Banner Iklan

Bukan Demo, Mahasiswa dan Aktivis Adu Argumentasi Soal Reformasi Jilid II

Anis Hidayatie
21 Juni 2026 | 08.26 WIB Last Updated 2026-06-21T01:26:26Z
Mahasiswa Semarang Memilih untuk Duduk Bersama Berdiskusi Membedah Soal Reformasi Jilid 2


SEMARANG | JATIMSATUNEWS: Alih-alih menggelar aksi di jalanmahasiswa dan aktivis di Semarang memilih cara lain yang tak kalah kuat untukmenyuarakan sikap mereka soal Reformasi Jilid II: beradugagasan dalam forum diskusi terbukalengkap denganargumentasi tajam dari berbagai sudut pandang.

Forum “Bicara Merdeka: Reformasi Jilid II” di Hans Kopi Veteran, Semarang, yang diselenggarakan RMOLJateng inimenghadirkan akademisi dan Pengamat Politik Undip Nur Hidayat Sardini, Waketum Luar Negeri LMND EvantioYudhistiraPresiden BEM Polines Kevin Kurnia Priambodo, serta budayawan Beno Siang Pamungkas, dipandu moderator Edhi Prayitno Ige.

Nur Hidayat Sardini membuka forum dengan argumentasi tegassoal minimnya ruang kritis di kotanya“Di Semarang masihsangat sedikit forum yang secara serius membedah komitmenkita terhadap perbaikan kehidupan bermasyarakatberbangsa, dan bernegara,” kata Nur Hidayat Sardini dalam forum diskusiBicara Merdeka: Reformasi Jilid II di Hans Kopi Veteran, Semarang, Sabtu (20/6/2026).

Argumentasinya berlanjut saat menyoal program KoperasiMerah Putih: Bukan soal mendukung atau menolaktetapibagaimana tata kelola program itu diperbaiki. Harus jelas siapasasaran penerima manfaatbagaimana rekrutmen operatornyaserta bagaimana distribusinya agar tepat sasaran,” jelasnyaIamendorong pelibatan institusi sosial seperti sekolah dan komunitas lokalserta efektivitas anggaran negara, termasukprogram stunting pada 1.000 hari pertama kehidupan anak.

Argumentasi tak kalah kuat datang dari Evantio YudhistiraDiskusi seperti ini memang dibutuhkan oleh bangsa kita saatiniDiskusi yang ilmiahpenuh dialektikamenjadi kebutuhanbersama. Apa yang kita lakukan untuk bangsa saat inimembutuhkan persatuan nasional, dan salah satu bentuknyaadalah ruang diskusi seperti ini,” ujar Evantio.

“Kita harus melihat situasi secara objektifjangan sampaitermakan algoritma atau emosi yang terus menampilkankeburukan. Kita harus melihat secara menyeluruh apa yang dilakukan negara saat ini,” tambahnyaIa juga menekankanimplementasi Pasal 33 UUD 1945: “Selama ini kekayaan alamkita terlalu lama dieksploitasi oleh kepentingan imperialis dan oligarki. Momentum ini harus menjadi titik balik agar sumberdaya bangsa bisa dinikmati untuk kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.

Presiden BEM Polines, Kevin Kurnia Priambodo, menambahkanargumentasi dari sisi mahasiswamenyoroti pentingnyaketerlibatan generasi muda dalam mengawal kebijakan publikdan menjaga agar semangat reformasi tetap relevan dengankebutuhan masyarakat saat ini.

Sementara budayawan Beno Siang Pamungkas melengkapidiskusi dengan argumentasi dari sisi kebudayaanpembangunanbangsa tidak cukup hanya ditopang kebijakan yang tepattetapijuga kesadaran budaya yang memperkuat karakter dan identitasmasyarakat.

Forum Bicara Merdeka: Reformasi Jilid II diharapkan menjadiwadah konsolidasi gagasan sekaligus memperkuat partisipasimasyarakat dalam mengawal arah pembangunan nasional — bukti bahwa argumentasi yang sehat bisa menjadi kekuatan baruperubahan.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bukan Demo, Mahasiswa dan Aktivis Adu Argumentasi Soal Reformasi Jilid II

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now