Banner Iklan

MBG Terus Diperkuat, DPRD Kota Malang Suryadi Tegaskan Evaluasi Penting untuk Tingkatkan Kualitas Program Gizi Rakyat

Anis Hidayatie
06 Juni 2026 | 11.52 WIB Last Updated 2026-06-06T04:52:54Z


Siswa SDN Bareng 5 Makan MBG 

ARTIKEL| JATIMSATUNEWS.COM: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperkuat sebagai program prioritas nasional untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia. Berbagai evaluasi dan penyegaran dilakukan guna memastikan program berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Anggota kota Malang Suryadi  menilai evaluasi merupakan langkah yang wajar dalam pelaksanaan program berskala nasional.

"Evaluasi dilakukan demi hasil yang lebih baik. Penyegaran organisasi juga hal yang wajar sepanjang bertujuan mempercepat kinerja dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," ujar Suryadi, Sabtu (6/6/2026).


Menurutnya, fokus utama harus tetap pada keberhasilan program gizi rakyat, bukan pada persoalan jabatan.

"Siapapun kepala BGN nya pelaksana di tingkat lapangan toh tetap SPPG. Jika ada SPPG tidak memenuhi standar dan tidak ada perbaikan nyata, saya kira pemutusan kontrak kerja sama merupakan langkah yang patut dipertimbangkan oleh Pemkot Malang,” ucap Suryadi

Sementara itu, pelaksana dapur layanan gizi MBG yang memiliki SPPG di Bareng, Kurniadi (Adi), menilai sistem evaluasi berbasis aplikasi dapat menjadi instrumen positif untuk meningkatkan kualitas layanan, asalkan digunakan secara objektif.

"Operasional dapur itu dinamis. Setelah makanan keluar dari dapur, ada faktor perjalanan, suhu, dan waktu distribusi yang bisa memengaruhi kondisi fisik makanan saat tiba di sekolah. Karena itu semua pihak perlu memiliki pemahaman yang sama sebelum memberikan penilaian," jelas Adi.

Ia menekankan bahwa keberhasilan MBG tidak boleh hanya diukur dari tingkat kesukaan siswa terhadap menu yang disajikan.

"Kalau seblak super pedas mungkin disukai hampir semua anak, tetapi belum tentu memenuhi standar gizi. Yang harus diukur bukan hanya suka atau tidak suka, tetapi apakah gizinya benar-benar dikonsumsi atau justru tersisa," katanya.

Adi juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas bahan baku dari petani dan pemasok karena akan berpengaruh langsung terhadap hasil akhir makanan yang diterima siswa.


Meski demikian, ia menyatakan tidak keberatan dengan adanya pengawasan publik melalui aplikasi evaluasi.

"Saya tidak takut diawasi. Justru aplikasi review MBG bisa menjadi bukti kerja keras tim dapur. Namun aplikasi jangan hanya menjadi tempat komplain, melainkan juga sarana komunikasi dan sinkronisasi antara sekolah dan penyedia makanan demi kepentingan anak-anak," ujarnya.

Program MBG saat ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan gizi peserta didik, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi melalui keterlibatan petani, koperasi, dan UMKM lokal dalam rantai pasok pangan.

Dengan evaluasi yang berkelanjutan dan kolaborasi seluruh pihak, MBG diharapkan semakin optimal dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkualitas.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • MBG Terus Diperkuat, DPRD Kota Malang Suryadi Tegaskan Evaluasi Penting untuk Tingkatkan Kualitas Program Gizi Rakyat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now