Banner Iklan

FTAB UB Lepas 856 Mahasiswa ke 57 Kelurahan di Kota Malang

Anis Hidayatie
22 Juni 2026 | 11.27 WIB Last Updated 2026-06-22T05:28:13Z

 

Rektor UB Prof. Widodo bersama Dekan FTAB Prof. Yusuf Hendrawan dan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat serta pejabat FTAB dan pejabat kota Malang 

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pengabdian kepada masyarakat. Sebanyak 856 mahasiswa diterjunkan ke 57 kelurahan di lima kecamatan di Kota Malang melalui Program Mahasiswa Membangun Mitra (3M) dan Kampung Lingkar Kampus (KLK), Senin (22/6).

Pelepasan mahasiswa dilakukan langsung oleh Rektor UB Prof. Widodo bersama Dekan FTAB Prof. Yusuf Hendrawan dan dihadiri Wali Kota Malang Wahyu Hidayat. Program tersebut menjadi wujud nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dengan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan berbasis inovasi, pemberdayaan masyarakat, dan ketahanan pangan.

Dekan FTAB UB, Prof. Yusuf Hendrawan, mengatakan kegiatan ini merupakan implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto agar perguruan tinggi memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah melalui program-program yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

"Ini merupakan bentuk nyata kolaborasi kami dengan Pemerintah Kota Malang. Sebelumnya kami telah sukses melaksanakan program serupa di Kabupaten Tulungagung dan Kota Batu. Mudah-mudahan pelaksanaan di Kota Malang juga memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat," ujarnya.

Menurut Yusuf, program tersebut merupakan mata kuliah wajib berbobot enam SKS yang telah dipersiapkan sejak semester sebelumnya. Selama berada di lapangan, mahasiswa tidak hanya melakukan survei dan identifikasi persoalan masyarakat, tetapi juga merancang solusi berbasis teknologi yang diwujudkan dalam bentuk alat inovasi.


Sebanyak 57 kelompok mahasiswa akan menghasilkan 57 alat inovasi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelurahan. Berbagai inovasi tersebut ditujukan untuk mendukung sektor lingkungan, pertanian, agroindustri, hingga pengembangan UMKM.

"Mahasiswa kami harus memiliki kompetensi merekayasa atau merancang bangun teknologi tepat guna yang benar-benar dibutuhkan masyarakat sehingga memberikan dampak nyata," jelasnya.

Selain menghasilkan teknologi tepat guna, FTAB UB juga mengintegrasikan program ketahanan pangan melalui gerakan "cabenisasi". Bibit cabai akan didistribusikan ke seluruh 57 kelurahan sebagai upaya mendukung program pengendalian inflasi dan penguatan ketahanan pangan pemerintah.

Yusuf menambahkan, luaran program tidak berhenti pada penyerahan alat. FTAB UB juga menargetkan penyusunan 57 buku inovasi ber-ISBN bersama Pemerintah Kota Malang, seminar nasional hasil inovasi mahasiswa, pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atau paten bagi inovasi yang memenuhi syarat, hingga penyelenggaraan Expo Inovasi yang akan digelar pada 29 Juni mendatang.

"Mahasiswa nantinya mempresentasikan seluruh hasil inovasi mereka dalam seminar nasional. Kami juga mendorong agar inovasi yang layak dapat dipatenkan sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas," katanya.

Rektor UB Prof. Widodo menegaskan bahwa keberadaan mahasiswa di tengah masyarakat bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu memperkuat pembangunan sosial, ekonomi, dan lingkungan.

"Tiga fokus utama program ini adalah membangun kemandirian ekonomi masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, serta membangun pola pikir masyarakat agar semakin adaptif terhadap perubahan. Perguruan tinggi harus benar-benar memberikan dampak langsung bagi masyarakat," ujar Widodo.

Ia juga berpesan agar mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar memahami budaya masyarakat sekaligus mengasah kemampuan memimpin perubahan.

"Mahasiswa harus belajar dari masyarakat, memahami dinamika yang ada, sekaligus menjadi motor perubahan menuju kehidupan yang lebih baik demi kemajuan bangsa," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Ketua Program Kampung Lingkar Kampus, Dr. Saikun, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi konsep Kampung Lingkar Kampus (KLK) yang bertujuan menghapus sekat antara kampus dan masyarakat.

"Kami ingin pagar Universitas Brawijaya bukan sekadar pagar fisik, tetapi simbol keterhubungan. Masyarakat sekitar harus menjadi bagian yang terintegrasi dengan aktivitas kampus melalui berbagai program kolaboratif yang berkelanjutan," katanya.

Di sisi lain, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyambut baik keterlibatan mahasiswa UB dalam mendukung pembangunan di tingkat kelurahan dan RT. Menurutnya, kehadiran mahasiswa akan memperkuat pelaksanaan Program RT Berkelas yang saat ini menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kota Malang.

Melalui program tersebut, setiap RT memperoleh bantuan sebesar Rp50 juta untuk membiayai program prioritas hasil musyawarah warga. Namun, menurut Wahyu, masih diperlukan pendampingan dalam penyusunan perencanaan pembangunan agar dana tersebut dimanfaatkan secara optimal.

"Saya titip kepada mahasiswa agar ikut membantu memberikan pendampingan, masukan, dan gagasan kepada masyarakat dalam menyusun program prioritas di tingkat RT. Dengan demikian, bantuan yang diberikan benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Ia juga berharap inovasi teknologi yang dibawa mahasiswa dapat membantu pengembangan ekonomi masyarakat, pengelolaan lingkungan, serta mendukung program ketahanan pangan, termasuk pengendalian inflasi melalui penanaman cabai di sejumlah wilayah Kota Malang.

"Kami memberikan dukungan penuh terhadap kolaborasi ini. Semoga seluruh inovasi yang dihasilkan mahasiswa dapat dimanfaatkan masyarakat dan menjadi bagian dari pembangunan Kota Malang yang berkelanjutan," pungkas Wahyu.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah tersebut, FTAB UB berharap seluruh inovasi yang dihasilkan mahasiswa tidak hanya menjadi karya akademik, tetapi mampu menjadi solusi nyata bagi berbagai persoalan masyarakat sekaligus memperkuat peran kampus sebagai motor penggerak pembangunan daerah. Ans



Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • FTAB UB Lepas 856 Mahasiswa ke 57 Kelurahan di Kota Malang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now