Banner Iklan

Di Tengah Seruan Reformasi Jilid II, Mahasiswa Semarang Pilih Menguji Logika dan Data

Anis Hidayatie
21 Juni 2026 | 08.29 WIB Last Updated 2026-06-21T01:29:53Z

 

Diskusi Mahasiswa Semarang Bicara Merdeka Reformasi Jilid 2 Ketimbang Aksi dan Memilih untuk Bertukar Gagasan


SEMARANG | JATIMSATUNEWS; Di tengah seruan Reformasi Jilid II yang terus bergulir di ruangpublik, forum diskusi di Semarang menunjukkan bahwa isubesar bangsa ini bisa dibedah secara jernih lewat logika dan data, bukan sekadar emosi sesaat.

Forum diskusi bertajuk “Bicara Merdeka: Reformasi Jilid II” digelar di Hans Kopi Veteran, Semarang, dan diselenggarakanRMOLJatengmenghadirkan Waketum Luar Negeri LMND Evantio YudhistiraPresiden BEM Polines Kevin Kurnia Priambodo, akademisi sekaligus Pengamat Politik Undip Nur Hidayat Sardini, serta budayawan Beno Siang Pamungkas. Acara dipandu moderator Edhi Prayitno Ige.

Evantio Yudhistira mengajak peserta forum mengedepankannalar ketimbang reaksi sesaatDiskusi seperti ini memangdibutuhkan oleh bangsa kita saat iniDiskusi yang ilmiahpenuh dialektikamenjadi kebutuhan bersama. Apa yang kitalakukan untuk bangsa saat ini membutuhkan persatuannasional, dan salah satu bentuknya adalah ruang diskusi sepertiini,” ujar Evantio.

Ia menyoroti pentingnya melihat persoalan secara objektif dan tidak terjebak bias algoritma“Kita harus melihat situasi secaraobjektifjangan sampai termakan algoritma atau emosi yang terus menampilkan keburukan. Kita harus melihat secaramenyeluruh apa yang dilakukan negara saat ini,” tambahnya.

Argumentasinya diperkuat data soal pengelolaan sumber dayaalam“Selama ini kekayaan alam kita terlalu lama dieksploitasioleh kepentingan imperialis dan oligarki. Momentum ini harusmenjadi titik balik agar sumber daya bangsa bisa dinikmatiuntuk kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia,” tegasnyasembari mendorong penguatan implementasi Pasal 33 UUD 1945.

Nur Hidayat Sardini melengkapi diskusi dengan catatan berbasisdata soal minimnya forum kritis di Semarang. “Di Semarang masih sangat sedikit forum yang secara serius membedahkomitmen kita terhadap perbaikan kehidupan bermasyarakatberbangsa, dan bernegara,” kata Nur Hidayat.

Saat menguji logika program Koperasi Merah Putih, iamenegaskanBukan soal mendukung atau menolaktetapibagaimana tata kelola program itu diperbaiki. Harus jelas siapasasaran penerima manfaatbagaimana rekrutmen operatornyaserta bagaimana distribusinya agar tepat sasaran,” jelasnyaIajuga menyoroti efektivitas anggaran negara, denganmencontohkan program stunting yang semestinya difokuskanpada periode 1.000 hari pertama kehidupan anak — sebuahukuran konkret yang menunjukkan diskusi ini bertumpu pada data, bukan asumsi.

Forum Bicara Merdeka: Reformasi Jilid II ini diharapkanmenjadi wadah konsolidasi gagasan dan memperkuat partisipasimasyarakat dalam mengawal arah pembangunan nasionaldengan logika dan data sebagai pijakan utamanya.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Di Tengah Seruan Reformasi Jilid II, Mahasiswa Semarang Pilih Menguji Logika dan Data

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now