Banner Iklan

36 Ekstrakurikuler hingga Karantina Prestasi, MAN 2 Kota Malang Serius Cetak Talenta Muda Berdaya Saing

Anis Hidayatie
05 Juni 2026 | 07.25 WIB Last Updated 2026-06-05T00:25:58Z

 

Gambar: Alif Rifa'i, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan MAN 2 Kota Malang

MALANG | JATIMSATUNEWS: Pengembangan prestasi siswa tidak hanya dilakukan melalui jalur akademik. Di MAN 2 Kota Malang, pembinaan bakat dan minat peserta didik menjadi bagian penting dalam membentuk generasi berprestasi yang mampu bersaing di berbagai bidang, mulai olahraga, seni, teknologi, hingga kompetensi kreatif lainnya.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui sistem pembinaan non-akademik yang terstruktur sejak siswa pertama kali menginjakkan kaki di madrasah. Setiap peserta didik dipetakan berdasarkan minat, bakat, serta rekam jejak prestasi yang telah dimiliki sejak jenjang SMP maupun MTs.

Wakil Kepala Bidang Kesiswaan MAN 2 Kota Malang, Alif Rifa'i, mengatakan bahwa proses identifikasi potensi siswa menjadi langkah awal dalam menentukan pola pembinaan yang tepat.

“Sejak awal masuk, siswa diberi kesempatan memilih bidang yang mereka sukai. Data itu kemudian kami padukan dengan rekam jejak prestasi yang sudah dimiliki agar pembinaan yang diberikan benar-benar sesuai dengan potensi mereka,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).

Saat ini MAN 2 Kota Malang memiliki 36 kegiatan ekstrakurikuler yang menjadi wadah pengembangan berbagai talenta siswa. Pilihannya pun beragam, mulai dari cabang olahraga, seni pertunjukan, jurnalistik, robotik, hingga sejumlah kegiatan yang mengikuti perkembangan minat generasi muda.

Menurut Alif, madrasah berupaya memastikan setiap siswa memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang, termasuk pada bidang yang membutuhkan pembinaan khusus.

Salah satunya terlihat pada cabang olahraga panahan. Meski belum memiliki pelatih internal, madrasah tetap memfasilitasi siswa dengan menjalin kerja sama bersama lembaga panahan profesional agar pembinaan tetap berjalan optimal.

“Kami tidak ingin keterbatasan menjadi alasan terhambatnya potensi siswa. Jika diperlukan pembinaan khusus, kami menggandeng pihak yang memang memiliki kompetensi di bidang tersebut,” jelasnya.

Untuk menghadapi berbagai kompetisi, MAN 2 Kota Malang juga menerapkan program pembinaan intensif melalui sistem karantina. Durasi karantina disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing cabang prestasi.

Pada bidang seni, pembinaan intensif biasanya berlangsung dua hingga tiga minggu menjelang perlombaan. Sementara untuk cabang olahraga dilakukan minimal dua minggu dengan agenda latihan rutin dan sparing bersama sekolah, klub, maupun komunitas yang memiliki level kompetisi lebih tinggi.

Alif menilai kolaborasi menjadi salah satu kunci penting dalam meningkatkan kualitas pembinaan siswa. Karena itu, MAN 2 Kota Malang aktif membangun jejaring dengan berbagai lembaga pendidikan, komunitas, klub olahraga, hingga pelatih profesional.

“Pengalaman bertanding dan berinteraksi dengan lingkungan yang lebih luas sangat penting untuk meningkatkan kemampuan siswa. Karena itu kami membuka ruang kerja sama seluas-luasnya,” katanya.

Lebih dari sekadar fasilitas dan program, keberhasilan pembinaan non-akademik juga ditopang oleh pendampingan guru yang konsisten. Kehadiran guru dalam setiap proses pengembangan bakat dinilai mampu meningkatkan motivasi sekaligus rasa percaya diri siswa saat mengikuti kompetisi.

Menurut Alif, perhatian dan dukungan yang diberikan guru membuat siswa merasa dihargai sehingga lebih bersemangat dalam mengembangkan kemampuan yang dimiliki.

Ia berharap pengalaman MAN 2 Kota Malang dapat menjadi inspirasi bagi madrasah lain dalam membangun ekosistem pengembangan bakat yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

“Kuncinya adalah mengenali potensi siswa sejak awal, kemudian memberikan ruang dan pembinaan yang tepat. Jangan sampai ada bakat peserta didik yang tidak terdeteksi dan akhirnya tidak berkembang,” tegasnya.

Kepada para siswa madrasah di seluruh Indonesia, Alif berpesan agar tidak ragu untuk terus mengasah kemampuan dan berani bersaing di berbagai ajang prestasi.

“Terus berlatih, tingkatkan kemampuan, jangan pernah berhenti belajar, dan iringi setiap usaha dengan doa. Ketika dilakukan dengan sungguh-sungguh, prestasi akan datang mengikuti proses yang dijalani,” pungkasnya.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • 36 Ekstrakurikuler hingga Karantina Prestasi, MAN 2 Kota Malang Serius Cetak Talenta Muda Berdaya Saing

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now