SEMARANG | JATIMSATUNEWS; Di tengah seruan Reformasi Jilid II yang terus bergulir di ruangpublik, forum diskusi di Semarang menunjukkan bahwa isubesar bangsa ini bisa dibedah secara jernih lewat logika dan data, bukan sekadar emosi sesaat.
Forum diskusi bertajuk “Bicara Merdeka: Reformasi Jilid II” digelar di Hans Kopi Veteran, Semarang, dan diselenggarakanRMOLJateng, menghadirkan Waketum Luar Negeri LMND Evantio Yudhistira, Presiden BEM Polines Kevin Kurnia Priambodo, akademisi sekaligus Pengamat Politik Undip Nur Hidayat Sardini, serta budayawan Beno Siang Pamungkas. Acara dipandu moderator Edhi Prayitno Ige.
Evantio Yudhistira mengajak peserta forum mengedepankannalar ketimbang reaksi sesaat. “Diskusi seperti ini memangdibutuhkan oleh bangsa kita saat ini. Diskusi yang ilmiah, penuh dialektika, menjadi kebutuhan bersama. Apa yang kitalakukan untuk bangsa saat ini membutuhkan persatuannasional, dan salah satu bentuknya adalah ruang diskusi sepertiini,” ujar Evantio.
Ia menyoroti pentingnya melihat persoalan secara objektif dan tidak terjebak bias algoritma. “Kita harus melihat situasi secaraobjektif, jangan sampai termakan algoritma atau emosi yang terus menampilkan keburukan. Kita harus melihat secaramenyeluruh apa yang dilakukan negara saat ini,” tambahnya.
Argumentasinya diperkuat data soal pengelolaan sumber dayaalam: “Selama ini kekayaan alam kita terlalu lama dieksploitasioleh kepentingan imperialis dan oligarki. Momentum ini harusmenjadi titik balik agar sumber daya bangsa bisa dinikmatiuntuk kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya, sembari mendorong penguatan implementasi Pasal 33 UUD 1945.
Nur Hidayat Sardini melengkapi diskusi dengan catatan berbasisdata soal minimnya forum kritis di Semarang. “Di Semarang masih sangat sedikit forum yang secara serius membedahkomitmen kita terhadap perbaikan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” kata Nur Hidayat.
Saat menguji logika program Koperasi Merah Putih, iamenegaskan: “Bukan soal mendukung atau menolak, tetapibagaimana tata kelola program itu diperbaiki. Harus jelas siapasasaran penerima manfaat, bagaimana rekrutmen operatornya, serta bagaimana distribusinya agar tepat sasaran,” jelasnya. Iajuga menyoroti efektivitas anggaran negara, denganmencontohkan program stunting yang semestinya difokuskanpada periode 1.000 hari pertama kehidupan anak — sebuahukuran konkret yang menunjukkan diskusi ini bertumpu pada data, bukan asumsi.
Forum Bicara Merdeka: Reformasi Jilid II ini diharapkanmenjadi wadah konsolidasi gagasan dan memperkuat partisipasimasyarakat dalam mengawal arah pembangunan nasional, dengan logika dan data sebagai pijakan utamanya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?