Banner Iklan

Rupiah Sentuh Rp18.042 per Dolar AS, Purbaya Tegaskan Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Kuat

Anis Hidayatie
05 Juni 2026 | 08.24 WIB Last Updated 2026-06-05T01:25:05Z

 

 Purbaya Tegaskan Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Kuat (sumber gambar CNN)

JAKARTA | JATIMSATUNEWS.COM: Pelemahan nilai tukar rupiah dan koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian pelaku pasar dan masyarakat. Namun pemerintah menegaskan bahwa kondisi tersebut lebih banyak dipengaruhi tekanan ekonomi global dan bukan mencerminkan runtuhnya fundamental ekonomi Indonesia.

Pada perdagangan Kamis (4/6/2026), IHSG kembali mengalami penurunan hingga berada di level 5.839 atau turun 101 poin dibandingkan penutupan sehari sebelumnya. Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali melemah dan diperdagangkan di level Rp18.042 per dolar AS, menjadi titik terendah sepanjang sejarah.

Jika melihat pergerakan pasar sejak akhir Mei 2026, IHSG tercatat berada di kisaran 6.127 atau melemah sekitar 0,56 persen dalam sepekan. Meski koreksi tersebut terlihat relatif terbatas, tekanan pasar domestik sebenarnya telah berlangsung sejak awal tahun akibat kombinasi berbagai faktor global.

Arus keluar modal asing, penguatan dolar AS terhadap hampir seluruh mata uang dunia, serta tingginya ketidakpastian ekonomi global menjadi faktor utama yang membentuk sentimen negatif di pasar keuangan Indonesia. Kondisi tersebut tidak hanya dialami Indonesia, tetapi juga banyak negara berkembang lainnya yang menghadapi tekanan serupa.

Meski demikian, sejumlah pengamat menilai tekanan yang terjadi saat ini tidak sedalam fase panic selling yang sempat melanda pasar pada kuartal pertama tahun 2026. Volatilitas memang masih tinggi, namun pasar mulai menunjukkan tanda-tanda menemukan titik keseimbangan baru.

Sebagian investor bahkan mulai melakukan akumulasi secara selektif terhadap saham-saham yang memiliki fundamental kuat dan valuasi yang dinilai menarik. Fenomena ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap prospek ekonomi Indonesia masih terjaga meskipun ketidakpastian global belum sepenuhnya mereda.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan rupiah yang terjadi saat ini tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi ekonomi domestik. Menurutnya, pergerakan nilai tukar tersebut cenderung dipengaruhi sentimen global yang sangat kuat.

“Pelemahan rupiah saat ini tidak masuk akal jika melihat fundamental ekonomi Indonesia yang masih aman dan relatif kuat,” ujarnya.

Pemerintah bersama Bank Indonesia terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas pasar keuangan dan nilai tukar rupiah. Intervensi di pasar valas, penguatan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter, serta upaya menjaga kepercayaan investor menjadi bagian dari strategi yang terus dilakukan.

Sejumlah indikator ekonomi domestik juga masih menunjukkan kondisi yang relatif solid. Konsumsi masyarakat tetap terjaga, aktivitas investasi terus berjalan, dan berbagai program pembangunan nasional masih berlangsung untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Para ekonom mengingatkan bahwa penguatan dolar AS yang terjadi saat ini merupakan fenomena global yang turut menekan berbagai mata uang negara lain. Karena itu, pelemahan rupiah tidak dapat dilihat secara terpisah tanpa mempertimbangkan kondisi ekonomi internasional yang sedang bergejolak.

Pemerintah pun mengimbau masyarakat agar tidak panik menghadapi dinamika pasar yang terjadi. Masyarakat diminta tetap bijak dalam mengambil keputusan ekonomi dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang dapat menimbulkan kepanikan.

Dengan fundamental ekonomi yang masih terjaga serta komitmen pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas, Indonesia diyakini memiliki kapasitas untuk menghadapi tekanan global dan menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian dunia. ANS


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Rupiah Sentuh Rp18.042 per Dolar AS, Purbaya Tegaskan Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Kuat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now