Foto: Suasana seleksi
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Laboratorium Al-Qur’an dan Sains Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang resmi menggelar agenda krusial Uji Seleksi Sertifikasi Guru Al-Qur’an Metode Ummi pada hari ini, Selasa (9/6/2026). Program beasiswa penuh (FREE) ini berhasil memicu antusiasme yang luar biasa dari civitas akademika muda kampus hijau.
Sejak gerbang pendaftaran dibuka pada 5 hingga 8 Juni 2026 lalu, tercatat sebanyak 141 mahasiswa semester 4 ke atas bersaing ketat demi mengamankan porsi emas. Pasalnya, kuota yang disediakan oleh pihak Laboratorium sangat terbatas, yakni hanya untuk 50 peserta terbaik.
Proses uji seleksi yang berlangsung hari ini berjalan dengan sangat kompetitif dan objektif. Para penguji menyaring kemampuan dasar membaca Al-Qur’an para peserta guna memastikan kesesuaian dengan kaidah tajwid yang benar.
Setelah fase seleksi ini berakhir, nasib para pendaftar akan ditentukan Rabu (10 Juni), melalui pengumuman resmi nominasi 50 peserta yang dinyatakan lolos untuk mengikuti program pembekalan intensif. Bagi 50 peserta yang beruntung dan dinyatakan lolos, mereka wajib berkomitmen penuh untuk melewati serangkaian tahapan ketat penjaminan mutu bacaan Al-Qur’an yang dijadwalkan matang, meliputi:
- Masa Diklat Tahsin (2 Minggu): Peserta akan digembleng secara intensif melalui tatap muka sebanyak 4 kali seminggu (total 8 kali pertemuan) untuk menyempurnakan makhorijul huruf dan kaidah membaca.
- Uji Kelayakan (Tashih): Setelah diklat usai, peserta akan diuji kemampuannya dalam 1 hari khusus melalui tahap Tashih untuk menentukan kelayakan melaju ke tahap sertifikasi.
- Sertifikasi Final (3 Hari Berturut-turut): Puncak acara di mana peserta akan dilatih secara profesional dan wajib mengikuti seluruh rangkaian tanpa absen.
Ketegasan dan kedisiplinan penuh ini diterapkan demi menjaga mutu kelulusan. Hadiah terbesar dari perjuangan panjang ini adalah para peserta yang dinyatakan lulus berhak menyandang gelar pengajar Al-Qur’an resmi dan memperoleh Sertifikat Kompetensi Guru Al-Qur’an berskala Nasional langsung dari UMMI Foundation.
Kepala Laboratorium Al-Qur’an dan Sains FITK menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah strategis fakultas dalam membekali mahasiswa dengan soft skill dan hard skill bernilai tinggi sebelum mereka terjun ke masyarakat atau lembaga pendidikan formal.
Dengan adanya sertifikasi nasional Metode Ummi ini, lulusan FITK UIN Maliki Malang tidak hanya unggul di bidang sains dan keguruan umum, tetapi juga siap menjadi garda terdepan dalam memberantas buta aksara Al-Qur’an dengan metode yang menyenangkan, efektif, dan terstandarisasi secara nasional.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?