Banner Iklan

Reformasi Jilid II: Solusi Bangsa atau Jalan Menuju Instabilitas?

Anis Hidayatie
21 Juni 2026 | 08.32 WIB Last Updated 2026-06-21T01:32:49Z

 

Diskusi membahas tentang reformasi jilid 2 mahasiswa semarang

SEMARANG | JATIMSATUNEWS: Wacana Reformasi Jilid II yang ramai diperbincangkan publikmendapat jawaban menyejukkan dari Semarang: alih-alihmenuju ketidakpastian, forum diskusi terbuka justrumenegaskan bahwa perbaikan bangsa bisa dicapai lewat langkahkonstruktifbukan penolakan serampangan.

Pengamat politik Universitas Diponegoro (Undip), Nur Hidayat Sardini, mengajak masyarakat untuk tidak serta-merta menolakberbagai program pemerintahtermasuk Program KoperasiMerah Putih. Menurutnya, yang lebih penting adalah mendorongperbaikan tata kelola agar program benar-benar memberikanmanfaat bagi masyarakat. Hal itu disampaikan dalam DiskusiForum Bicara Merdeka: Reformasi Jilid II yang digelar di salah satu kafe di Kota Semarang, Sabtu (20/6/2026).

Akademisi yang akrab disapa NHS itu menilai keberhasilansebuah program pemerintah sangat ditentukan oleh tata kelolayang baikmulai dari penetapan sasaran penerima manfaat, proses rekrutmen pengelolahingga sistem distribusi yang tepatBukan soal mendukung atau menolaktetapi bagaimana tata kelola program itu diperbaiki. Harus jelas siapa sasaranpenerima manfaatbagaimana rekrutmen operatornyasertabagaimana distribusinya agar tepat sasaran,” ujar NHS.

Ia juga menekankan pentingnya melibatkan institusi sosialseperti sekolah dan komunitas lokaldalam pelaksanaanberbagai program pemerintah agar manfaatnya lebih luas dan efektif. Selain itu, NHS menyoroti pentingnya efektivitaspenggunaan anggaran negara, dengan mencontohkan program penanganan stunting yang seharusnya lebih difokuskan pada kebutuhan utamaterutama selama 1.000 hari pertamakehidupan anak — bukti bahwa solusi yang ia tawarkan bersifatmembangunbukan menjerumuskan program ke jalan buntu.

Dalam kesempatan itu, NHS turut menilai forum diskusi kritis di Kota Semarang yang membahas komitmen kebangsaan dan arahpembangunan masih sangat terbataspadahal ruang dialog semacam itu dibutuhkan agar masyarakat dapat berpartisipasiaktif mengawal jalannya pemerintahan — menegaskan bahwajalan keluar bagi bangsa lebih mungkin ditemukan lewatperbaikan bertahap ketimbang kegaduhan yang menujuketidakpastian.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Reformasi Jilid II: Solusi Bangsa atau Jalan Menuju Instabilitas?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now