Banner Iklan

Sekretaris Amirul Hajj 2026, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si Soroti Isu Lingkungan di Tanah Suci

M. Kholilur Rohman
06 Juni 2026 | 13.24 WIB Last Updated 2026-06-06T06:24:35Z

 

Foto: Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Prof. Dr. Hj. lfi Nur Diana sebagai sekretaris Amirul Hajj memberikan perhatian khusus pada isu lingkungan di tanah suci. Ia mengamati penggunaan sampah plastik yang luar biasa oleh jamaah haji dari seluruh dunia, khususnya di ARMUZNA (Arofah, Muzdalifah dan Mina).

Pada tahun ini, jamaah haji Indonesia merupakan jamaah haji terbesar dari seluruh dunia, yaitu mencapai lebih 202 ribu jamaah.  Jika 1 orang  membutuhkan minimal 10 botol kemasan 220 ml, maka jamaah haji Indonesia saja membutuhkan 2.20 juta botol air kemasan per hari. Jika dikalikan seluruh jamaah sedunia yang mencapai 2 juta lebih maka dapat dibayangkan penumpukan jumlah botol plastiknya.

Lebih jauh lagi, Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si menjelaskan bahwa jamaah haji Indonesia sudah diberikan tumbler ketika sampai di Arofah, namun tidak digunakan untuk isi ulang air minum. Hal ini disebabkan tidak tersedianya dispenser air minum di ARMUZNA.

"Oleh sebab itu, hal ini menjadi catatan perbaikan ke depan untuk disampaikan pada syarikat agar disiapkan dispenser, sehingga dapat mengurangi penggunaan air minum dalam kemasan sekali pakai. Dan tumbler dapat diberikan kepada jamaah ketika baru sampai di hotel di tanah suci," papar Prof. Ilfi Nur Diana.

Selain itu, sampah plastik sangat sulit terurai atau tidak mudah hancur secara alami, sehingga ancaman mikroplastik dapat berdampak pada kesehatan manusia di samping mempercepat perubahan iklim. Maka dari itu, sampah plastik harus dapat didaur ulang (recycle). Juga dengan cara mengurangi pemakaian plastik sekali pakai (reduce)," jelas Rektor UIN Malang itu.

Rektor UIN Malang juga menggalakkan budaya atau gaya hidup ramah lingkungan sebagai cerminan dari seorang muslim yang bertakwa. Menjaga lingkungan dalam Islam adalah bentuk dari ibadah (hablum min al-alam).

"Menjaga alam berarti menjaga kehidupan umat manusia. Bukankah Allah telah melarang manusia membuat kerusakan di muka bumi. Seperti yang dijelaskan di dalam Al-Qur'an Surat Ar-rum ayat 41," tandasnya.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Sekretaris Amirul Hajj 2026, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si Soroti Isu Lingkungan di Tanah Suci

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now