Banner Iklan

Memaknai Etape Transformasi UIN Malang di Tahun 1448 Hijriyah: Dari Estafet Kepemimpinan Menuju Penguatan Mutu Magister dan Doktor Berbasis Ulul Albab

Admin JSN
16 Juni 2026 | 14.08 WIB Last Updated 2026-06-16T07:41:31Z


MEMAKNAI ETAPE TRANSFORMASI UIN MALANG DI TAHUN 1448 HIJRIYAH : Dari Estafet Kepemimpinan Menuju Penguatan Mutu Magister dan Doktor Berbasis Ulul Albab

KOLOM | JATIMSATUNEWS.COM: Memasuki Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah, umat Islam kembali diingatkan pada makna hijrah sebagai perjalanan perubahan menuju kondisi yang lebih baik. Hijrah bukan sekadar perpindahan ruang dan waktu, melainkan transformasi nilai, cara berpikir, budaya kerja, dan orientasi kehidupan menuju kualitas yang lebih unggul serta kebermanfaatan yang lebih luas.

Dalam konteks pendidikan tinggi, hijrah dapat dimaknai sebagai ikhtiar berkelanjutan untuk melakukan perbaikan, inovasi, dan transformasi kelembagaan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai dasar yang menjadi fondasinya. Karena itu, Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah menjadi momentum refleksi bagi seluruh sivitas akademika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk menengok kembali perjalanan panjang yang telah dilalui sekaligus memperkuat komitmen melanjutkan transformasi menuju masa depan yang lebih baik.

Sebagai bagian dari keluarga besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang telah menyaksikan, terlibat, dan merasakan secara langsung berbagai dinamika perubahan kelembagaan selama beberapa dekade terakhir, saya memaknai momentum ini sebagai kesempatan untuk merefleksikan perjalanan transformasi yang telah dibangun melalui estafet kepemimpinan, budaya mutu, dan nilai-nilai Ulul Albab yang menjadi identitas universitas.


Estafet Kepemimpinan yang Melahirkan Peradaban Akademik

Perjalanan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang hingga menjadi salah satu perguruan tinggi Islam terkemuka di Indonesia bukanlah hasil kerja satu generasi ataupun satu periode kepemimpinan. Capaian tersebut merupakan buah dari estafet kepemimpinan yang visioner, berkelanjutan, dan saling menguatkan dalam membangun fondasi akademik, tata kelola kelembagaan, budaya mutu, serta karakter Ulul Albab yang kini menjadi identitas universitas.

Transformasi besar tersebut tidak dapat dilepaskan dari sejarah panjang pendidikan tinggi Islam di Malang yang berawal dari Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Malang, berkembang menjadi STAIN Malang, hingga bertransformasi menjadi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Setiap fase menghadirkan tantangan dan kontribusi yang berbeda dalam membangun fondasi kelembagaan yang kokoh.

Arah transformasi universitas memperoleh fondasi yang sangat kuat pada masa kepemimpinan Prof. Dr. H. Imam Suprayogo. Beliau meletakkan arsitektur pengembangan universitas melalui paradigma Integrasi Islam dan Sains yang diwujudkan dalam konsep Pohon Ilmu (Tree of Knowledge). Gagasan tersebut tidak hanya menjadi identitas akademik UIN Malang, tetapi juga menjadi kerangka besar dalam mengintegrasikan wahyu, ilmu pengetahuan, teknologi, dan peradaban. Pada masa beliau pula lahir model integrasi kampus dan Ma'had Aly yang kemudian menjadi ciri khas UIN Malang dalam membangun keunggulan akademik sekaligus karakter keislaman mahasiswa.

Estafet kepemimpinan berikutnya dilanjutkan oleh Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si. yang memperkuat budaya akademik, tradisi riset, publikasi ilmiah, dan internasionalisasi kampus. Pada periode ini, UIN Malang semakin dikenal dalam jejaring akademik nasional maupun internasional.

Kepemimpinan kemudian diteruskan oleh Prof. Dr. H. Abd. Haris, M.Ag. yang memperkuat tata kelola kelembagaan, pengembangan mutu akademik, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan inovasi pendidikan dan publikasi ilmiah. Berbagai kebijakan strategis pada masa tersebut semakin memperkokoh posisi UIN Malang sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul dan kompetitif.

Transformasi tersebut terus berkembang pada masa Prof. Dr. H. M. Zainuddin, M.A. melalui penguatan reputasi akademik, perluasan jejaring kerja sama nasional dan internasional, serta peningkatan kontribusi universitas dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam pada tingkat nasional maupun global.

