Banner Iklan

Santri PPI AMF Ciptakan Panel Peredam Suara dari Limbah, Raih Juara di Kancah Internasional

Admin JSN
19 Juni 2026 | 17.46 WIB Last Updated 2026-06-19T10:46:25Z
Santri PPI AMF menciptakan panel peredam suara dari limbah, mereka meraih juara di kancah internasional./dok.UMM

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Tim unggulan dari Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI AMF) Malang yang digawangi oleh Ahmad Adila Al Ghifari, Abyan Agha Al Ghifari, Faizul Umam, Farrand Al Azka, Haidar Abimanyu Tuarita, dan Muhammad Mahir sukses meraih medali perak lewat inovasi panel peredam suara bernama 'Ecouiet'.

Prestasi tingkat internasional diraih mereka pada Kompetisi Bali International Science Fair (BISF) 2026 yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA).

Ajang ini diikuti santri tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan bersaing dengan berbagai delegasi pelajar dari Amerika Serikat, kawasan Asia Tenggara, Kazakhstan, hingga Uzbekistan.

Inovasi Ecouiet dari Ahmad Adila Al Ghifari dan kolega memanfaatkan limbah organik berupa ampas tebu, sabut kelapa, dan kertas bekas untuk menekan polusi suara di lingkungan belajar.

Perwakilan tim, Haidar Abimanyu Tuarita, menjelaskan bahwa panel peredam ini memiliki ketebalan 2,5 sentimeter dengan tekstur akhir yang padat menyerupai semen, di mana strukturnya juga ditambahkan material khusus agar fungsinya optimal.

"Juga ada campuran arang hitam pada proses pembuatannya agar struktur panel lebih padat dan menyerap suara dengan baik," ungkap siswa kelas 8 yang akrab disapa Abi tersebut pada Senin (15/6).

Guna membuktikan efektivitas kinerjanya, tim melakukan serangkaian uji coba menggunakan kotak kardus yang bagian dalamnya telah direkatkan panel Ecouiet.

Mereka menyetel musik bervolume tinggi dari dalam kotak dan mengukur tingkat kebisingan yang berhasil diredam menggunakan alat ukur suara digital berbasis aplikasi telepon pintar.

"Dan alat pendeteksi suara yang kita pakai saat uji coba itu decibel meter. Aplikasinya sangat praktis karena bisa diunduh langsung di Playstore," ujarnya.

Dalam proses perakitannya, tim pelajar ini tidak lepas dari sejumlah kendala teknis selama empat pekan masa pengerjaan. Anggota tim lainnya, Muhammad Mahir dan Faizul Umam, memaparkan bahwa waktu yang relatif singkat cukup menyulitkan mereka dari tahap ideasi hingga perakitan, terlebih saat mereka harus menyesuaikan komposisi bahan agar adonan merekat sempurna.

"Waktu yang mepet membuat kami harus bekerja ekstra cepat, apalagi mencari tekstur panel yang pas dan sesuai keinginan itu terbukti cukup sulit," beber Mahir.

Pencapaian luar biasa di tingkat internasional ini diharapkan mampu menjadi teladan dan pemacu semangat berkarya. Pembina Karya Ilmiah Remaja (KIR) PPI AMF, Nabila Almayda, merasa sangat bersyukur dan bangga atas dedikasi serta capaian inovatif yang berhasil ditunjukkan oleh anak didiknya.

"Semoga santri-santri PPI AMF dapat terus berkembang dengan berbagai inovasi dan prestasi yang membawa kebermanfaatan luas bagi masyarakat," tandas Nabila.

Keberhasilan para santri PPI AMF ini menjadi bukti nyata bahwa usia belia bukanlah halangan untuk melahirkan produk ramah lingkungan yang berdaya guna tinggi. Inovasi Ecouiet juga diharapkan mendapat dukungan riset lanjutan agar dapat disempurnakan dan diproduksi secara massal, sehingga masalah kebisingan di ruang-ruang kelas maupun fasilitas umum dapat teratasi secara berkelanjutan dengan material hijau. ***

Editor: YAN


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Santri PPI AMF Ciptakan Panel Peredam Suara dari Limbah, Raih Juara di Kancah Internasional

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now