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

Di antara semua tahap ibadah haji yang dijalani, ia membagikan pengalamannya saat melakukan nafar.

Menurut Senator Lia Istifhama, jemaah haji Indonesia mulai melaksanakan nafar awal pada Jumat, 29 Mei 2026 alias 12 Zulhijah 1447 H.

Pelaksanaan nafar awal ini dapat dilakukan setelah lempar jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah di Mina, serta menjadi bagian dari puncak ibadah haji.

Menurut Lia, aktivitas di area Jamarat terlihat lebih padat sejak sebelum Subuh. "Jumlah jemaah yang hadir meningkat berkali-kali lipat dibanding dua hari sebelumnya, karena banyak jemaah berupaya mengejar jadwal nafar awal di pagi hari," beber Lia pada rilis Senin (1/6).

Nafar awal adalah pilihan bagi jemaah haji untuk meninggalkan Mina lebih cepat pada 12 Zulhijah, yakni setelah selesai melempar tiga jumrah pada hari Tasyrik.

Jemaah yang memilih opsi ini harus sudah keluar dari Mina sebelum matahari terbenam.

Bagi yang belum familier, nafar awal memberikan kesempatan jemaah untuk lebih cepat kembali ke hotel dan mempersiapkan diri melanjutkan tawaf ifadah di Masjidil Haram.

Di Markas 80, proses pendorongan jemaah nafar awal dimulai sejak pukul 07.00 waktu Arab Saudi (WAS). Kloter pertama yang diberangkatkan adalah SUB 5 Embarkasi Surabaya, disusul SUB 9, dan kloter-kloter berikutnya yang memilih opsi nafar awal.

Pemberangkatan dari Mina menuju hotel di Sektor 1 Syisyah menggunakan bus yang disediakan syarikah. Sebelum keluar dari gerbang tenda Mina, jemaah diminta berbaris rapi, lalu masuk ke dalam bus sambil melantunkan selawat (sholawat).

Di sepanjang jalan Mina, terlihat banyak jemaah menunggu bus di area depan tenda. Aktivitas ini tidak hanya melibatkan jemaah Indonesia, tetapi juga jemaah dari berbagai negara lain, menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti jadwal nafar awal.

Dengan dimulainya nafar awal sejak pagi, rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) pada dasarnya telah selesai dijalani.

Bagi jemaah yang belum melaksanakan tawaf ifadah, mereka akan segera menuju Masjidil Haram untuk menyempurnakan rangkaian ibadah haji. Proses ini kemudian diakhiri dengan tawaf wada, sebagai perpisahan sebelum meninggalkan Tanah Suci.

Sedangkan, bagi sebagian jemaah yang memilih nafar tsani, mereka tetap berada di Mina untuk menyelesaikan lempar jumrah dan mabit hingga 13 Zulhijah atau pada Sabtu, 30 Mei 2026.

Berdasarkan apa yang dialami Senator Lia, nafar awal salah satu proses ibadah haji yang turut melatih kesabaran jemaah karena akan kembali berada di tengah ratusan ribu hingga sejuta umat jemaah haji dalam satu waktu.

Ketenangan dalam menjalaninya akan menjadi kunci kelancaran dan kekhusyukan dalam ibadah haji termasuk saat menjalani nafar awal.

Adapun jemaah haji Indonesia mulai meninggalkan Arab Saudi secara bertahap pada 1 Juni hingga 1 Juli 2026 mendatang. ***

Editor: YAN

Baca juga: 5 Tips untuk Jamaah Haji Saat Armuzna


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Senator Lia Istifhama Bagikan Pengalaman Nafar di Mina, Puncak Ibadah Haji yang Melatih Kesabaran

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?