Kini estafet kepemimpinan tersebut dilanjutkan oleh Prof. Dr. H. Ilfi Nur Diana, S.Sos., M.Si., yang menghadirkan semangat menjaga nilai-nilai kekhasan dan kearifan keislaman Indonesia dengan transformasi adaptif di tengah era disrupsi digital, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), dan perubahan global yang berlangsung sangat cepat. Melalui penguatan branding Maliki Islamic University (MIU), UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus bergerak menuju universitas Islam masa depan yang unggul, bereputasi internasional, dan berdaya saing global tampa kehilnagna makna. Transformasi tersebut diwujudkan melalui penguatan tata kelola kelembagaan, peningkatan reputasi akademik dan pengakuan internasional, pengembangan sarana dan prasarana modern, percepatan digitalisasi layanan berbasis data (data-driven governance), penguatan budaya mutu dan akreditasi unggul, peningkatan produktivitas riset dan publikasi ilmiah, hilirisasi inovasi, serta perluasan jejaring kerja sama nasional dan internasional. Berbagai pengembangan fasilitas pembelajaran, ruang kelas berbasis hybrid learning, penguatan laboratorium, pusat layanan akademik, serta pembangunan gedung dan infrastruktur yang representatif menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan pendidikan tinggi yang semakin berkualitas, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masa depan.

MIU dikembangkan sebagai ekosistem pendidikan tinggi Islam yang mengintegrasikan universitas dan Ma'had (Nilai-nilai Kepesantrenan) dalam satu kesatuan pembinaan keilmuan, karakter, spiritualitas, kepemimpinan, dan peradaban. Berlandaskan filosofi Integrasi Wahyu Memandu Ilmu dan nilai-nilai Ulul Albab, MIU memadukan keislaman tardisional dan modern dan atau postmodern), ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, kewirausahaan, dan kemanusiaan untuk menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, berintegritas, adaptif terhadap perubahan, serta memiliki kepedulian sosial dan tanggung jawab kemanusiaan. Sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, agenda transformasi pendidikan tinggi Kementerian Agama Republik Indonesia, dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), MIU merupakan ikhtiar kolektif seluruh sivitas akademika untuk mewujudkan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai universitas Islam kelas dunia berbasis Ulul Albab yang unggul dalam pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, inovasi, dan kolaborasi internasional. Dengan demikian, MIU bukan sekadar perubahan identitas institusional, melainkan komitmen bersama untuk menghadirkan pendidikan tinggi Islam yang unggul, berdampak, dan memimpin perubahan menuju peradaban yang lebih maju, berkeadaban, dan berkemaslahatan bagi umat manusia dalam memperkuat daya saing global tanpa meninggalkan jati diri keislaman dan keindonesiaan.

"MIU bukan sekadar cita-cita menjadi universitas bertaraf dunia, tetapi komitmen untuk menghadirkan pendidikan tinggi Islam yang unggul, berdampak, dan memimpin perubahan menuju peradaban yang lebih berkeadaban."


Pascasarjana sebagai Motor Transformasi Magister dan Doktor

Semangat transformasi universitas tersebut terus berlanjut pada tingkat Pascasarjana sebagai pusat pengembangan pendidikan tinggi jenjang magister dan doktor. Perjalanan Pascasarjana memperoleh fondasi yang kuat sejak masa kepemimpinan Prof. Dr. H. Muhaimin, M.A., yang mengembangkan Pascasarjana sebagai pusat kajian dan pengembangan keilmuan Islam yang integratif.

Estafet kepemimpinan tersebut kemudian terus diperkuat hingga saat ini di bawah kepemimpinan Direktur Pascasarjana Prof. Dr. H. Agus Maimun, M.Pd., yang menegaskan pentingnya pendidikan tinggi magister dan doktor yang adaptif, profesional, responsif terhadap perubahan zaman, serta berorientasi pada mutu dan daya saing global.

Berbagai program strategis terus dikembangkan melalui penguatan budaya mutu berkelanjutan, penyempurnaan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), penguatan Body of Knowledge setiap program studi, peningkatan publikasi internasional bereputasi, pengembangan jejaring kerja sama nasional dan internasional, digitalisasi layanan akademik dan manajerial, penguatan ekosistem riset dan inovasi, serta pengembangan sistem penjaminan mutu berbasis standar nasional dan internasional.

Dalam kerangka tersebut, Pascasarjana mengembangkan Trilogi Mutu Pascasarjana, yaitu penguatan Mutu Akademik, Mutu Layanan, dan Mutu Tata Kelola sebagai fondasi dalam menghasilkan lulusan magister dan doktor yang unggul, berintegritas, dan berkarakter Ulul Albab. Sebagaimana yang terus digaungkan dalam berbagai forum akademik, "Mutu adalah Prioritas yang Harus Dijaga sebagai Wujud Implementasi Nilai-Nilai Ulul Albab."


S3 MPI Menjawab Tantangan Zaman

Sebagai bagian dari Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam (S3 MPI) terus melakukan transformasi untuk merespons perubahan paradigma pendidikan tinggi, perkembangan ilmu pengetahuan, revolusi digital, kecerdasan buatan, serta dinamika global yang memengaruhi kepemimpinan, manajemen, tata kelola, budaya organisasi, dan kebijakan publik pada berbagai sektor kehidupan. Perubahan tersebut menuntut hadirnya sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan memimpin perubahan, mengelola organisasi yang kompleks, membangun sistem yang adaptif, serta menghasilkan kebijakan yang berdampak bagi masyarakat.

