Banner Iklan

Lingga Indonesia Dorong Pemkot Malang Perluas Swakelola Tipe III, Kolaborasi Juga Kunci Penting

JSN Admin 2
24 Juni 2026 | 21.27 WIB Last Updated 2026-06-24T14:27:59Z
Lingga Indonesia mendorong Pemkot Malang memperluas Swakelola Tipe III, kolaborasi antarsektor juga dapat menjadi kunci penting pembangunan./dok.istimewa

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Yayasan Lingkar Gagasan Indonesia (Lingga Indonesia) mendorong Pemerintah Kota Malang untuk memperluas pemanfaatan mekanisme Swakelola Tipe III.

Mekanisme Swakelola Tipe III ini dapat sebagai instrumen pembangunan yang partisipatif, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Dorongan ini mengemuka dalam kegiatan Diseminasi Praktik Baik Implementasi Social Contracting melalui Swakelola Tipe III yang dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kota Malang, organisasi masyarakat sipil (OMS), media, serta berbagai pemangku kepentingan pembangunan.

Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengalaman dan pembelajaran mengenai implementasi Swakelola Tipe III yang saat ini tengah berjalan di Kota Malang.

Melalui mekanisme tersebut, pemerintah daerah berkolaborasi dengan organisasi masyarakat sipil untuk mendukung pelaksanaan program yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok rentan dan kelompok yang selama ini menghadapi hambatan dalam mengakses layanan publik.

Direktur Lingga Indonesia, Rendra Kurniawan menyampaikan bahwa Swakelola Tipe III merupakan salah satu instrumen yang membuka ruang kemitraan strategis antara pemerintah dan organisasi masyarakat sipil. Selain mendukung efektivitas pelaksanaan program, skema ini juga memberikan kesempatan bagi organisasi masyarakat untuk berkontribusi secara langsung dalam pencapaian tujuan pembangunan daerah.

"Selama ini banyak kelompok rentan yang sulit dijangkau oleh pendekatan konvensional. Organisasi masyarakat sipil hadir di tingkat komunitas dan memiliki kepercayaan dari kelompok sasaran. Karena itu Swakelola Tipe III menjadi instrumen penting untuk memastikan tidak ada kelompok yang tertinggal dalam pembangunan," ungkap Rendra melalui rilis resmi Rabu (24/6).

Menurut Lingga Indonesia, praktik implementasi Swakelola Tipe III yang sedang berlangsung menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sipil dapat menjadi salah satu pendekatan yang efektif dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan. Mekanisme ini juga sejalan dengan semangat pembangunan partisipatif yang menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam proses perencanaan dan pelaksanaan program.

Kegiatan diseminasi turut dihadiri oleh Dinas Kesehatan Kota Malang dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang. Kehadiran kedua perangkat daerah tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mendukung pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Malang, Meifta Eti Winindar, menjelaskan bahwa Swakelola Tipe III menjadi salah satu strategi yang akan digunakan untuk memperkuat pelaksanaan program HIV dan Tuberkulosis (TB) di Kota Malang.

Saat ini, Dinas Kesehatan Kota Malang tengah mempersiapkan proses seleksi organisasi masyarakat sipil yang akan dilibatkan dalam kegiatan pemetaan populasi kunci HIV serta penelusuran pasien TB yang putus pengobatan.

Menurut Meifta, keberhasilan penanganan HIV dan TB membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat sipil yang memiliki pengalaman bekerja langsung dengan komunitas dan kelompok sasaran.

"Dengan kolaborasi yang kuat, deteksi dini, pendampingan pasien hingga upaya pencegahan dapat berjalan lebih optimal. Harapannya, kualitas layanan kesehatan masyarakat juga semakin meningkat," tegas Meifta.

Pada sesi diskusi, para peserta juga menyoroti pentingnya memperluas pemanfaatan Swakelola Tipe III pada berbagai sektor pembangunan lainnya. Selain memberikan ruang partisipasi yang lebih besar bagi masyarakat, mekanisme ini dinilai mampu memperkuat akuntabilitas, efektivitas program, serta keberlanjutan hasil pembangunan melalui kemitraan yang setara antara pemerintah dan organisasi masyarakat sipil.

Lingga Indonesia berharap praktik baik yang telah berkembang di Kota Malang dapat menjadi pembelajaran bagi perangkat daerah lainnya dalam mengembangkan pola kolaborasi yang lebih inklusif. Dengan dukungan kebijakan yang kuat, peningkatan kapasitas para pihak, serta komitmen untuk terus membangun kemitraan, Swakelola Tipe III diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen strategis dalam mewujudkan pembangunan yang partisipatif, responsif, dan berkeadilan. ***

Editor: YAN


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Lingga Indonesia Dorong Pemkot Malang Perluas Swakelola Tipe III, Kolaborasi Juga Kunci Penting

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now