Banner Iklan

SENADA PGMI FITK 2026, Menggerakkan Inovasi Pendidikan Dasar Melalui Riset dan Best Practice Mahasiswa

M. Kholilur Rohman
05 Juni 2026 | 11.28 WIB Last Updated 2026-06-05T04:28:23Z

Foto: Dokumentasi bersama

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya akademik yang unggul melalui penyelenggaraan Seminar Nasional Pendidikan Dasar (SENADA) PGMI 2026 pada Jum'at 5 Juni 2026. Mengusung tema “Aktualisasi Riset dan Best Practice Mahasiswa PGMI dalam Membangun Pendidikan Dasar yang Inovatif dan Adaptif”, kegiatan ini menjadi ruang kolaboratif bagi mahasiswa, akademisi, guru, dan praktisi pendidikan untuk berbagi gagasan, pengalaman, serta hasil penelitian dalam menjawab tantangan pendidikan dasar di era transformasi digital.

Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Program Studi PGMI, Ahmad Abtokhi, M.Pd., yang menegaskan pentingnya membangun atmosfer akademik yang hidup di lingkungan FITK, khususnya Program Studi PGMI. Menurutnya, seminar ini merupakan sarana pembelajaran praktis bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi akademik dan profesional. Beliau menjelaskan bahwa mahasiswa semester enam didorong untuk aktif mengikuti kegiatan seminar sebagai bagian dari proses pembelajaran yang tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Melalui forum ilmiah seperti SENADA, mahasiswa belajar menyampaikan gagasan, berdiskusi secara akademik, serta beradaptasi dengan berbagai model pertemuan ilmiah, termasuk melalui platform digital.

Seminar secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan FITK UIN Malang, Dr. Muh. Yunus, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyoroti pentingnya inovasi dalam dunia pendidikan dasar yang saat ini menghadapi perubahan sangat cepat akibat perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan. Menurutnya, guru tidak lagi hanya berperan sebagai penyampai materi pelajaran, tetapi juga sebagai pendidik, pembimbing, pelatih, dan pengarah yang bertanggung jawab membentuk karakter sekaligus kompetensi peserta didik.

Beliau menjelaskan bahwa tugas seorang guru mencakup lima peran utama, yaitu:
  1. Mengajar sebagai proses transfer ilmu pengetahuan;
  2. Mendidik melalui keteladanan dan pendampingan;
  3. Membimbing perkembangan peserta didik;
  4. Melatih keterampilan dan kompetensi;
  5. Mengarahkan peserta didik menuju masa depan yang lebih baik.

Lebih lanjut, Dr. Yunus menegaskan bahwa pendidikan dasar merupakan fondasi utama dalam membangun kemampuan berpikir, berkomunikasi, dan berkreasi. Oleh karena itu, mahasiswa PGMI harus mampu memahami perubahan zaman dan memanfaatkan teknologi secara bijak.

“Di tengah berkembangnya artificial intelligence dan machine learning, guru masa depan harus mampu beradaptasi. Teknologi bukan untuk ditakuti, tetapi harus dimanfaatkan sebagai sarana meningkatkan kualitas pembelajaran” tegasnya.

Beliau juga mendorong mahasiswa untuk aktif menulis artikel ilmiah dan mempublikasikan hasil penelitian maupun praktik pembelajaran yang telah dilakukan. Menurutnya, berbagai kegiatan akademik dan pengalaman lapangan mahasiswa dapat diolah menjadi artikel ilmiah yang layak dipublikasikan pada jurnal nasional maupun internasional. Seminar ini juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mempresentasikan hasil penelitian dan best practice yang telah mereka lakukan, sehingga tercipta ruang berbagi pengalaman dan pembelajaran yang lebih luas.

Salah satu keunggulan SENADA PGMI 2026 adalah adanya peluang publikasi bagi para peserta. Artikel yang dipresentasikan berkesempatan untuk diterbitkan pada jurnal akademik, di antaranya Jurnal Madrasah (Sinta 4), Jurnal Experiment (Sinta 4), serta Jurnal Ibtidaiyah yang sedang dalam proses akreditasi. Kesempatan ini menjadi nilai tambah yang sangat penting bagi mahasiswa dan peneliti muda untuk mulai membangun rekam jejak akademik sejak dini. Melalui publikasi ilmiah, hasil penelitian tidak hanya berhenti sebagai laporan akademik, tetapi dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik pendidikan.

Menambah semarak suasana, kegiatan SENADA PGMI 2026 juga menampilkan Tari Jaran Kore sebagai persembahan dari mahasiswa PGMI. Penampilan tersebut menjadi simbol bahwa pendidikan tidak hanya berbicara tentang penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang pelestarian budaya dan penguatan identitas bangsa. Perpaduan antara forum ilmiah dan pertunjukan budaya menunjukkan komitmen Program Studi PGMI dalam membentuk calon pendidik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap nilai-nilai budaya dan sosial masyarakat.

Penyelenggaraan Seminar Nasional Pendidikan Dasar (SENADA) PGMI 2026 menjadi bukti nyata komitmen Program Studi PGMI UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam membangun budaya akademik yang produktif, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Melalui forum ini, mahasiswa didorong untuk tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi pencipta gagasan, peneliti, dan agen perubahan dalam dunia pendidikan dasar.

Dengan mengintegrasikan riset, best practice, teknologi, serta semangat publikasi ilmiah, SENADA PGMI 2026 berhasil menghadirkan ruang inspiratif yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan pendidikan. Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi pendidik masa depan yang kreatif, responsif terhadap perubahan, serta siap berkontribusi dalam mewujudkan pendidikan dasar Indonesia yang lebih berkualitas, inovatif, dan berdaya saing global.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • SENADA PGMI FITK 2026, Menggerakkan Inovasi Pendidikan Dasar Melalui Riset dan Best Practice Mahasiswa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now