PASURUAN|JATIMSATUNEWS.COM — Kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal terus digelorakan oleh PC Lesbumi NU Kabupaten Pasuruan bersama PC LTNU Kabupaten Pasuruan. Momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah dimanfaatkan kedua lembaga tersebut dengan menggelar Workshop Kebudayaan bertema “Identifikasi dan Pemberdayaan Budaya Lokal”.
Kegiatan berlangsung pada Jumat (19/6/2026) di Pondok Pesantren Queen Hidayatullah, Tampung, Kalirejo, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan. Workshop dimulai pukul 13.00 WIB hingga 16.45 WIB. Meski dijadwalkan selesai pukul 16.00 WIB, tingginya antusias peserta membuat forum diskusi berlangsung lebih lama.
Wakil Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan, Mas Kyai Muhammad Nawawi, hadir sekaligus membuka acara. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya workshop kebudayaan sebagai upaya menggali, menjaga, dan melestarikan potensi budaya lokal yang ada di Kabupaten Pasuruan.
“Budaya lokal harus terus dikawal dan dilestarikan agar tidak hilang ditelan zaman. Workshop ini menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi potensi budaya yang ada di masyarakat,” ujarnya.
Ketua PC Lesbumi NU Kabupaten Pasuruan, Gus Yazid Tamim, menyampaikan bahwa tingginya semangat peserta tidak lepas dari hadirnya narasumber yang kompeten di bidang kebudayaan. Ia juga mengajak seluruh peserta aktif berdiskusi dan mengidentifikasi budaya di wilayah masing-masing.
“Ayo kita diskusi bersama, mengidentifikasi budaya di daerah masing-masing, dan jangan pulang sebelum acara selesai,” pesan Gus Yazid kepada peserta.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua Gus Holil dari Sukorejo, Ustadz Syamsul Huda, Ustadz Amin, Mas Widi, serta jajaran pengurus lainnya.
Gus Yazid juga mengapresiasi kekompakan pengurus Lesbumi, baik dari tingkat cabang maupun perwakilan Lesbumi kecamatan. Selain itu, hadir pula delegasi dari IPNU-IPPNU, kalangan pelajar, serta mahasiswa.
Sementara itu, Sdra Nasich menambahkan bahwa hasil workshop kebudayaan tahun ini akan ditindaklanjuti dengan pendataan basis-basis kebudayaan di wilayah MWC se-Kabupaten Pasuruan. Menurutnya, proses identifikasi budaya lokal tersebut nantinya diharapkan dapat dihimpun menjadi sebuah buku karya PC Lesbumi.
“Harapannya nanti lahir inventarisasi budaya lokal dalam bentuk buku karya bersama,” katanya.
Salah satu peserta dari MWC Grati juga mengaku bersyukur dapat mengikuti workshop tersebut. Bahkan, ia mengajak rekan-rekannya untuk turut hadir hingga jumlah peserta dari wilayahnya bertambah melebihi kuota awal yang disediakan.
Panitia turut menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara, di antaranya Lazisnu Kabupaten Pasuruan, Mas Hari, dan para mitra lainnya.
Melalui kegiatan ini, Lesbumi dan LTNU Kabupaten Pasuruan berharap kolaborasi pelestarian budaya lokal dapat terus terjalin dan berkembang dalam berbagai agenda kebudayaan di masa mendatang. (Amn/Nsh)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?