Di tengah kemajuan teknologi yang semakin pesat, dunia justru semakin membutuhkan manusia yang utuh, yaitu manusia yang memiliki integritas moral, kedalaman spiritual, keluasan ilmu pengetahuan, kemampuan berpikir strategis, kecakapan manajerial, kepemimpinan transformatif, dan kepedulian terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Karena itu, S3 MPI mengembangkan pendidikan doktor berbasis paradigma Integrasi Wahyu Memandu Ilmu yang memadukan keunggulan akademik, kepemimpinan, tata kelola organisasi, pengembangan sumber daya manusia, kebijakan publik, penjaminan mutu, dan nilai-nilai keislaman dalam satu kesatuan yang utuh.

Dalam semangat estafet kepemimpinan dan penguatan mutu berkelanjutan, pengembangan S3 MPI saat ini merupakan kelanjutan dari fondasi akademik dan kelembagaan yang telah dibangun pada periode-periode sebelumnya. Berbagai penguatan terus dilakukan melalui penyelarasan kurikulum berbasis OBE, penguatan Body of Knowledge, pembinaan akademik dan disertasi yang lebih terstruktur, coaching clinic doktoral, peningkatan publikasi internasional, perluasan jejaring kerja sama nasional dan internasional, serta penguatan sistem penjaminan mutu yang berkelanjutan.

S3 MPI dirancang sebagai ruang pengembangan kepemimpinan strategis bagi berbagai kalangan profesional, mulai dari akademisi, pimpinan perguruan tinggi, kepala sekolah dan madrasah, pengawas pendidikan, pimpinan pesantren, birokrat pemerintah, pengembang kebijakan publik, konsultan organisasi, pimpinan yayasan, pengelola lembaga sosial-keagamaan, profesional sektor swasta, hingga diaspora Indonesia di berbagai negara. Melalui penguatan kurikulum doktoral, kolaborasi riset global, publikasi internasional, dan jejaring akademik yang luas, S3 MPI diarahkan untuk menghasilkan akademisi, pemimpin transformasi, manajer profesional, konsultan, peneliti, pengembang sistem penjaminan mutu, serta arsitek kebijakan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan, organisasi, masyarakat, bangsa, dan peradaban dunia.

Sejalan dengan kebutuhan mahasiswa yang semakin beragam, model layanan pendidikan doktor juga terus dikembangkan melalui kelas reguler yang diselenggarakan secara tatap muka di kampus, kelas kerja sama dengan sistem blok yang memberikan fleksibilitas bagi para profesional, serta skema by research yang menitikberatkan pada penguatan riset dan publikasi ilmiah. Seluruh layanan tersebut dijalankan dalam semangat "Mutu, Mutu, dan Mutu" sebagai budaya akademik Pascasarjana, serta prinsip pelayanan "Kalau Bisa Mudah, Mengapa Dipersulit" yang sejalan dengan pesan Rasulullah SAW:

"Yassirû walâ tu'assirû, basysyirû walâ tunaffirû."

Mudahkanlah dan jangan mempersulit, berilah kabar gembira dan jangan membuat orang menjauh.

Bagi S3 MPI, pelayanan bukan sekadar urusan administratif, melainkan bagian dari ibadah akademik yang diwujudkan melalui pendampingan yang profesional, humanis, responsif, dan solutif demi keberhasilan studi mahasiswa.

Hijrah Akademik untuk Masa Depan

Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah mengingatkan kita bahwa setiap capaian merupakan amanah untuk melahirkan capaian yang lebih besar. Transformasi yang telah dibangun melalui estafet kepemimpinan para rektor, pimpinan Pascasarjana, pimpinan program studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan alumni harus terus dilanjutkan sebagai bagian dari ikhtiar membangun peradaban yang berilmu, berakhlak, berkeumatan, berkeadilan, dan berkemajuan yang mulia, bahagia dunia akherat.

Di tengah perubahan dunia yang semakin cepat, perguruan tinggi Islam tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang cerdas secara intelektual. Perguruan tinggi juga harus mampu melahirkan pemimpin yang berintegritas, ilmuwan yang berkarakter, pengambil kebijakan yang visioner, serta generasi yang mampu mengintegrasikan keunggulan akademik dengan nilai-nilai keislaman, kemanusiaan, Keindonesiaan, keduniaan dan keakheratan.

Semoga setiap langkah pengembangan institusi menjadi amal jariyah, setiap ilmu yang dikembangkan menjadi cahaya peradaban, dan setiap layanan yang diberikan menjadi bentuk pengabdian terbaik kepada umat, bangsa, dan kemanusiaan.

Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah.

Hijrah Akademik untuk Mutu, Inovasi, dan Peradaban

Mutu Prioritas Kami, Pelayanan Komitmen Kami, Ulul Albab Jati Diri Kami

 

Malang, 16 Juni 2026 / 1 Muharram 1448 H

Oleh : Prof. Dr. Hj. Sutiah, M.Pd. 

(Ketua Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam (S3 MPI) Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang)




Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Memaknai Etape Transformasi UIN Malang di Tahun 1448 Hijriyah: Dari Estafet Kepemimpinan Menuju Penguatan Mutu Magister dan Doktor Berbasis Ulul Albab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now