![]() |
| Senator Lia Istifhama mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H, semoga penuh berkah dan kedamaian./dok.istimewa |
SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM - Anggota DPD dan MPR RI, Dr. Hj. Lia Istifhama, M.E.I., menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, 1 Muharram.
Walau terdapat perbedaan penentuan 1 Muharram pada kalender Masehi (2026) antara pemerintah dan PBNU, Senator Lia Istifhama mengutamakan esensi dari tahun baru Hijriah.
Menurut Lia, tibanya tahun baru Hijriah menjadi momentum untuk memperbarui niat, memperkuat iman, dan menumbuhkan semangat hijrah menuju pribadi yang lebih baik.
"Semoga setiap langkah yang kita tempuh di tahun 1448 Hijriah dipenuhi keberkahan, kesehatan, kedamaian, serta kemanfaatan bagi sesama," ucap Lia pada rilis yang diterima Selasa (16/6).
"Mari jadikan pergantian tahun ini sebagai pengingat untuk terus menebar kebaikan, menjaga persatuan, dan menghadirkan harapan bagi Indonesia yang semakin maju dan berakhlak," imbuhnya.
"Selamat menyambut Tahun Baru Islam 1448 H. Hijrah Hati, Hijrah Perilaku, Hijrah untuk Masa Depan yang Lebih Bermakna," pungkasnya.
![]() |
| Ucapan selamat tahun baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah dari Senator Lia Istifhama./dok.istimewa |
Adapun mengenai tahun baru 1 Muharram 1448 Hijriah menurut pemerintah melalui Kementerian Agama RI ditetapkan tiba pada Selasa, 16 Juni 2026.
Sedangkan, menurut PBNU yang dirilis NU Online (15/6), 1 Muharram 1448 H tiba pada Rabu, 17 Juni 2026.
Mengacu pada rilis tersebut, PBNU menjelaskan bahwa hilal tidak tampak secara merata di berbagai titik di wilayah tanah air.
Wilayah yang paling besar terhadap kriteria rukyatul hilal yang dijadikan pedoman PBNU (tinggi 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat) ada di Aceh dengan tinggi 3 derajat dan sudut elongasi 6 derajat. Sedangkan, di Merauke penampakan hilalnya paling kecil yakni tinggi 0 derajat dan sudut elongasi 5 derajat.
Dengan faktor tersebut, 1 Muharram 1448 H menurut PBNU berbeda dengan yang ditetapkan pemerintah. Walau demikian, esensi Tahun Baru 1448 Hijriah tetap dapat dimaknai sebagai semangat membuka lembaran baru untuk menjalani hidup lebih baik, penuh berkah dan kedamaian seperti pesan yang disampaikan Senator Lia Istifhama. ***
Editor: YAN




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?