MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Haru, ceria dan gembira mewarnai kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas yang digelar di Aula MAN 2 Kota Malang, Kamis (25/6/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Bulan Muharram tersebut menghadirkan ratusan anak yatim dan penyandang disabilitas untuk merayakan kebersamaan, berbagi kebahagiaan, serta menikmati berbagai layanan dan hiburan yang telah disiapkan.
Acara dihadiri Wali Kota Malang Ir. Wahyu Hidayat, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang Gus Shampton, Ketua BAZNAS Kota Malang KH Kasuwi Syaiban, Kepala Dinas Kominfo Kota Malang Wiwid, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Suwarjana, para camat se-Kota Malang, kepala KUA, Forum Organisasi Zakat (FOZ), serta kepala madrasah negeri se-Kota Malang.
Kepala Kemenag Kota Malang, Gus Shampton, mengungkapkan bahwa total penerima manfaat dalam kegiatan tersebut mencapai 650 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 250 penerima berasal dari Kemenag, 250 orang dari BAZNAS, dan sisanya merupakan kontribusi Forum Organisasi Zakat Kota Malang.
"Donasi yang terkumpul mencapai Rp134.475.000 yang berasal dari ASN madrasah, KUA, dan Kantor Kemenag Kota Malang. Alhamdulillah, kebersamaan ini menjadi bukti kepedulian kita kepada anak yatim dan penyandang disabilitas," ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan tahun ini menghadirkan konsep berbeda dengan memberikan voucher belanja kepada anak-anak untuk membeli produk UMKM secara langsung. Langkah tersebut diharapkan tidak hanya membahagiakan anak-anak, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat kecil.
"Kita ingin anak-anak bergembira dan bisa memilih sendiri apa yang mereka sukai. Vouchernya tidak bisa diuangkan sehingga benar-benar dibelanjakan. Ini juga menjadi bentuk dukungan kepada pelaku UMKM Kota Malang," katanya.
Sebanyak 48 meja UMKM dari berbagai wilayah turut meramaikan acara tersebut. Salah satunya Warung 22 Arjowinangun yang menyediakan aneka makanan sehat untuk para peserta.
Selain itu, Kemenag Kota Malang juga memperkenalkan aplikasi SIPADI (Sistem Informasi Penyandang Disabilitas dan Anak Yatim) yang bertujuan memetakan penerima bantuan agar penyaluran santunan lebih tepat sasaran dan tidak terjadi tumpang tindih data.
"Harapannya, bantuan ini tidak hanya dilakukan saat Muharram, tetapi berkelanjutan. Dengan SIPADI, kita bisa mengetahui siapa saja yang sudah menerima bantuan dan siapa yang belum, termasuk mantan anak yatim yang masih membutuhkan dukungan pendidikan," jelas Gus Shampton.
Ia juga menyampaikan bahwa Kota Malang saat ini menjadi salah satu pusat pelayanan terbaik Kementerian Agama di Jawa Timur. MAN 2 Kota Malang sebelumnya telah meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), dan kini menjadi satu-satunya madrasah di Jawa Timur yang mengajukan predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
"MAN 2 Kota Malang menjadi pilot project. MAN 1 dan MTsN 1 juga sedang berproses menuju WBK. Semoga semakin menampilkan Kota Malang yang mbois dan berkelas," ungkapnya.
Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan bahwa semangat berbagi kepada anak yatim dan penyandang disabilitas merupakan bagian dari pembangunan ekosistem sosial yang inklusif dan berkeadilan.
"Hari ini adalah momentum untuk berbagi semangat kebersamaan. Kota Malang tidak bisa berjalan sendiri, tetapi harus dibangun dengan sinergi. Melalui kegiatan ini, kita berharap terbentuk ruang yang sama bagi anak yatim dan penyandang disabilitas untuk tumbuh dan berkembang," ujar Wahyu.
Menurutnya, tradisi kebaikan seperti ini harus terus dilestarikan karena memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
"Tradisi kebaikan ini akan menjadikan Kota Malang semakin berbudaya, penuh kasih sayang, dan semakin mbois berkelas," katanya saat membuka acara secara resmi.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana, turut mengapresiasi kegiatan yang rutin dilaksanakan Kementerian Agama tersebut.
"Ini kegiatan luar biasa karena melibatkan seluruh unsur masyarakat dan menunjukkan kepedulian besar kepada anak-anak yatim dan penyandang disabilitas. Semoga semangat ini terus berlanjut," ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Kominfo Kota Malang, Wiwid, menilai kegiatan tersebut menjadi virus kebaikan yang harus terus ditularkan kepada masyarakat.
"Ini merupakan program rutin yang sangat baik dan kolaborasi antara Kemenag, BAZNAS, serta berbagai pihak lainnya. Semoga menjadi virus kebaikan bagi seluruh masyarakat Kota Malang," katanya.
Kepala MAN 2 Kota Malang, Samsudin, mengaku bersyukur karena lembaga yang dipimpinnya dipercaya menjadi tuan rumah sekaligus sedang menjalani proses penilaian WBBM.
"Kami tidak mempersiapkan sesuatu yang baru, tetapi mendokumentasikan apa yang sudah kami lakukan selama ini. Pelayanan kepada masyarakat terus kami tingkatkan dan inovasi terus kami kembangkan," katanya.
Samsudin menjelaskan sejumlah inovasi unggulan MAN 2 Kota Malang, di antaranya program MANDI MADU (Madrasah Indonesia Menjelajahi Dunia) yang menghubungkan madrasah dengan berbagai lembaga pendidikan di Indonesia maupun luar negeri, serta Edupanda yang merupakan sistem edukasi pangkalan data digital madrasah.
"Setelah meraih WBK, kami terus memperkuat integritas, pelayanan, dan hubungan internasional. Kegiatan-kegiatan kami tidak hanya berdampak bagi MAN 2, tetapi juga masyarakat dan madrasah lain di Indonesia," ujarnya.
Ia berharap dukungan seluruh stakeholder dan doa anak-anak yatim dapat mengantarkan MAN 2 Kota Malang menjadi madrasah pertama di Jawa Timur yang berhasil meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
"Semoga tahun ini kami bisa memberikan hasil terbaik dan menjadi inspirasi bagi madrasah lainnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," ujar Kamad Samsudin rendah hati.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?