Foto: Dokumentasi bersama
Penulis: M. Kholilur Rohman
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat jejaring akademik nasional melalui kegiatan Guest Lecture yang menghadirkan dosen dan mahasiswa PGMI UIN Jurai Siwo Lampung pada Selasa (23) kemarin.
Kegiatan itu menjadi momentum penting untuk mempererat kolaborasi antar perguruan tinggi sekaligus mendiskusikan tantangan dan peluang pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan.
Sejak pagi hari, suasana akademik terasa semarak. Acara diawali dengan pra-acara berupa penampilan band dan pameran karya mahasiswa, yang menampilkan kreativitas dan inovasi Mahasiswa PGMI. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars FITK, Mars PGMI UIN Malang, dan Mars PGMI sebagai simbol semangat kebersamaan dan identitas akademik.
Dalam sambutannya, Dekan FTIK UIN Jurai Siwo Lampung, Dr. Siti Anisah, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh keluarga besar FITK UIN Malang. Beliau menegaskan bahwa kunjungan akademik ini bertujuan untuk meningkatkan jejaring dan kolaborasi antar perguruan tinggi, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, kuliah tamu yang mengangkat tema kecerdasan buatan (AI) sangat relevan dengan perkembangan zaman. Namun demikian, penggunaan AI perlu disikapi secara bijak agar tidak menimbulkan ketergantungan yang dapat mengurangi kreativitas dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa.
“Kita berharap kegiatan ini tidak hanya mempererat silaturahmi antar institusi, tetapi juga menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi dunia pendidikan serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa depan,” ungkapnya. Beliau juga menyampaikan permohonan maaf atas jumlah rombongan yang cukup besar serta mengucapkan terima kasih atas sambutan luar biasa yang diberikan oleh UIN Malang, seraya menyinggung perbedaan budaya antara Sumatra dan Jawa yang justru menjadi kekayaan dalam membangun persatuan dan kerja sama.
Sementara itu, Dekan FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Muhammad Walid, M.A., dalam sambutannya menyoroti filosofi warna merah yang mendominasi suasana acara. Menurut beliau, warna merah melambangkan hati, yang menjadi simbol bahwa seorang pendidik harus mendidik dengan ketulusan, kasih sayang, dan kepedulian terhadap peserta didik.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Walid juga mengisahkan perjalanan panjang Program Studi PGMI sejak tahun 2011. Saat itu, banyak pihak yang meragukan eksistensi PGMI dan mengusulkan perubahan menjadi PGSD karena dianggap lebih memiliki daya saing. Namun seiring waktu, PGMI mampu membuktikan eksistensinya sebagai program studi yang memiliki karakteristik dan kekhasan tersendiri dalam menyiapkan calon guru madrasah.
“Mengajar di PGMI berbeda dengan mengajar di SMP atau SMA. Guru madrasah ibtidaiyah harus memahami karakter anak secara utuh karena mereka berada pada fase perkembangan yang sangat menentukan,” jelasnya. Beliau menambahkan bahwa pada tahun 2026 kurikulum PGMI semakin diperkuat dengan berbagai mata kuliah yang berkaitan dengan psikologi perkembangan, konseling, serta perkembangan teknologi pendidikan. Hal ini dilakukan untuk mempersiapkan calon guru yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?