![]() |
| Di hadapan lebih dari 500 calon jaksa, Firman Jaya Daeli mendorong pemajuan kejaksaan sebagai pilar supremasi hukum dan geostrategis Indonesia./dok.istimewa |
JAKARTA | JATIMSATUNEWS.COM - Di hadapan lebih dari 500 calon jaksa, Firman Jaya Daeli mendorong pemajuan kejaksaan sebagai pilar supremasi hukum dan geostrategis Indonesia.
Pesan penting ini disampaikan Firman Daeli di tengah upaya Kejaksaan Republik Indonesia memperkuat institusi penegakan hukum yang salah satunya melalui pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Kuliah Umum bertema 'Pemajuan Institusi Kejaksaan dalam Konteks Pembangunan Supremasi Hukum dan Geostrategis Indonesia', yang digelar oleh Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kejaksaan RI di Jakarta, Rabu (3/6).
Pada kegiatan tersebut, Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia, Firman Jaya Daeli, hadir sebagai narasumber sekaligus dosen tamu untuk memberikan pandangan strategis kepada lebih dari 500 peserta Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Kuliah umum ini menjadi ruang pembelajaran penting bagi para calon jaksa dalam memahami tantangan penegakan hukum yang semakin kompleks. Sekaligus memperkuat pemahaman mengenai hubungan erat antara supremasi hukum, pembangunan nasional, dan kepentingan geostrategis Indonesia di tengah dinamika global.
Melalui pemaparannya, Firman Jaya Daeli menegaskan bahwa Kejaksaan memiliki posisi yang sangat strategis dalam menjaga tegaknya hukum, keadilan, serta stabilitas nasional. Menurutnya, institusi Kejaksaan tidak hanya berfungsi sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung pembangunan bangsa dan menjaga kepentingan negara.
Firman menilai, berbagai capaian yang diraih Kejaksaan RI saat ini menunjukkan adanya kemajuan yang signifikan di bawah kepemimpinan Jaksa Agung Prof. Dr. Sanitiar Burhanuddin, S.H., M.H. Transformasi kelembagaan yang terus berjalan dinilai telah meningkatkan kepercayaan publik sekaligus memperkuat peran Kejaksaan dalam sistem hukum nasional.
Firman juga memberikan apresiasi terhadap peran Badiklat Kejaksaan RI yang terus mendorong lahirnya sumber daya manusia penegak hukum yang profesional, berintegritas, dan memiliki wawasan kebangsaan yang kuat. Menurutnya, pendidikan dan pelatihan menjadi fondasi utama dalam membangun kualitas institusi yang mampu menjawab tantangan masa depan.
Perkembangan positif di lingkungan Badiklat Kejaksaan RI turut dikaitkan dengan kepemimpinan Kepala Badiklat Dr. Leonard Eben Ezer Simanjuntak, S.H., M.H. yang dinilai berhasil mengakselerasi berbagai program pembinaan dan pengembangan kompetensi secara reformatif dan transformatif.
Kegiatan kuliah umum tersebut dipandu oleh Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknis Fungsional Badiklat Kejaksaan RI, Rini Hartatie, S.H., M.H., yang bertindak sebagai moderator. Dalam suasana yang interaktif dan akademis, para peserta memperoleh pemahaman komprehensif mengenai pentingnya membangun institusi Kejaksaan yang adaptif, profesional, dan responsif terhadap perkembangan hukum serta dinamika geopolitik global.
Melalui kegiatan ini, Badiklat Kejaksaan RI menegaskan komitmennya untuk terus mencetak jaksa-jaksa berkualitas yang tidak hanya menguasai aspek teknis penegakan hukum, tetapi juga memiliki perspektif strategis dalam menjaga kedaulatan hukum dan mendukung cita-cita Indonesia sebagai negara hukum yang maju, adil, dan berdaya saing global. ***
Editor: YAN



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?