Banner Iklan

MAN 2 Kota Malang Bongkar Strategi Cetak Juara Nasional dan Internasional, Pembinaan Dimulai Sejak Siswa Baru

Anis Hidayatie
05 Juni 2026 | 07.29 WIB Last Updated 2026-06-05T01:14:01Z

 

Gambar: Wulaida Zuhriyana, Ketua Program Olimpiade dan Riset MAN 2 Kota Malang

MALANG | JATIMSATUNEWS: Deretan prestasi yang diraih siswa MAN 2 Kota Malang di berbagai ajang sains dan riset tingkat nasional maupun internasional ternyata tidak diperoleh melalui persiapan singkat menjelang lomba. Madrasah ini menerapkan sistem pembinaan berkelanjutan yang dimulai sejak proses penerimaan peserta didik baru hingga karantina intensif sebelum kompetisi.

Ketua Program Olimpiade dan Riset MAN 2 Kota Malang, Wulaida Zuhriyana, menjelaskan bahwa langkah awal yang dilakukan adalah menelusuri rekam jejak akademik calon siswa sejak masih menempuh pendidikan di SMP maupun MTs.

Madrasah secara aktif menjaring siswa yang memiliki prestasi dalam berbagai ajang kompetisi, seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI), Madrasah Young Researchers Supercamp (MYRES), hingga Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI).

“Kami melakukan tracing terhadap siswa-siswa berprestasi sejak SMP atau MTs. Mereka yang memiliki rekam jejak prestasi akademik kami undang untuk bergabung dan diberikan fasilitas beasiswa pendidikan selama satu tahun,” ujar Wulaida, Kamis (4/6/2026).

Setelah resmi menjadi peserta didik, pemetaan potensi kembali dilakukan melalui kegiatan Masa Ta'aruf Siswa Madrasah (Matsama). Pada tahap ini, siswa yang memiliki minat di bidang olimpiade maupun riset diberi kesempatan mengikuti seleksi untuk masuk kelas unggulan akademik.

MAN 2 Kota Malang membagi kelas unggulan menjadi jalur akademik dan non-akademik. Khusus jalur akademik, siswa ditempatkan ke kelas Olimpiade atau kelas Riset sesuai kemampuan dan minat masing-masing.

Meski demikian, kesempatan meraih prestasi tidak hanya diberikan kepada siswa kelas unggulan. Siswa reguler yang memiliki minat mengikuti kompetisi juga tetap mendapat pembinaan khusus.

“Mereka mendapatkan pembinaan setiap sore setelah kegiatan belajar mengajar selesai. Bahkan pada akhir pekan, pembinaan dilakukan secara penuh,” jelasnya.

Untuk memastikan siswa menemukan bidang yang paling sesuai, madrasah menerapkan program matrikulasi selama tiga bulan pertama. Program ini menjadi sarana pengenalan berbagai cabang olimpiade sekaligus pemetaan kemampuan siswa.

Melalui proses tersebut, siswa tidak hanya mengenal bidang populer seperti Matematika dan Biologi, tetapi juga cabang lain seperti Kimia, Astronomi, Kebumian, Informatika hingga riset ilmiah.

Menurut Wulaida, pendekatan ini membuat proses pembinaan menjadi lebih efektif karena siswa dapat fokus mengembangkan potensi terbaik yang dimiliki.

Menjelang kompetisi tingkat nasional maupun internasional, MAN 2 Kota Malang juga menerapkan karantina akademik selama satu bulan penuh. Selama masa tersebut, peserta dibebaskan dari kegiatan belajar reguler dan fokus mengikuti pembinaan intensif.

Kegiatan pembinaan berlangsung sejak pagi hingga malam hari dengan pendampingan guru pembina, pelatih profesional, alumni, serta dukungan teknologi pembelajaran modern. Salah satunya melalui pemanfaatan laboratorium virtual PhET Colorado yang membantu siswa memahami konsep sains melalui simulasi interaktif.

Tak hanya mengasah kemampuan akademik, madrasah juga menanamkan penguatan karakter dan spiritual melalui program Insan Pro (Internalisasi Keislaman, Sains, dan Riset dalam Program Pengembangan Olimpiade).

Dalam program tersebut, siswa dibiasakan menjalankan salat Tahajud, salat Duha berjamaah, tadarus Al-Qur'an, zikir, hingga mengikuti sesi motivasi sebelum memulai pembelajaran.

“Kami ingin membangun keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kekuatan spiritual. Anak-anak harus percaya diri, disiplin, bekerja keras, sekaligus memiliki ketenangan batin dalam menghadapi kompetisi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keberhasilan pembinaan prestasi di MAN 2 Kota Malang tidak terlepas dari dukungan seluruh elemen madrasah, mulai dari kepala madrasah, guru pembina, tenaga kependidikan, komite madrasah hingga berbagai pihak yang terus memberikan dukungan dan apresiasi kepada siswa.

“Prestasi tidak dibangun oleh satu orang. Dibutuhkan sistem yang berjalan konsisten, dukungan seluruh stakeholder, serta komitmen bersama untuk menjaga proses pembinaan tetap berkelanjutan,” tegasnya.

Dengan sistem pembinaan yang terstruktur sejak awal, MAN 2 Kota Malang berharap dapat terus melahirkan generasi berprestasi sekaligus menjadi inspirasi bagi madrasah lain dalam membangun budaya kompetitif dan unggul di bidang akademik maupun riset. Ans


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • MAN 2 Kota Malang Bongkar Strategi Cetak Juara Nasional dan Internasional, Pembinaan Dimulai Sejak Siswa Baru

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now