Manasik umrah tersebut diikuti puluhan calon jamaah yang tampak antusias mengikuti setiap sesi pembekalan. Selain mendapatkan pemahaman mengenai rukun, wajib, dan sunnah umrah, peserta juga memperoleh praktik langsung penggunaan pakaian ihram serta simulasi pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
KH Ridhowi dalam penyampaiannya menegaskan bahwa kesiapan jamaah tidak hanya sebatas administrasi dan fisik, tetapi juga harus dibarengi dengan kesiapan ilmu serta spiritual.
"Ibadah umrah bukan sekadar perjalanan ke Tanah Suci, tetapi perjalanan hati untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Karena itu, pemahaman yang benar tentang tata cara ibadah menjadi bekal penting bagi setiap jamaah," ujar KH Ridhowi.
Menurutnya, kegiatan manasik memiliki peran strategis untuk membantu jamaah memahami berbagai kondisi yang akan dihadapi selama menjalankan ibadah, sehingga dapat beribadah dengan tenang, nyaman, dan sesuai tuntunan syariat.
Dalam sesi praktik, para peserta diberikan kesempatan untuk mempraktikkan langsung cara mengenakan kain ihram dengan benar. Suasana berlangsung interaktif karena jamaah juga aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait pelaksanaan ibadah umrah, mulai dari miqat, thawaf, sa'i, hingga hal-hal yang perlu dihindari selama dalam keadaan ihram.
Pihak Mabrur Mandiri Wisata menyampaikan bahwa program manasik merupakan bagian dari upaya memberikan pelayanan maksimal kepada jamaah. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan seluruh jamaah memiliki kesiapan yang matang sebelum keberangkatan menuju Tanah Suci.
Selain menjadi sarana edukasi, kegiatan ini juga mempererat silaturahmi antarjamaah sehingga tercipta kebersamaan dan kekompakan sejak sebelum keberangkatan.
Dengan terselenggaranya manasik umrah ini, Mabrur Mandiri Wisata berharap seluruh jamaah dapat melaksanakan ibadah dengan lancar, khusyuk, dan kembali ke tanah air dengan membawa pengalaman spiritual yang mendalam serta memperoleh umrah yang mabrur.
Komitmen Pembinaan Jamaah
Sebagai penyelenggara perjalanan ibadah, Mabrur Mandiri Wisata terus berupaya menghadirkan program pembinaan yang berkualitas melalui manasik, kajian keislaman, dan pendampingan jamaah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap jamaah tidak hanya siap berangkat, tetapi juga memahami makna dan hikmah ibadah yang dijalankan.
"Kami ingin jamaah berangkat dengan ilmu, menjalankan ibadah dengan tenang, dan pulang membawa keberkahan bagi diri, keluarga, serta masyarakat," demikian disampaikan Ustadz Hikmatiar Staff Mabrur Mandiri Wisata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?