![]() |
| Kemenag Jatim terus berupaya mendongkrak pendidikan Islam di wilayahnya salah satunya dengan menyerahkan aset madrasah baru kepada Kota Malang./dok.istimewa |
BATU | JATIMSATUNEWS.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Timur berupaya mendongkrak mutu pendidikan Islam dengan penyerahan aset gedung madrasah baru kepada Satuan Kerja (Satker) penerima.
Agenda ini berlangsung di Hotel Horison Batu pada Kamis (25/6), dan secara resmi Kanwil Kemenag Jatim menyerahkan aset gedung madrasah baru kepada satker penerima.
Salah satu penerima manfaat utama dalam proyek strategis ini adalah Kemenag Kota Malang, yang sukses memboyong fasilitas gedung baru untuk MIN 1 Kota Malang. Prosesi serah terima ini diterima langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Malang dengan penuh khidmat.
Di balik megahnya fasilitas baru tersebut, terselip wejangan mendalam dan peringatan keras dari Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Dr. Ahmad Seruji Bahtiar. Bagi penerima manfaat diingatkan bahwa bangunan fisik yang megah membawa tanggung jawab moral dan operasional yang sangat berat.
Ahmad Bahtiar menjabarkan 6 pilar tanggung jawab penting yang wajib dipegang teguh oleh satker penerima:
1. Taslim bil Amanah (Kesesuaian Sesuai Regulasi)
Gedung yang diserahkan dipastikan telah melalui pengecekan ketat agar selaras dengan perencanaan awal dan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Bahtiar—panggilan akrabnya—menegaskan bahwa penyedia jasa (kontraktor) hanya diperbolehkan mengambil keuntungan wajar sebesar 10% hingga 15 persen.
"Lebih dari itu, berarti ada amanah yang tidak dijalankan. Kesesuaian pembangunan inilah yang harus dipertanggungjawabkan secara hukum dan moral," tegas pihak Kanwil dalam arahannya.
2. As-Siyanah (Sistem Perawatan dan Larangan Pungutan)
Merawat gedung tidak boleh hanya dibebankan kepada Wakil Kepala (Waka) Sarpras. Madrasah harus menciptakan sistem kontroling yang kuat. Apalagi, belakangan ini marak terjadi insiden kebakaran di lingkungan madrasah akibat kelalaian instalasi listrik.
Selain itu, ditegaskan pula bahwa gedung yang dibangun melalui skema SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) ini tidak boleh ada cost sharing (pungutan) dengan komite dan harus segera dimanfaatkan.
3. Hifdzul Manfaat (Menjaga Fungsi & Layanan)
Kehadiran gedung baru harus berbanding lurus dengan peningkatan kualitas layanan pendidikan. Indikator keberhasilannya jelas, yaitu adanya penambahan jumlah murid yang menjadi bukti nyata meningkatnya kepercayaan (trust) masyarakat.
Madrasah Negeri dituntut memberikan performa terbaik, bahkan diharapkan mampu memberikan imbas positif bagi madrasah swasta di sekitarnya yang harus berjuang membangun fasilitas secara mandiri.
4. Adamu Tabdzir (Anti-Pemborosan)
Pihak Kemenag melarang keras adanya pemborosan anggaran pasca-serah terima. Manajemen madrasah dilarang keras mengubah bentuk bangunan atau gonta-ganti warna cat hanya karena masalah selera pribadi pimpinan baru. Semua fasilitas harus dioptimalkan tanpa ada unsur mubazir.
5. At-Taukid (Dokumentasi dan Tertib Aset)
Upaya untuk menghindari hilangnya aset atau potensi pemindahtanganan secara ilegal di masa depan, madrasah wajib melakukan dokumentasi ketat. Mulai dari berkas awal pembangunan hingga kondisi akhir harus tercatat rapi. "Tulis dan inventarisasi semua apa yang didapatkan," cetus pihak Kanwil.
6. Attahsin Niyat (Meluruskan Niat untuk Kualitas)
Pilar terakhir menekankan bahwa tujuan akhir dari berdirinya fasilitas fisik ini adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang dikelola, bukan sekadar gaya-gayaan.
Peringatan Keras: Rusaknya Bangunan Seperti Penyakit Hati
Sebuah analogi tajam dilontarkan Kemenag Jatim untuk mengingatkan para kepala madrasah agar tidak abai terhadap kerusakan sekecil apa pun.
"Rusaknya bangunan itu seperti penyakit hati. Bila dibiarkan, maka akan merembet ke mana-mana. Maka, kerusakan sekecil apa pun harus segera diperhatikan dan diperbaiki. Kalau dibiarkan, berarti jelas ada kelalaian," tegas Bahtiar.
![]() |
| Kemenag Jatim menyerahkan aset MIN 1 Kota Malang kepada Kemenag Kota Malang./dok.istimewa |
Dengan diserahkannya gedung baru MIN 1 Kota Malang ini, masyarakat Kota Malang kini menanti lompatan prestasi berikutnya dari madrasah yang menjadi barometer pendidikan di Bumi Arema tersebut. ***
Editor: YAN




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?