Foto: Sesi pemaparan
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Program Studi Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menyelenggarakan kegiatan Seminar dan Gelar Karya 2026 dengan tema “Transforming Mathematics Education through Artificial Intelligence, Digital Media and Hands-on Learning” pada kamis (4) kemarin.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi dosen, mahasiswa, guru, dan praktisi pendidikan untuk berdiskusi mengenai inovasi pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pendidikan abad ke-21.
Pada sesi pertama, Dr. Tomi Listiawan, S.Pd., M.Si. memaparkan materi mengenai perkembangan teknologi pendidikan dan urgensi pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran. Menurutnya, terdapat dua prinsip penting yang menjadi landasan dalam pemanfaatan teknologi pendidikan. Pertama adalah Prinsip Guru dan Pendidikan, yaitu bahwa teknologi dan AI tidak menggantikan peran guru, melainkan menjadi alat yang membantu guru menciptakan pembelajaran yang lebih efektif, kreatif, dan bermakna. Guru tetap menjadi sosok utama dalam membimbing, mengarahkan, serta menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik.
Prinsip kedua adalah Prinsip Persaingan Global, di mana dunia pendidikan dituntut untuk mempersiapkan peserta didik agar mampu bersaing dalam lingkungan global yang semakin kompetitif. Penguasaan teknologi digital dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan AI menjadi keterampilan yang harus dimiliki oleh generasi masa depan.
Dalam paparannya, Dr. Tomi juga menjelaskan perkembangan e-learning sebagai bagian dari transformasi pendidikan modern. Ia menggambarkan bahwa ruang belajar saat ini telah berubah menjadi ruang belajar “zaman now” yang memiliki karakteristik langsung, maya, kolaboratif, dan mandiri. Peserta didik tidak lagi terbatas pada ruang kelas fisik, tetapi dapat belajar kapan saja dan di mana saja melalui berbagai platform digital.
Lebih jauh lagi, pemateri menekankan pentingnya menciptakan pengalaman belajar (learning experience) yang bermakna bagi peserta didik. Guru perlu merancang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi, bereksplorasi, dan membangun pengetahuan secara aktif. Oleh karena itu, kemampuan dalam merancang pembelajaran daring menjadi kompetensi yang harus terus dikembangkan oleh para pendidik.
Sesi kedua disampaikan oleh Achmad Firmansyah, M.Pd. dengan tema “Inovasi Media Pembelajaran di Sekolah Saat Ini”. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah membuka peluang yang luas bagi guru untuk menghadirkan media pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik.
Achmad Firmansyah menekankan bahwa media pembelajaran tidak lagi terbatas pada buku dan papan tulis, tetapi telah berkembang ke berbagai bentuk media digital seperti video pembelajaran, aplikasi interaktif, platform pembelajaran daring, hingga pemanfaatan teknologi berbasis AI. Inovasi media pembelajaran menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dan membantu mereka memahami konsep-konsep yang kompleks secara lebih mudah.
Beliau juga mengajak para pendidik untuk terus berinovasi dan memanfaatkan teknologi secara bijak agar pembelajaran menjadi lebih kontekstual, kreatif, serta mampu menjawab kebutuhan peserta didik di era digital. Seminar ini menjadi momentum penting dalam mendorong transformasi pendidikan matematika yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Melalui pemanfaatan AI, pengembangan e-learning, serta inovasi media pembelajaran, para pendidik diharapkan mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih efektif, menarik, dan relevan dengan kebutuhan zaman.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?